Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

233 Ribu Bayi Lahir Sepanjang 2025, Korea Selatan Catat Kenaikan Angka Kelahiran 6,2 persen

Angka Kelahiran Korsel Naik 6,2 PersenAngka Kelahiran Korsel Naik 6,2 Persen
MENIDURKAN: Perawat meletakkan bayi ke tempat tidur

BANYUMASEKSPRES.ID, KOREA SELATAN – Angka kelahiran di Korea Selatan yang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan.

Berdasarkan laporan dari Badan Data Nasional yang dikutip oleh Allkpop pada Jumat (30/1), jumlah bayi yang lahir dari Januari hingga November 2025 mencapai 233.708, mencatat peningkatan sebesar 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam rentang waktu 18 tahun terakhir.

Jumlah bayi yang lahir pada bulan November 2025 saja mencapai 20.710, naik sebanyak 627 bayi atau sekitar 3,1 persen dibandingkan dengan November 2024.

Secara bulanan, angka ini merupakan pencapaian tertinggi sejak November 2019 ketika tercatat sebanyak 23.727 bayi lahir.

Badan Data Nasional menyatakan bahwa “Angka kelahiran mulai pulih mendekati tingkat sebelum pandemi Covid-19.”

Tren peningkatan ini telah berlangsung selama 17 bulan berturut-turut sejak Juli 2025, menandakan adanya perbaikan berkelanjutan dalam angka kelahiran.

Beberapa faktor turut berperan dalam pemulihan ini, termasuk meningkatnya jumlah pernikahan serta populasi perempuan usia 30-an yang lebih tinggi.

Selain itu, terdapat pula perubahan persepsi masyarakat di Korea mengenai persalinan yang lebih positif.

Secara kumulatif, dari Januari hingga November 2025, terdapat kenaikan sebesar 13.647 bayi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Angka ini juga menjadi total tertinggi untuk periode Januari hingga November sejak tahun 2021, saat tercatat sebanyak 243.383 bayi lahir.

Proyeksi data menunjukkan bahwa jumlah kelahiran tahunan diperkirakan akan meningkat untuk tahun kedua berturut-turut setelah mencatat pertumbuhan positif pada tahun 2024.

Sebelumnya, Badan Anggaran Majelis Nasional memprediksi angka kesuburan total tahun lalu berada di kisaran 0,80, yang menandakan pemulihan bertahap dari situasi sebelumnya.

Fenomena ini memberikan harapan baru bagi Korea Selatan yang sebelumnya menghadapi tantangan demografis serius akibat rendahnya angka kelahiran selama beberapa tahun terakhir.

Pemulihan angka kelahiran ini memiliki dampak signifikan bagi masa depan demografi Korea Selatan.

Kondisi tersebut tidak hanya mengindikasikan kesehatan populasi secara umum tetapi juga menjanjikan stabilitas ekonomi dan sosial dalam jangka panjang.

Pertumbuhan jumlah bayi baru lahir dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di Korea Selatan seperti kebijakan pendidikan dan kesehatan serta dinamika pasar tenaga kerja.

Dengan adanya peningkatan angka pernikahan dan perubahan sikap terhadap keluarga muda di kalangan masyarakat Korea Selatan, diharapkan tren positif ini akan terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif terhadap struktur demografi negara tersebut.

Perubahan persepsi mengenai pentingnya keluarga dan anak-anak di masa depan menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong angka kelahiran ke arah yang lebih baik.

Selain itu, program pemerintah yang mendukung keluarga muda dan upaya meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak turut memainkan peran penting dalam meningkatkan angka kelahiran ini.

Dukungan finansial serta fasilitas kesehatan yang lebih baik untuk ibu hamil dan keluarga muda menjadi langkah strategis untuk memastikan tren pertumbuhan populasi tetap stabil dan berkelanjutan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
PPATK Temukan Tambang Emas Ilegal

PPATK Temukan Perputaran Dana Tambang Emas Ilegal Nyaris 1.000 Triliun

Berita Selanjutnya
Sering Dikhianati Rekan Kerja

Kapok Dikhianati Partner, Fuji Tak Lagi Tutupi Urusan Kerja dari Orang Tua