BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sebanyak 80 murid Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas tetap bertahan mengikuti kegiatan pembelajaran meski sekolah tersebut masih menempati lokasi transisi di Kalibagor.
Hingga tiga minggu penerapan sistem lima hari sekolah berjalan, belum ada satu pun murid yang mengundurkan diri atau berubah pikiran.
Keterbatasan fasilitas di sekolah transisi tidak menyurutkan semangat para murid untuk mengikuti kegiatan belajar.
Mereka tetap menjalani aktivitas sekolah seperti biasa, termasuk mengawali kegiatan dengan olahraga bersama.
Berdasarkan pantauan di sekolah pada Jumat (4/9), para murid terlihat mengikuti kegiatan dengan antusias.
Kondisi fasilitas yang masih terbatas membuat pihak sekolah harus menyesuaikan berbagai aktivitas pembelajaran dengan sarana yang tersedia.
Masa transisi tersebut menjadi bagian dari proses penyesuaian bagi murid maupun tenaga pendidik.
Meski demikian, kegiatan belajar tetap diupayakan berlangsung secara optimal agar proses pendidikan bagi 80 murid tetap berjalan.
Kepala SNT II Banyumas, Sigit Mangun Wardoyo, mengatakan kegiatan pembelajaran di sekolah transisi Kalibagor telah berlangsung selama tiga minggu.
Selama periode tersebut, jumlah murid yang mengikuti pembelajaran tetap sebanyak 80 orang.
Menurut Sigit, belum ada murid yang memutuskan untuk mengundurkan diri maupun berubah pikiran terkait keberlanjutan pendidikan di SNT II Banyumas.
“Alhamdulillah tidak ada murid yang berubah pikiran. Semua bertahan,” kata Sigit saat ditemui Radarmas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal positif bagi pihak sekolah. Meskipun harus belajar dengan fasilitas yang masih terbatas, para murid tetap menunjukkan komitmen untuk mengikuti kegiatan pendidikan.
Sekolah pun terus melakukan penyesuaian agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan murid.
SNT II Banyumas saat ini menerapkan sistem lima hari sekolah. Pola tersebut diterapkan seperti halnya SMP dan SMA reguler lainnya di wilayah Banyumas.
Kegiatan pembelajaran berlangsung setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Dengan sistem tersebut, para murid menjalani aktivitas belajar selama lima hari dalam sepekan.
Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler yang biasanya dilaksanakan pada hari Sabtu belum dapat berjalan secara optimal.
Kondisi sekolah yang masih berada dalam tahap transisi menjadi salah satu faktor kegiatan ekstrakurikuler belum bisa dilaksanakan seperti kondisi sekolah normal.
Meski demikian, kegiatan utama berupa pembelajaran tetap berjalan. Pihak sekolah berupaya memaksimalkan fasilitas yang tersedia agar murid tetap mendapatkan proses pendidikan sesuai jadwal.
Dengan jumlah murid sebanyak 80 orang, pihak sekolah saat ini menggunakan empat ruang kelas untuk kegiatan pembelajaran.
Setiap ruang kelas diisi sekitar 20 murid. Pembagian tersebut dilakukan dengan menyesuaikan jumlah ruangan yang tersedia di sekolah transisi.
” Dengan 80 murid kami memakai empat ruang kelas. Per kelas 20 anak,” jelas Sigit.
Pengaturan tersebut menjadi salah satu bentuk penyesuaian sekolah terhadap kondisi fasilitas yang ada.
Pihak sekolah juga tetap berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif sehingga keterbatasan sarana tidak terlalu menghambat kegiatan belajar para murid.
Dalam menjalankan kegiatan pembelajaran, SNT II Banyumas saat ini didukung oleh 11 guru.
Selain tenaga pengajar, terdapat empat petugas keamanan dan dua petugas kebersihan yang membantu kegiatan sekolah sehari-hari.
Jumlah guru tersebut masih belum menjadi komposisi akhir. Sekolah masih menunggu tambahan tenaga pengajar dari hasil proses rekrutmen yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Guru masih 11 orang. Menunggu tambahan guru dari rekrutmen pusat,” terang Sigit.
Tambahan tenaga pendidik diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran sekaligus membantu sekolah dalam memenuhi kebutuhan pengajaran bagi seluruh murid.
Dengan jumlah murid sebanyak 80 orang, dukungan tenaga pendidik menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan belajar berjalan dengan baik.
Meski fasilitas sekolah transisi masih terbatas, para murid mendapatkan sejumlah fasilitas pendukung.
Salah satunya adalah layanan bus antarjemput yang membantu mobilitas murid menuju dan dari sekolah.
Selain transportasi, murid juga mendapatkan makan siang berupa katering.
Untuk sementara, makanan yang diberikan tersebut belum berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemberian makan siang menjadi salah satu dukungan bagi murid selama mengikuti kegiatan belajar hingga sore hari.
Sementara itu, seragam gratis untuk para murid masih dalam proses produksi. Karena itu, seragam tersebut belum dapat diberikan kepada seluruh murid.
Pihak sekolah masih menunggu proses produksi selesai sebelum seragam dibagikan kepada para peserta didik.
Tiga minggu menjalani kegiatan pembelajaran di sekolah transisi menjadi pengalaman tersendiri bagi para murid SNT II Banyumas.
Keterbatasan fasilitas membuat sekolah harus melakukan berbagai penyesuaian. Namun, kondisi tersebut tidak membuat jumlah murid berkurang.
Sebanyak 80 murid tetap mengikuti kegiatan pembelajaran hingga Jumat (4/9).
Mereka tetap menjalankan aktivitas sekolah sesuai jadwal, termasuk kegiatan olahraga bersama sebelum memulai pembelajaran.
Bagi pihak sekolah, keberadaan seluruh murid yang tetap bertahan menjadi dorongan untuk terus memperbaiki pelaksanaan pembelajaran selama masa transisi.
Sekolah juga terus menunggu dukungan tambahan, termasuk tenaga guru hasil rekrutmen pemerintah pusat dan fasilitas lain yang masih dalam proses pemenuhan.
Dengan sistem lima hari sekolah, kegiatan belajar di SNT II Banyumas berlangsung dari pagi hingga sore.
Meski ekstrakurikuler Sabtu belum berjalan, kegiatan pembelajaran utama tetap dilaksanakan.
Ke depan, pihak sekolah berharap proses transisi dapat berjalan lancar sehingga seluruh kebutuhan pendidikan dapat terpenuhi secara bertahap.
Hingga saat ini, 80 murid SNT II Banyumas tetap menjadi satu kesatuan dalam mengikuti proses pendidikan.
Semangat mereka mengikuti pembelajaran di tengah keterbatasan fasilitas menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan sekolah tersebut menjalani masa transisi di Kalibagor. (*/stch/dda)
















