Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kasus Kematian Bayi di Banyumas Turun dari 229 ke 209 pada 2025

Kematian Bayi di Banyumas TurunKematian Bayi di Banyumas Turun
PEMERIKSAAN: Pemeriksaan bayi di salah satu Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) pada wilayah Banyumas

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Data terbaru menunjukkan bahwa Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Banyumas mengalami penurunan pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, meskipun angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional.

Menurut Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, angka kematian bayi untuk tahun 2025 tercatat sebesar 12,8 per seribu kelahiran hidup.

Total kematian bayi yang dilaporkan sepanjang tahun lalu adalah 209 kasus, sebuah angka yang patut menjadi perhatian.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, Anton Ari Wibowo, SKM, M.Kes, mengungkapkan bahwa meskipun terdapat penurunan dari tahun 2024, capaian AKB di Banyumas masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata angka kematian bayi secara nasional yang mencapai 12,62 per seribu kelahiran hidup.

“Turun dibandingkan tahun 2024. Tahun 2024 jumlah kematian bayi adalah 229 kasus,” jelasnya.

Penurunan ini, meski menggembirakan, tetap menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih memiliki tantangan berat untuk menekan angka kematian bayi lebih jauh lagi.

Maka dari itu, diperlukan upaya yang lebih kuat dan terintegrasi agar AKB dapat berada di level yang lebih rendah baik dibandingkan dengan rata-rata nasional maupun provinsi.

“Provinsi tidak jauh dari itu,” tambah Anton.

Dalam menjelaskan penyebab tingginya angka kematian bayi di Kabupaten Banyumas, Anton menyebut beberapa faktor utama yang berkontribusi.

Gangguan respiratori atau masalah pernapasan menjadi salah satu penyebab utama selain infeksi dan abnormalitas struktur atau fungsi tubuh.

Kelainan-kelainan tersebut biasanya terjadi selama masa perkembangan janin dalam kandungan dan sudah ada sejak bayi lahir. Istilah medis untuk kondisi ini adalah kelainan kongenital.

“Berbagai faktor tersebut menjadi perhatian penting dalam upaya menurunkan angka kematian bayi,” ungkap Anton.

Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan bagi ibu dan anak.

Strategi ini mencakup penguatan layanan kesehatan mulai dari masa kehamilan hingga pasca persalinan.

Edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam program peningkatan kesehatan ini.

Kesadaran akan kesehatan ibu dan bayi harus ditingkatkan agar masyarakat lebih peka terhadap risiko-risiko yang dapat menyebabkan kematian bayi.

Hal ini mencakup pemahaman mengenai tanda-tanda bahaya selama kehamilan serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil.

Untuk tahun ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas telah menetapkan target baru terkait penurunan AKB.

Pemerintah menargetkan untuk menurunkan angka kematian bayi hingga mencapai 7,5 per seribu kelahiran hidup dengan total jumlah kematian bayi sebanyak 200 kasus.

“Tahun ini target AKB adalah 7,5 per seribu kelahiran hidup dengan jumlah kematian bayi 200 kasus,” pungkas Anton.

Upaya penurunan angka kematian bayi sangat krusial mengingat dampaknya terhadap kualitas generasi mendatang dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Setiap nyawa memiliki arti penting bagi keluarga dan komunitas. Oleh karena itu, semua pihak harus bersinergi untuk memastikan bahwa setiap ibu mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang memadai selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.

Pemerintah daerah juga perlu menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi non-pemerintah serta tokoh masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Hal ini tidak hanya sekadar tanggung jawab pemerintah tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat demi terciptanya lingkungan yang sehat bagi generasi penerus.

Dengan terus menerus melakukan evaluasi terhadap program-program yang sudah ada serta beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, diharapkan angka kematian bayi di Kabupaten Banyumas dapat terus menurun secara signifikan. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Anggaran Pemeliharaan Jalan Rp 14,45 M

Jelang Mudik Lebaran, Pemkab Cilacap Anggarkan 14,45 Miliar untuk Pemeliharaan Jalan

Berita Selanjutnya
Genangan Air Surut, Petani Khawatir Kualitas Panen

Genangan Air di Sawah Adimulyo Kebumen Mulai Surut, Petani Khawatir Kualitas Padi Terdampak