BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi gelombang laut di perairan selatan Jawa Tengah.
Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter hingga Minggu (6/9) pagi.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi nelayan, pelaku transportasi laut, maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, gelombang laut di sejumlah wilayah perairan selatan Jawa Tengah berada dalam kategori sedang.
Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi perairan selatan Purworejo, Kebumen, hingga Cilacap.
Prakiraan kondisi laut tersebut berlaku mulai Kamis (3/9) hingga Minggu (6/9) pagi.
Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 1,25 meter hingga 2,5 meter.
Masyarakat yang beraktivitas di laut diminta mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan perjalanan atau kegiatan di perairan.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan kondisi gelombang laut tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat.
Menurut Teguh, selain kondisi gelombang yang berada pada kategori sedang, cuaca di wilayah perairan selatan Jawa Tengah diperkirakan bervariasi.
“Selain gelombang sedang, cuaca di wilayah perairan selatan Jawa Tengah diperkirakan cerah berawan hingga berawan tebal,” katanya.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan oleh nelayan dan pengguna jasa transportasi laut karena perubahan cuaca dan kecepatan angin dapat memengaruhi kondisi pelayaran.
Angin di wilayah perairan selatan Jawa Tengah secara umum bertiup dari arah timur hingga tenggara. Kecepatan angin diperkirakan berada pada kisaran 3 hingga 27 knot.
BMKG mengimbau nelayan dan pelaku transportasi laut agar tidak mengabaikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.
Informasi mengenai tinggi gelombang dan kecepatan angin perlu menjadi pertimbangan untuk menjaga keselamatan selama berada di laut.
Teguh secara khusus meminta nelayan yang menggunakan perahu kecil meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.
Kondisi tersebut dinilai perlu diperhatikan karena perahu berukuran kecil lebih rentan terhadap perubahan kondisi angin dan gelombang di laut.
“Nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta meningkatkan kewaspadaan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter,” tandasnya.
Selain nelayan dengan perahu kecil, BMKG juga memberikan perhatian terhadap aktivitas kapal tongkang di perairan selatan Jawa Tengah.
Kapal tongkang diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
Imbauan tersebut menjadi penting mengingat kondisi angin dan gelombang dapat berubah sewaktu-waktu.
Karena itu, pelaku transportasi laut disarankan selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum berlayar.
Dengan prakiraan gelombang mencapai 2,5 meter, masyarakat yang berada di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah, khususnya Purworejo, Kebumen, dan Cilacap, diharapkan meningkatkan kewaspadaan.
Nelayan juga diimbau mempertimbangkan kondisi laut sebelum melaut.
Sementara pengguna jasa transportasi laut perlu memperhatikan informasi cuaca dan kondisi gelombang untuk mengantisipasi risiko selama perjalanan.
BMKG akan terus memberikan informasi mengenai perkembangan kondisi cuaca dan gelombang di wilayah perairan.
Masyarakat dapat menjadikan informasi resmi BMKG sebagai salah satu pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di laut.
Dengan gelombang laut selatan Jawa Tengah yang diperkirakan mencapai 2,5 meter hingga Minggu (6/9) pagi, kewaspadaan menjadi hal penting bagi nelayan dan pengguna transportasi laut demi keselamatan aktivitas di perairan. (jul/stch/dda)
















