Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jembatan Sungai Pranji di Purbalingga Ambles Separuh, Akses Warga Terganggu

Jembatan Sungai Pranji AmblesJembatan Sungai Pranji Ambles
AMBLES: Kondisi Jembatan Sungai Pranji di Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah yang ambles separuh, Rabu (20/5/2026) malam

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Jembatan Sungai Pranji yang terletak di RT 13 RW 06 Dusun II, Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga mengalami ambles separuh pada malam Rabu, 20 Mei 2026.

Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan hujan gerimis yang mengguyur wilayah Kecamatan Kalimanah.

Akibat amblesnya jembatan ini, arus lalu lintas yang menghubungkan desa-desa di sekitarnya terganggu secara signifikan, dengan kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

Kapolsek Kalimanah, AKP Mubarok menjelaskan bahwa amblesnya jembatan diduga disebabkan oleh erosi arus sungai yang terus-menerus mengikis pondasi jembatan.

Selain itu, faktor usia jembatan yang sudah cukup tua juga diyakini berkontribusi terhadap amblesnya struktur tersebut.

“Usia jembatan yang sudah tua menjadi salah satu penyebab utama amblesnya konstruksi ini,” ungkap Mubarok.

Camat Kalimanah, Panggih Adi Susilo menambahkan bahwa bagian badan jembatan yang longsor mencapai sekitar separuh dari total lebar jalan.

Kejadian ini menyebabkan akses kendaraan di lokasi menjadi sangat terbatas sehingga hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas secara bergantian.

“Saat ini kami masih dalam proses identifikasi kerugian materi. Beruntung tidak ada korban jiwa atau luka akibat kejadian ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, dampak dari amblesnya jembatan tidak hanya berpengaruh pada lalu lintas tetapi juga mengganggu distribusi air bersih di wilayah tersebut.

Pipa distribusi PDAM yang melintasi jembatan ikut terdampak, sehingga pasokan air bersih untuk wilayah Sidakangen dan sekitarnya mengalami gangguan.

Pemerintah Kecamatan Kalimanah bersama Pemerintah Desa Sidakangen segera turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal terhadap situasi ini.

“Kami telah berkoordinasi dengan PDAM untuk menangani aliran distribusi air bersih yang terganggu akibat kejadian ini,” tambah Panggih.

Ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan bersama Sekretaris Camat (Sekcam), Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pem), serta aparatur pemerintah desa terus melakukan pengawasan di lokasi guna mengantisipasi potensi longsor susulan yang mungkin terjadi.

Warga setempat juga diminta untuk lebih berhati-hati saat melintas di area tersebut, terutama pada malam hari dan saat cuaca hujan.

Salah satu warga Desa Sidakangen, Rudi (42) mengungkapkan bahwa kondisi jembatan memang sudah lama menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum akhirnya ambles.

“Sudah lama bagian pinggir jembatan retak-retak. Jika hujan deras datang, warga pasti merasa khawatir,” ujarnya dengan nada cemas.

Senada dengan Rudi, warga lainnya, Suyatno (51) berharap agar segera dilakukan perbaikan karena jembatan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.

“Kalau mobil tidak bisa lewat jadi harus memutar jauh. Semoga bisa cepat diperbaiki,” harap Suyatno.

Jembatan Sungai Pranji sendiri dibangun antara tahun 1963 hingga 1965 dan hingga saat ini belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh.

Kondisi ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap infrastruktur vital yang mendukung mobilitas dan kehidupan masyarakat di desa tersebut.

Peristiwa amblesnya Jembatan Sungai Pranji mencerminkan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah dalam hal pemeliharaan infrastruktur publik.

Kejadian seperti ini seharusnya menjadi pengingat akan pentingnya investasi dalam perawatan dan perbaikan infrastruktur demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Dari sudut pandang sosial-ekonomi, gangguan lalu lintas akibat amblesnya jembatan akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan warga setempat.

Aktivitas ekonomi yang bergantung pada mobilitas barang dan jasa bisa terhambat, sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat dan kesejahteraan umum.

Dalam konteks ini, perlu adanya langkah konkret dari pemerintah untuk segera melakukan evaluasi terhadap kondisi infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga secara menyeluruh.

Dengan demikian, kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir atas keselamatan mereka saat melintasi jalur-jalur vital seperti Jembatan Sungai Pranji. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Harga Daging Sapi Bertahan Rp160 Ribu

Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi di Purwokerto Bertahan di 160 Ribu per Kilogram

Berita Selanjutnya
Sopir Pikap Dituntut 6 Tahun

Sopir Pikap Terdakwa Laka Maut di Sokaraja Dituntut 6 Tahun Penjara