BANYUMASEKSPRES.ID, Fujianti Utami Putri, yang lebih dikenal sebagai Fuji, telah menghadapi tantangan besar dalam perjalanan kariernya sebagai selebgram.
Setelah beberapa kali dikhianati oleh rekan kerja, Fuji kini menyadari betapa pentingnya keterbukaan terutama kepada orang tuanya dalam menjalani pekerjaannya.
Dalam sebuah wawancara terbaru dengan awak media, Fuji mengungkapkan bahwa ia telah melakukan perubahan signifikan dalam cara kerjanya terutama terkait transparansi dengan kedua orang tuanya, Faisal dan Dewi Zuhriati.
“Sebenarnya dari dulu orang tua selalu monitor, selalu nanyain cuma karena akunya mungkin sudah kelelahan kerja. Kadang udahlah aku pengin orang tua aku terima beres aja,” ungkap Fuji sambil mengenang masa lalunya.
Pernyataan ini mencerminkan bagaimana sebelumnya ia cenderung menutup diri dari keluarganya mengenai urusan pekerjaan.
Namun, sikap tertutup yang dimiliki Fuji pada masa lalu ternyata memberikan dampak negatif yang tidak pernah ia duga.
Ia mengakui bahwa kecerobohannya dalam berkomunikasi dengan orang tua dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, dia mengalami kerugian finansial yang sangat besar.
“Karena mungkin aku ceritanya juga paling setengah-setengah sama Papa tentang kerjaan aku, tentang detailnya. Jadi Mama-Papa juga gak punya kuasa lebih gak tahu menahu juga. Tiba-tiba ya udah udah kena batunya sendiri aku,” tambahnya dengan nada penyesalan.
Kini, setelah merasakan pahitnya dikhianati oleh orang-orang yang dipercayainya selama ini, mantan kekasih Thariq Halilintar ini memutuskan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Ia bertekad untuk melibatkan kedua orang tuanya dalam setiap aspek pekerjaannya guna menghindari hal serupa terulang kembali.
“Aku belajar deh semuanya ceritain sama orang tua mulai dari detail kerja ke mana sama siapa cerita ke semua,” tegas Fuji penuh keyakinan.
Pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Fuji. Sebelumnya, ia pernah menjadi korban penipuan mantan manajernya, Batara Ageng, yang membuatnya merugi hingga Rp 1,3 miliar.
Tidak hanya itu, hasil kerja kerasnya juga diduga digelapkan oleh eks rekan kerja dengan nominal hampir mencapai Rp 1 miliar.
Kedua insiden ini menjadi titik balik bagi Fuji untuk lebih berhati-hati dan terbuka terhadap keluarganya.
Keputusan Fuji untuk membuka diri kepada orang tuanya adalah langkah bijaksana di tengah dunia selebriti yang penuh dengan intrik dan persaingan ketat.
Dengan melibatkan Faisal dan Dewi Zuhriati dalam urusan pekerjaan, dia berharap dapat menghindari kejadian serupa di masa depan dan membangun karier yang lebih stabil serta aman.
Memasuki babak baru dalam hidupnya, Fuji tampaknya memahami betul bahwa kepercayaan keluarga adalah fondasi yang tak tergantikan dalam meraih kesuksesan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan perkembangan kedewasaan Fuji sebagai seorang profesional muda di industri hiburan tanah air.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan selebritas, penting sekali bagi Fuji untuk memiliki sistem dukungan kuat dari keluarga agar tidak mudah terjerumus lagi ke dalam jebakan-jebakan dunia kerja yang penuh godaan dan tipu daya.
Keberanian Fuji untuk membuka lembaran baru penuh transparansi patut diacungi jempol karena dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk selalu melibatkan keluarga dalam keputusan besar hidup mereka.
Dengan segala pembelajaran dari pengalaman pahit tersebut, harapan besar kini ada pada perjalanan karier baru Fuji yang lebih berhati-hati namun tetap optimis menyongsong masa depan cerah di dunia hiburan Indonesia. (*/dda)
















