Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi di Purwokerto Bertahan di 160 Ribu per Kilogram

Harga Daging Sapi Bertahan Rp160 RibuHarga Daging Sapi Bertahan Rp160 Ribu
STABIL: Daging sapi di Pasar Manis Purwokerto terpantau masih stabil di kisaran Rp160 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Kamis (21/5)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, masyarakat di Purwokerto dapat bernapas lega karena pasokan daging sapi di pasar tradisional terpantau aman.

Sepekan menjelang perayaan besar ini, harga daging sapi tetap stabil di kisaran Rp160 ribu per kilogram.

Hal ini menjadi informasi penting bagi konsumen yang berencana membeli daging untuk keperluan rumah tangga maupun usaha kuliner.

Imam, seorang pedagang daging di Pasar Manis Purwokerto, mengungkapkan bahwa harga daging sapi telah bertahan pada level tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

“Sebelum Lebaran harganya Rp150 ribu. Setelah Lebaran sempat naik sampai Rp180 ribu, tapi kini turunnya hanya sampai Rp160 ribu,” jelas Imam kepada awak media pada Kamis (21/5).

Ia menilai bahwa kondisi harga saat ini tergolong normal, terutama di pasar tradisional.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun terjadi kenaikan harga setelah Lebaran Idulfitri, aktivitas jual beli di pasar tidak terpengaruh secara signifikan.

Masyarakat tetap membeli daging sapi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Imam melanjutkan bahwa penjualan di kiosnya cukup stabil setiap harinya, dengan rata-rata penjualan mencapai 35 hingga 50 kilogram daging sapi dari berbagai jenis bagian.

Namun, menjelang Hari Raya Idul Adha, ada proyeksi bahwa penjualan daging sapi akan mengalami penurunan.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang akan menerima pembagian daging kurban.

Dengan demikian, kebutuhan untuk membeli daging di pasar diperkirakan akan berkurang.

Situasi ini tentunya menarik perhatian para pedagang yang khawatir akan dampak penurunan daya beli masyarakat.

Sementara itu, Aziz, pedagang lain di pasar yang sama, memastikan bahwa stok daging sapi yang tersedia masih aman hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.

Ia menyatakan bahwa pasokan daging terus mengalir dengan lancar karena diperoleh langsung dari peternak.

“Stok masih aman sampai Idul Adha, soalnya pasokan langsung dari peternak jadi distribusinya lancar,” ungkap Aziz.

Aziz juga memberikan pandangan mengenai perbandingan antara permintaan menjelang Idulfitri dan Idul Adha.

“Kalau Idulfitri biasanya permintaan naik banget, jadi stok kadang terbatas. Kalau Idul Adha malah biasanya penjualan agak turun karena masyarakat dapat daging kurban,” tuturnya.

Pernyataan ini mencerminkan dinamika pasar yang berbeda pada kedua momen penting dalam kalender Islam.

Di tengah situasi ini, para pedagang berharap adanya stabilitas daya beli masyarakat hingga tiba hari raya nanti.

Aziz menyampaikan harapannya agar harga daging sapi tidak kembali mengalami lonjakan seperti yang terjadi saat Lebaran lalu.

“Harapannya harga tetap stabil dan penjualan bisa terus meningkat,” pungkasnya.

Menjelang Idul Adha, keberadaan pasokan daging sapi yang stabil menjadi hal krusial bagi masyarakat Purwokerto.

Ketersediaan yang baik tidak hanya memberikan kepastian bagi konsumen tetapi juga menjadi indikator kesehatan ekonomi lokal.

Dengan harga yang tetap terjaga dan pasokan yang lancar dari peternak, masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang tanpa khawatir tentang kelangkaan bahan pangan pokok tersebut. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pangeran William Bahagia The Villans Juara

Aston Villa Raih Gelar Liga Europa, Pangeran William Tak Kuasa Menahan Air Mata

Berita Selanjutnya
Jembatan Sungai Pranji Ambles

Jembatan Sungai Pranji di Purbalingga Ambles Separuh, Akses Warga Terganggu