BANYUMASEKSPRES.ID, Musisi Tantri Syalindri atau yang lebih dikenal sebagai Tantri Kotak resmi melaporkan mantan sahabatnya yang berinisial Popi ke pihak kepolisian atas dugaan tindak pidana penipuan.
Laporan tersebut dibuat bersama sejumlah korban lain yang juga mengaku mengalami kerugian akibat tindakan terduga pelaku.
Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan, sementara aparat kepolisian terus melakukan upaya pencarian terhadap Popi yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Tantri mengungkapkan bahwa polisi saat ini masih berusaha mendeteksi lokasi terduga pelaku.
Meski demikian, belakangan Popi disebut mulai berani menghubungi beberapa rekan kerjanya.
Informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk yang kini terus didalami oleh penyidik untuk mengetahui keberadaan pelaku dan mempercepat proses hukum yang sedang berjalan.
Meski telah melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum, Tantri memilih untuk tidak mengungkap secara rinci di kantor kepolisian mana laporan itu didaftarkan.
Ia juga enggan menjelaskan detail kronologi dugaan penipuan maupun bentuk transaksi yang menyebabkan dirinya mengalami kerugian.
Namun, vokalis grup band Kotak itu mengakui bahwa nilai kerugian yang dialaminya tidaklah sedikit.
Tantri menyebut kerugian yang dideritanya mencapai angka tiga digit atau ratusan juta rupiah.
Besarnya nominal tersebut tentu menjadi pukulan berat baginya, terlebih pelaku merupakan sosok yang sebelumnya dikenal sebagai sahabat dekat.
Pada awal mengetahui kejadian tersebut, Tantri mengaku sempat merasakan kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.
Kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun berubah menjadi rasa kecewa ketika dugaan penipuan itu terungkap.
Meski demikian, seiring berjalannya waktu, ia berusaha menerima kenyataan dan mengambil hikmah dari peristiwa yang menimpanya.
Pelantun lagu Beraksi itu mengatakan dirinya kini berusaha berdamai dengan keadaan.
Untuk menguatkan diri, Tantri mengaku berkonsultasi dengan guru-guru spiritual serta berbagi cerita dengan teman-teman dekat yang memberikan dukungan moral.
Dari proses tersebut, ia mencoba melihat musibah yang dialaminya dari sudut pandang yang lebih positif.
Menurut Tantri, ia berusaha meyakini bahwa setiap peristiwa yang terjadi merupakan bagian dari rencana Tuhan.
Ia bahkan menganggap kejadian tersebut sebagai salah satu cara Allah membersihkan hartanya.
Meski telah berusaha ikhlas, Tantri menegaskan bahwa proses hukum tetap harus berjalan demi memberikan efek jera kepada pelaku.
Tantri menilai langkah hukum bukan semata-mata untuk mendapatkan kembali kerugian yang dialaminya.
Baginya, yang lebih penting adalah mencegah agar tidak ada korban lain yang mengalami nasib serupa.
Karena itu, ia memilih tetap mendukung proses penyelidikan yang sedang dilakukan pihak kepolisian hingga perkara tersebut benar-benar tuntas.
Dalam menghadapi persoalan tersebut, Tantri mengaku sangat bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari sang suami, Hatna Danarda atau Arda Naff.
Kehadiran Arda disebut menjadi sumber kekuatan yang membantunya melewati masa-masa sulit setelah mengetahui dugaan penipuan tersebut.
Tantri bahkan menyebut suaminya sebagai sosok yang mampu menenangkan dirinya di tengah tekanan yang dihadapi.
Menurutnya, Arda selalu memberikan dukungan emosional, mendengarkan keluh kesahnya, serta membantu membangun kembali semangat agar tidak terus larut dalam rasa kecewa.
Hingga kini, penyelidikan terhadap kasus dugaan penipuan tersebut masih terus berlangsung.
Polisi dikabarkan masih memburu keberadaan Popi untuk dimintai keterangan terkait laporan yang diajukan Tantri bersama korban lainnya.
Tantri berharap proses hukum dapat berjalan secara adil sehingga pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku. (*/stch/dda)














