BANYUMASEKSPRES.ID, Password yang mudah ditebak masih menjadi salah satu celah keamanan terbesar bagi pengguna internet.
Meski berbagai layanan digital telah meningkatkan sistem perlindungan, kebiasaan menggunakan kata sandi sederhana justru dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk mengambil alih akun.
Risiko tersebut semakin besar ketika satu password digunakan untuk beberapa layanan sekaligus. Jika kredensial berhasil dicuri dari satu platform, pelaku dapat mencoba kombinasi yang sama.
Hal ini tentunya untuk masuk ke akun lain, termasuk email, media sosial, hingga layanan perbankan digital.
Temuan terbaru NordPass menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan password sederhana masih banyak ditemukan di berbagai negara.
Data tersebut dihimpun berdasarkan kredensial yang terekspos dalam insiden keamanan siber di 44 negara.

Bahkan, sekitar 46 persen pengguna lebih memilih kata sandi yang mudah diingat dibandingkan kombinasi yang kuat. Padahal, password sederhana dapat membuat akun lebih rentan terhadap berbagai metode serangan.
Simak 20 Password yang Paling Banyak Digunakan pada 2026
Berdasarkan daftar yang dikutip dari Huntress pada Juli 2026, berikut sejumlah password yang masih sering digunakan dan sebaiknya tidak dipakai untuk mengamankan akun penting:
- 123456
- 123456789
- 12345678
- password
- qwerty123
- qwerty1
- 111111
- 12345
- secret
- 123123
- 1234567890
- 1234567
- 000000
- qwerty
- abc123
- password1
- iloveyou
- 11111111
- dragon
- monkey
Jika salah satu kombinasi tersebut masih digunakan untuk akun pribadi, sebaiknya segera diganti. Hindari pula membuat variasi sederhana seperti menambahkan angka di belakang password yang sudah umum.
Mengapa Password Sederhana Berbahaya?
Password seperti 123456 atau password mungkin memang mudah diingat, tetapi justru karena terlalu populer, kombinasi tersebut menjadi pilihan pertama yang dapat diuji oleh pelaku serangan siber.
Menurut data yang dikutip dalam laporan tersebut, sekitar 35 persen orang yang mengalami serangan siber menggunakan password yang relatif mudah ditebak.
Selain menggunakan informasi yang diperoleh dari kebocoran data, pelaku kejahatan siber juga dapat memanfaatkan program otomatis untuk mencoba berbagai kombinasi kredensial.
Semakin sederhana password, semakin kecil waktu yang diperlukan untuk menemukan kombinasi yang benar.
Risikonya bukan hanya kehilangan akses ke media sosial. Jika password yang sama digunakan pada akun email, dompet digital, atau mobile banking, dampaknya dapat menjadi jauh lebih serius.
Kenali 4 Jenis Serangan yang Menargetkan Password
Ada beberapa metode yang umum digunakan penjahat siber untuk mendapatkan akses ke akun. Memahami cara kerjanya dapat membantu pengguna meningkatkan keamanan digital.
1. Brute Force
Brute force merupakan metode yang mencoba berbagai kombinasi password secara otomatis hingga menemukan kecocokan.
Sistem komputer dapat menjalankan percobaan dalam jumlah sangat besar, terutama jika target menggunakan kata sandi pendek dan sederhana.
Karena itu, password yang lebih panjang dan memiliki kombinasi karakter beragam akan lebih sulit ditebak dibandingkan rangkaian angka sederhana.
2. Password Spraying
Berbeda dengan brute force yang dapat mencoba banyak kombinasi pada satu akun, password spraying memanfaatkan beberapa password yang sangat umum untuk menyerang banyak akun sekaligus.
Pelaku dapat mencoba kata sandi seperti 123456 atau password pada sejumlah akun. Metode ini memanfaatkan kebiasaan pengguna yang memilih kombinasi populer.
3. Credential Stuffing
Credential stuffing memanfaatkan username dan password yang sudah diperoleh dari kebocoran data sebelumnya. Kredensial tersebut kemudian dicoba pada layanan lain.
Ancaman ini semakin berbahaya bagi pengguna yang memakai password identik untuk email, media sosial, marketplace, dan layanan keuangan.
4. Dictionary Attack
Pada dictionary attack, pelaku menggunakan daftar kata, angka, serta kombinasi yang umum digunakan untuk mencoba membobol akun.
Metode ini dapat mengeksploitasi password yang dibuat berdasarkan kata sehari-hari, nama, atau kombinasi sederhana yang terdapat dalam kumpulan kata populer.
Cara Membuat Password Lebih Aman
Untuk meningkatkan keamanan akun, jangan hanya mengganti password dengan kombinasi sederhana lainnya. Buat kata sandi yang panjang, unik, dan berbeda untuk setiap layanan.
Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, serta karakter khusus jika layanan mendukungnya. Hindari menggunakan nama, tanggal lahir, nama pasangan, nama hewan peliharaan, atau informasi pribadi yang mudah ditemukan di media sosial.
Selain itu, jangan menggunakan satu password untuk banyak akun. Penggunaan password manager dapat membantu menyimpan kata sandi unik tanpa mengharuskan pengguna menghafal semuanya.
Terakhir, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun yang menyediakan fitur tersebut, terutama email dan layanan keuangan.
Dengan begitu, password yang diketahui pihak lain belum tentu cukup untuk mengambil alih akun. Disisi lain, terdapat dompet digital yang sukses bertransformasi menjadi solusi atur finansial yang praktis.
Mengganti password memang terlihat sederhana, tetapi langkah ini dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan identitas dan data pribadi di tengah meningkatnya ancaman siber. (*/nds)
















