BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada tahun 2026 ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah telah mengeluarkan informasi terkait libur bersama bagi madrasah.
Berdasarkan surat resmi yang diterbitkan, seluruh jenjang madrasah di wilayah Jawa Tengah akan menikmati masa libur selama dua minggu, terhitung mulai pertengahan bulan Maret.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memfasilitasi siswa dalam menjalani ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan penuh khidmat.
Kepala MTs Negeri 2 Banyumas, Atik Restusari, M.Pd, melalui Kepala Tata Usaha (TU) Taufik, S.PdI, menjelaskan bahwa siswa madrasah akan diliburkan pada tanggal 16 hingga 20 Maret dan 23 hingga 28 Maret 2026.
Dengan demikian, kegiatan pembelajaran di madrasah akan kembali dimulai pada tanggal 30 Maret 2026.
“Total siswa madrasah akan libur selama dua minggu sebelum dan sesudah lebaran Idul Fitri,” ungkap Taufik saat ditemui oleh awak media pada Sabtu, 28 Februari.
Dalam penjelasannya, Taufik menambahkan bahwa para guru juga berhak mendapatkan libur sesuai dengan jadwal libur yang ditetapkan untuk madrasah.
Sementara itu, pegawai non-guru harus mengikuti ketentuan mengenai libur Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Kemenag kabupaten atau kota masing-masing.
Hal ini menunjukkan perhatian Kemenag dalam memberikan keseimbangan antara waktu kerja dan waktu istirahat bagi para pendidik serta pegawai di lingkungan madrasah.
Pada pekan ini, meski berbagai persiapan menuju liburan sudah dilakukan, siswa madrasah masih diwajibkan untuk mengikuti pembelajaran seperti biasa.
Agenda akademik tetap berjalan sesuai dengan kalender pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Siswa kelas VII dan VIII sedang menyelesaikan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS), sedangkan siswa kelas IX sedang mengikuti Asesemen Akhir Tahun (ASAT),” jelas Taufik lebih lanjut.
Sementara itu, di tingkat aliyah, Kepala MA Negeri 3 Banyumas, Drs. Solikhin, M.Ag, melalui Wakil Kepala Humas Sri Budiman, M.Pd juga menyatakan bahwa kebijakan libur bersama Idul Fitri ini berlaku untuk semua jenjang madrasah tanpa terkecuali.
Ketentuan waktu libur tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Kanwil Kemenag Jateng dengan nomor B-446/Kw.11.2/PP.00/02/2026 perihal pembelajaran pada bulan Ramadan.
Dalam konteks MA Negeri 3 Banyumas, Sri Budiman menjelaskan bahwa pekan ini siswa belum memulai tahap ASTS maupun ASAT.
Sekolah masih menjalankan kegiatan akademik lainnya yang sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini.
“Pada Sabtu lalu kami memfasilitasi siswa SMP/MTs untuk melaksanakan try out Tes Kompetensi Akademik (TKA). Semua fasilitas seperti internet, listrik dan komputer telah disiapkan,” pungkas Sri.
Menyinggung lebih jauh terkait persiapan menghadapi Idul Fitri, banyak orang tua siswa yang menyambut baik kebijakan ini karena mereka bisa lebih fokus dalam mendampingi anak-anak mereka selama bulan Ramadan yang penuh berkah ini.
Momen ibadah puasa adalah waktu yang tepat bagi keluarga untuk bersatu dan berbagi pengalaman spiritual.
Dengan adanya libur dua minggu ini, diharapkan siswa tidak hanya dapat menjalani ibadah puasa dengan baik namun juga dapat memperkuat hubungan sosial antar sesama teman dan keluarga saat merayakan hari raya nanti.
Kesempatan belajar dari rumah juga dapat menjadi fasilitas bagi beberapa siswa untuk mendalami materi pelajaran secara mandiri maupun dengan bantuan orang tua mereka.
Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan yang ingin membentuk karakter dan moral siswa agar lebih baik lagi ke depannya.
Liburan panjang menjelang Idul Fitri juga memberikan kesempatan bagi sekolah untuk mengevaluasi cara-cara pengajaran yang telah dilakukan serta memperbaiki kelemahan-kelemahan dalam sistem pembelajaran.
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi saat ini, sekolah-sekolah di Banyumas berusaha keras untuk beradaptasi dengan kondisi terbaru serta memenuhi kebutuhan pendidikan para siswanya.
Pembelajaran aktif merupakan salah satu metode yang kini banyak diterapkan guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.
Dengan melakukan pendekatan yang inovatif dalam pengajaran selama bulan Ramadan ini diharapkan agar proses belajar tetap berjalan efektif meskipun ada perubahan jadwal akibat libur lebaran. (yda/stch/dda)
















