Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Heri Mujiono Jabat Kepala Rutan Kebumen, Siap Benahi Pembinaan Warga Binaan

Heri Mujiono Jabat Kepala Rutan Kelas IIB KebumenHeri Mujiono Jabat Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen
SERAH TERIMA: Serah terima jabatan Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen. Heri Mujiono AMd SH MH resmi menjabat Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Heri Mujiono AMd SH MH kini resmi menjabat sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen.

Penunjukan ini menggantikan posisi Pramu Sapta, yang berpindah tugas ke Lapas Semarang sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan.

Proses serah terima jabatan tersebut dilaksanakan pada akhir pekan lalu, menandai peralihan tanggung jawab di lembaga pemasyarakatan yang berperan penting dalam sistem hukum dan rehabilitasi sosial.

Heri Mujiono sebelumnya menjabat sebagai Kepala Rutan Demak dan memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang pemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah ada serta berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan di Rutan Kebumen.

Heri menegaskan bahwa tugas ini bukan hanya sekadar jabatan, tetapi juga merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya berharap dukungan dari seluruh jajaran agar Rutan Kebumen semakin baik dalam memberikan pelayanan dan pembinaan,” ujar Heri pada Selasa (28/4).

Pernyataan ini menunjukkan tekadnya untuk bekerja secara profesional dengan menjunjung tinggi integritas serta memperkuat sinergi di antara semua pihak terkait dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Sebagai Kepala Rutan yang baru, Heri Mujiono menyadari tantangan besar di hadapannya.

Dalam dunia pemasyarakatan, kualitas pelayanan dan program rehabilitasi bagi narapidana sangatlah penting.

Hal ini tidak hanya berdampak pada kehidupan narapidana itu sendiri, tetapi juga pada masyarakat luas.

Dengan meningkatnya kualitas pembinaan, diharapkan narapidana dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik dan terampil, sehingga mengurangi angka residivisme.

Sementara itu, Pramu Sapta, Kepala Rutan yang sebelumnya, tidak lupa untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran yang telah mendukung selama masa kepemimpinannya.

Ia berharap agar kepemimpinan baru dapat membawa Rutan Kebumen menuju arah yang lebih baik dan berprestasi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Semoga ke depan Rutan Kebumen semakin berkembang di bawah kepemimpinan yang baru,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Penggantian pimpinan di lembaga pemasyarakatan seperti Rutan Kebumen menjadi momentum penting dalam pengembangan sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Setiap perubahan pimpinan membawa harapan baru serta tantangan yang harus dihadapi oleh jajaran di bawahnya.

Heri Mujiono dengan pengalaman dari Rutan Demak diharapkan dapat menerapkan berbagai inovasi dan perbaikan demi meningkatkan standar pelayanan publik serta kesejahteraan warga binaan.

Dalam konteks pemasyarakatan, integritas menjadi salah satu kunci utama untuk membangun kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga tersebut.

Oleh karena itu, Heri menekankan pentingnya membangun sinergi antara petugas rutan dan warga binaan agar tercipta lingkungan yang lebih harmonis dan produktif.

Dalam pandangannya, setiap petugas memiliki peran vital dalam menciptakan suasana positif di dalam rutan.

Heri juga berencana untuk memperkuat program-program rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi narapidana.

Ini mencakup pelatihan keterampilan kerja dan pendidikan formal yang dapat membantu mereka setelah keluar dari rutan untuk beradaptasi kembali ke masyarakat.

Dengan pendekatan ini, diharapkan narapidana tidak hanya menjalani hukuman tetapi juga mendapatkan bekal untuk memulai hidup baru.

Selain itu, Heri Mujiono juga bertekad untuk meningkatkan komunikasi antara pihak rutan dengan keluarga narapidana.

Hal ini bertujuan agar keluarga tetap terlibat dalam proses rehabilitasi, sehingga ketika narapidana kembali ke rumah mereka bisa mendapatkan dukungan moral dan bantuan dari orang-orang terdekatnya.

Keberhasilan suatu lembaga pemasyarakatan dapat dilihat dari sejauh mana mereka mampu mengurangi tingkat residivisme atau kembalinya narapidana ke dunia kriminal setelah menjalani hukuman.

Oleh karena itu, penting bagi Heri untuk menciptakan suasana pendidikan dan pembinaan yang mendukung perubahan perilaku positif bagi para narapidana. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pemkab Diminta Lebih Agresif

Dana Daerah Dipangkas 393 Miliar, DPRD Cilacap Minta Perizinan Investasi Dipermudah

Berita Selanjutnya
Purbalingga Tetap Tuan Rumah Liga

Meski Ada Insiden, PSSI Tetapkan Purbalingga Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional 2026