Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jelang Tahun Ajaran Baru 2026, Penjualan Perlengkapan Sekolah di Kebumen Menurun

Pedagang Keluhkan Sepinya PembeliPedagang Keluhkan Sepinya Pembeli
MENANTI PEMBELI: Siti, Pedagang peralatan sekolah di Pasar Tumenggungan mengaku, tahun ajaran baru kali ini tokonya semakin sepi dari pembeli

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026, para pedagang perlengkapan sekolah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kebumen justru menghadapi kondisi yang kurang menggembirakan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan lonjakan pembeli, kali ini aktivitas jual beli seragam, sepatu, hingga tas sekolah masih terlihat sepi.

Salah satu lokasi yang merasakan dampak tersebut adalah Pasar Tumenggungan, Kebumen.

Sejak masa libur sekolah dimulai, jumlah pengunjung yang datang untuk membeli kebutuhan sekolah belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Kondisi ini membuat omzet para pedagang mengalami penurunan dibandingkan musim penerimaan siswa baru pada tahun-tahun sebelumnya.

Para pedagang mengaku penjualan harian kini hanya berkisar satu hingga dua set perlengkapan sekolah.

Angka tersebut jauh di bawah harapan, terutama menjelang puncak musim masuk sekolah yang biasanya menjadi momen paling ramai setiap tahunnya.

Siti, salah seorang pedagang seragam sekolah di Pasar Tumenggungan, mengatakan perubahan pola belanja masyarakat menjadi penyebab utama menurunnya jumlah pembeli.

Menurutnya, banyak orang tua kini lebih memilih membeli kebutuhan sekolah melalui marketplace atau toko online.

Meski memahami alasan konsumen memilih belanja daring, ia mengaku kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang di pasar tradisional.

Siti menjelaskan bahwa harga seragam sekolah yang dijual di tokonya sebenarnya masih cukup bersaing.

Untuk seragam siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD), misalnya, satu setel seragam dibanderol sekitar Rp110 ribu dan harga tersebut masih dapat ditawar sesuai kesepakatan.

Sementara untuk atasan putih ukuran anak kelas satu SD dijual sekitar Rp55 ribu. Menurutnya, pembeli juga memiliki keuntungan karena dapat melihat kualitas bahan, ukuran, hingga warna secara langsung sebelum memutuskan membeli.

Keunggulan tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat agar tetap berbelanja di pasar tradisional.

Tidak hanya pedagang seragam, penjual sepatu dan tas sekolah juga merasakan kondisi serupa.

Penjualan harian yang biasanya meningkat menjelang tahun ajaran baru kini justru masih minim.

Fadlun, pedagang sepatu dan tas di Pasar Tumenggungan, mengatakan dalam sehari dirinya hanya mampu menjual satu hingga dua produk.

Menurutnya, situasi tersebut berbeda jauh dibandingkan beberapa tahun lalu sebelum tren belanja online berkembang pesat.

Ia menilai banyak konsumen memilih membeli melalui marketplace karena harga yang dianggap lebih murah serta pilihan produk yang lebih beragam.

Perkembangan perdagangan digital menjadi tantangan besar bagi pelaku usaha di pasar tradisional.

Kemudahan transaksi, berbagai promo, hingga layanan pengiriman membuat masyarakat semakin terbiasa berbelanja secara online.

Di sisi lain, pedagang pasar harus bersaing dengan harga yang terkadang sulit diimbangi karena tingginya biaya operasional usaha secara langsung.

Meski demikian, pasar tradisional masih memiliki keunggulan berupa pelayanan langsung, kesempatan menawar harga, serta kemampuan pembeli untuk memeriksa kualitas barang sebelum melakukan transaksi.

Meski menghadapi penurunan pembeli, para pedagang tetap optimistis kondisi akan membaik mendekati hari pertama masuk sekolah.

Mereka berharap masih banyak orang tua yang memilih datang langsung ke pasar untuk membeli perlengkapan sekolah anak-anaknya.

Momentum tahun ajaran baru diharapkan mampu meningkatkan penjualan sehingga dapat membantu memulihkan pendapatan pedagang yang selama beberapa waktu terakhir mengalami penurunan.

Dengan meningkatnya minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional, para pelaku usaha berharap roda perekonomian lokal dapat kembali bergerak dan memberikan manfaat bagi seluruh pedagang kecil di Kabupaten Kebumen. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Beasiswa SEHAT

Beasiswa SEHAT 2026 Berikan Peluang Kemudahan Biaya Pendidikan Bagi Mahasiswi

Berita Selanjutnya
450 Hektare Sawah Rawan Kekeringan

Kekeringan Mulai Melanda Banjarnegara, 450 Hektare Sawah dan Warga Terancam Krisis Air Bersih