BANYUMASEKSPRES.ID, Marc Marquez kembali menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Pembalap Ducati Lenovo itu berhasil meraih hasil sempurna pada seri Grand Prix Jerman di Sirkuit Sachsenring dengan memenangkan sprint race dan balapan utama yang berlangsung pada 11-12 Juli.
Raihan maksimal tersebut membuat persaingan klasemen sementara MotoGP 2026 semakin menarik karena Marquez berhasil memangkas selisih poin dengan pemuncak klasemen, Jorge Martin, menjadi hanya 18 poin.
Kemenangan di Sachsenring menjadi momen penting bagi Marc Marquez setelah menjalani musim yang tidak mudah.
Sejak awal tahun, pembalap asal Spanyol tersebut masih berusaha mengembalikan performa terbaiknya usai menjalani operasi bahu kanan pada Mei lalu.
Cedera tersebut merupakan dampak dari kecelakaan yang dialaminya pada musim sebelumnya ketika tampil di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
Meski sukses mendominasi akhir pekan di Jerman, Marquez mengakui bahwa proses comeback yang dijalaninya belum sepenuhnya selesai.
Menurutnya, kemenangan tersebut memang menjadi suntikan kepercayaan diri, tetapi kondisi fisiknya masih belum berada pada level terbaik.
Karena itu, ia memilih tetap fokus menjalani proses pemulihan sambil menjaga peluang dalam perebutan gelar juara dunia.
Marquez mengatakan dirinya kini masih tertinggal 18 poin dari Jorge Martin yang memimpin klasemen sementara.
Dengan masih tersisa 11 seri balapan hingga akhir musim, peluang untuk membalikkan keadaan dinilainya masih terbuka lebar.
Namun, ia menyadari bahwa setiap balapan akan menjadi penentu sehingga konsistensi menjadi faktor yang sangat penting.
MotoGP 2026 saat ini memasuki jeda musim panas setelah berakhirnya GP Jerman.
Selama hampir satu bulan tidak ada balapan sebelum seri berikutnya digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada 7-9 Agustus mendatang.
Bagi sebagian pembalap, jeda tersebut menjadi waktu untuk beristirahat.
Namun, Marquez justru berencana memanfaatkan periode itu untuk meningkatkan kondisi fisiknya.
Pembalap berjuluk The Baby Alien itu menegaskan akan bekerja keras agar kondisi lengan dan bahunya semakin membaik sebelum kembali berlaga di Silverstone.
Meski belum bisa memastikan seberapa besar perkembangan yang akan dicapai, ia optimistis latihan dan program rehabilitasi yang dijalaninya dapat memberikan hasil positif.
Marquez juga mengakui bahwa usianya yang kini menginjak 33 tahun membuat pendekatan terhadap latihan berubah dibandingkan ketika masih lebih muda.
Jika dahulu ia bisa berlatih dengan intensitas tinggi tanpa memikirkan waktu pemulihan, kini kondisi tubuhnya mengharuskan pengaturan latihan yang lebih cermat agar tidak memperparah cedera.
Menurutnya, hari istirahat kini menjadi bagian penting dalam program latihan.
Ia tidak lagi mampu menjalani latihan berat selama dua hari berturut-turut karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
Kesadaran tersebut membuat Marquez lebih berhati-hati dalam menjaga kebugaran fisiknya sepanjang musim.
Perubahan pendekatan tersebut tidak mengurangi ambisi Marquez untuk kembali menjadi juara dunia MotoGP.
Pengalaman panjang di lintasan serta dukungan motor kompetitif dari Ducati Lenovo menjadi modal besar dalam menghadapi sisa musim.
Jika mampu menjaga konsistensi sekaligus meningkatkan kondisi fisiknya selama jeda kompetisi, peluang Marquez mengejar Jorge Martin di klasemen masih sangat terbuka.
Persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 diperkirakan akan semakin sengit ketika balapan kembali digelar di Silverstone.
Dengan selisih poin yang semakin tipis dan masih banyak seri tersisa, setiap kemenangan akan sangat menentukan arah perebutan gelar juara dunia hingga akhir musim. (*/stch/dda)














