Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Siswa MAN 1 Kebumen Ikuti Pelatihan Menulis LINGFEST 4, Tingkatkan Literasi Ilmiah

Siswa MAN 1 Kebumen Dapat Pembekalan Penulisan EsaySiswa MAN 1 Kebumen Dapat Pembekalan Penulisan Esay
PELATIHAN: Siswa MAN 1 Kebumen serius mengikuti pelatihan esay

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN- Dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi ilmiah, siswa MAN 1 Kebumen mengikuti pelatihan penulisan yang bertajuk Pelatihan Artikel dan Esai LINGFEST 4.

Kegiatan ini menjadi sangat penting bagi para siswa, terutama dalam menyikapi isu-isu pembangunan berkelanjutan yang saat ini menjadi fokus global.

Dengan dunia yang terus berubah dan tuntutan akan pengetahuan yang semakin tinggi, kegiatan semacam ini memberikan kesempatan emas bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan menulis mereka.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Kartina Dati SPd Si MSc dan Kabul Trifiyanto SE MBA.

Keduanya adalah juri dalam Lomba Krenova yang diselenggarakan di Kabupaten Kebumen.

Kehadiran para ahli ini membawa wawasan baru bagi para peserta, yang tidak hanya mendengarkan teori tetapi juga mendapatkan bimbingan teknis dalam proses penulisan esai yang baik dan menarik.

Selama pelatihan, peserta diajarkan berbagai strategi seperti penemuan ide, struktur penulisan, serta solusi dalam penulisan.

Materi-materi ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa di era modern saat ini. Salah satu peserta, Sawwa, berbagi pendapatnya mengenai manfaat dari acara ini.

Ia menyatakan bahwa pelatihan tersebut sangat membantu mereka dalam memahami cara menyusun karya ilmiah yang kompetitif.

“Kami jadi lebih paham bagaimana menyusun struktur artikel yang baik dan bagaimana cara meyakinkan pembaca melalui ide yang kita tawarkan,” ujarnya pada kegiatan yang berlangsung kemarin, 28 April.

Kepala Sekolah MAN 1 Kebumen, Muhiban, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

Ia berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat menjadi stimulan bagi lahirnya peneliti-peneliti muda dari lingkungan madrasah.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kemampuan menulis yang baik bagi siswa.

“Dengan kemampuan menulis yang baik, siswa diharapkan mampu menyuarakan gagasan inovatif mereka guna mendukung pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Indonesia,” ungkapnya.

Melalui pelatihan seperti LINGFEST 4, siswa tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis dalam menulis esai tetapi juga diberikan pemahaman tentang pentingnya isu-isu sosial serta pembangunan berkelanjutan.

Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan iklim, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan solusi inovatif untuk masalah-masalah tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkolaborasi dan berdiskusi satu sama lain tentang berbagai topik penting. Interaksi antar peserta menjadi salah satu aspek kunci dari pelatihan ini.

Dalam suasana belajar yang kolaboratif tersebut, siswa didorong untuk saling berbagi ide dan perspektif mereka tentang pembangunan berkelanjutan serta tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.

Keberadaan kegiatan semacam ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dengan adanya program-program pelatihan seperti LINGFEST 4, diharapkan dapat terlahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga peka terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Ganda Putri Takluk, Taiwan Samakan Skor

Ganda Putri Indonesia Tumbang di Uber Cup 2026, Taiwan Ubah Kedudukan Jadi 1-1

Berita Selanjutnya
Banyumas Jadi Rujukan Nasional Pengolahan Sampah

Kunjungi TPST Kalibagor, Presiden Prabowo Dorong Daerah Lain Tiru Pengolahan Sampah Banyumas