Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jelang Haji 2026, Dua Jabatan Strategis Kemenhaj Banyumas Masih Kosong

Kemenhaj Kekurangan Dua KasiKemenhaj Kekurangan Dua Kasi
MINIMALIS: Sebagai kementerian baru dengan pegawai minimalis, pelayanan haji dan umroh di Kantor Kemenhaj dan Umroh Banyumas tetap berjalan normal, Rabu (31/12)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Banyumas menghadapi tantangan signifikan dalam pengisian struktur organisasi.

Hingga saat ini, meski Kepala Kantor dan Kasubbag Tata Usaha (TU) telah resmi dilantik bersama puluhan pejabat lainnya pada Rabu (31/12), dua posisi kunci masih kosong.

Posisi tersebut adalah Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah serta Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Umrah.

Abdul Malik, Kasubbag TU Kantor Kemenhaj Banyumas, menyampaikan bahwa proses pelantikan dilakukan secara daring melalui platform Zoom.

“Se-Jateng kurang lebih ada 60-an Kasubbag TU dan Kepala Seksi Pembinaan Haji serta Kepala Seksi Pelayanan Haji yang dilantik serempak Rabu (31/12) lalu,” ujarnya kepada awak media Banyumas Ekspres.

Namun, ia menambahkan bahwa khusus untuk Banyumas, kekurangan dua kepala seksi ini menjadi perhatian utama, berbeda dengan beberapa kabupaten lain di Jawa Tengah yang strukturnya sudah lebih lengkap.

Posisi Kosong Menjadi Tantangan

Menjelang tahun 2026, kebutuhan akan pengisian dua posisi ini semakin mendesak mengingat besarnya beban kerja yang harus ditangani oleh kantor tersebut.

Abdul Malik menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan pada satu bidang.

“Banyumas masih kurang dua Kepala Seksi. Kabupaten/kota lain beberapa ada yang sudah,” ungkapnya.

Terdapat informasi bahwa posisi-posisi strategis ini nantinya dapat diisi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.

Namun, mekanisme pengisian posisi tersebut hingga kini belum ditetapkan secara resmi.

“Mekanisme dibuka bagi yang ingin mendaftar atau seperti apa kami belum tahu,” jelas Abdul Malik.

Salah satu tantangan utama dalam pengisian jabatan ini terletak pada minat ASN Kementerian Agama untuk beralih ke Kementerian Haji dan Umrah.

Perbedaan jenjang eselon antara kedua kementerian dinilai menjadi faktor pertimbangan signifikan bagi para pegawai.

“Kepala Kantor Kemenag eselonnya lebih tinggi dibandingkan Kepala Kemenhaj dan Umrah. Begitupun untuk Kasubbag TU,” tuturnya.

Memasuki masa persiapan ibadah haji 2026, efisiensi dalam pelayanan menjadi prioritas utama bagi Kantor Kemenhaj dan Umrah Banyumas.

Meski jumlah pegawai terbilang minimalis untuk ukuran kementerian baru, pelayanan tetap berjalan normal sesuai standar operasional yang berlaku.

Dalam konteks ini, keberadaan posisi kepala seksi yang kosong tidak hanya berdampak pada distribusi tugas tetapi juga pada efektivitas keseluruhan operasional kantor tersebut.

Dengan mengandalkan pegawai yang ada saat ini, upaya optimalisasi kerja terus dilakukan agar pelayanan kepada jemaah haji dan umrah tetap terjaga kualitasnya.

Melihat situasi ini, penting bagi para pemangku kepentingan untuk segera mencari solusi guna mengatasi kekosongan jabatan strategis tersebut sebelum memasuki tahun pemberangkatan haji berikutnya.

Dengan demikian, harapan agar pelayanan kepada calon jemaah haji dapat terlaksana dengan baik menjadi lebih realistis. (yda/dda)

Berita Sebelumnya
Obwis Pantai Jadi Perhatian Khusus

Antisipasi Kecelakaan Laut, BPBD Kebumen Perketat Pengamanan Pantai

Berita Selanjutnya
Berdasarkan penelusuran hingga Jumat, 12 Desember 2025, pemerintah belum merilis pengumuman resmi mengenai jadwal pendaftaran CPNS 2026

Tak Hanya Gaji Pokok, Ini Daftar Lengkap Tunjangan PNS yang Perlu Diketahui