BANYUMASEKSPRES.ID, Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 telah resmi dimulai dengan pengundian grup yang berlangsung di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis, 28 Mei.
Dalam undian tersebut, Timnas Indonesia U-20 terletak di Grup H bersama dengan tim kuat seperti Australia, Malaysia, dan Laos.
Keberadaan Indonesia dalam grup ini langsung memicu prediksi bahwa Grup H akan menjadi salah satu kelompok paling kompetitif pada fase kualifikasi.
Australia muncul sebagai unggulan utama dalam grup ini, berkat catatan prestasi mereka yang mengesankan dalam sejarah turnamen kelompok usia di Asia.
Di sisi lain, Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan bersaing sengit untuk memperebutkan tiket menuju putaran final.
Sebagai informasi tambahan, undian grup dilakukan oleh Asian Football Confederation (AFC) dengan mempertimbangkan sistem pembagian pot serta ranking performa masing-masing negara.
Timnas Indonesia sendiri menempati pot kedua berdasarkan catatan performa dalam beberapa edisi terakhir turnamen.
Meskipun sempat mencapai perempat final pada edisi sebelumnya di tahun 2018, Garuda Muda tidak masuk dalam jajaran unggulan utama kali ini.
Hal ini disebabkan oleh hasil fase grup pada edisi 2023 yang turut memengaruhi posisi Indonesia dalam undian kali ini.
“Semua grup pasti punya tantangan masing-masing dan kami harus siap menghadapi siapa pun lawannya,” ungkap salah satu perwakilan tim usai hasil drawing diumumkan.
Pernyataan ini menunjukkan semangat dan kesiapan tim untuk menghadapi berbagai rintangan yang ada.
Australia dianggap sebagai lawan terkuat di Grup H karena tradisi mereka yang kuat dalam kompetisi level kelompok usia di Asia.
Meskipun demikian, Malaysia dan Laos juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Kedua tim tersebut memiliki potensi untuk memberikan kejutan dan menjadikannya lawan yang patut diwaspadai oleh Garuda Muda.
Hasil drawing ini menandai awal perjalanan Timnas Indonesia U-20 menuju putaran final Piala Asia U-20 2027.
Fase grup menjadi penentu langkah awal bagi setiap negara untuk menjaga peluang lolos tetap terbuka.
Dalam edisi kali ini, AFC menerapkan format baru dalam sistem kualifikasi yang membagi kompetisi menjadi fase kualifikasi utama dan fase development untuk negara-negara dengan peringkat terbawah di Asia.
Fase kualifikasi utama akan melibatkan 32 negara yang dibagi ke dalam delapan grup berbeda.
Sementara itu, fase development akan melibatkan 12 negara yang terbagi ke dalam tiga grup tersendiri.
Penentuan pot dilakukan berdasarkan performa dari tiga edisi terakhir Piala Asia U-20, dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus meningkatkan kualitas persaingan di setiap grup.
Dengan format baru ini, setiap tim tidak hanya bersaing untuk lolos ke putaran final tetapi juga harus berjuang keras agar tidak terjerumus ke fase development pada edisi mendatang jika finis di posisi terbawah grup. (*/stch/dda)
















