BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga mengambil langkah awal dalam pembangunan gedung SBSN KUA Kecamatan Bojongsari dengan melakukan uji sondir pada Senin (26/1/2026).
Langkah ini bertujuan untuk memastikan kondisi tanah sebelum pembangunan gedung dimulai.
Uji sondir, yang juga dikenal sebagai Cone Penetration Test (CPT), dilakukan oleh tim teknis dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Tes ini penting untuk mengukur daya dukung tanah serta memeriksa kondisi lapisan tanah yang akan menjadi dasar perencanaan struktur bangunan.
Kasi Bimas Islam Kemenag Purbalingga, Mohammad Nur Hidayat, menjelaskan bahwa pelaksanaan uji sondir ini bukan hanya sekadar prosedur teknis, melainkan cerminan komitmen serius dari pihaknya agar pembangunan gedung SBSN KUA Bojongsari dapat terlaksana sesuai standar yang berlaku dan aman digunakan dalam jangka panjang.
“Sondir ini bukan hanya prosedur teknis, tetapi bentuk keseriusan kami agar pembangunan SBSN KUA Bojongsari berjalan sesuai standar, aman, dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujar Nur Hidayat pada Rabu (28/1/2026).
Beliau menambahkan bahwa hasil uji sondir nantinya akan dijadikan pedoman penting dalam proses perencanaan struktur dan pondasi bangunan.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi tanah di lokasi pembangunan, proses konstruksi dapat direncanakan secara lebih tepat dan efektif.
Sementara itu, Kepala KUA Bojongsari, Mutohir, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan uji sondir tersebut.
“Kami mendukung langkah ini. Harapannya, hasil uji sondir bisa menjadi pegangan agar pembangunan KUA nantinya benar-benar bermanfaat bagi pelayanan masyarakat,” tegas Mutohir.
Dukungan ini menunjukkan pentingnya analisis awal secara mendetail untuk memastikan keberlanjutan dan manfaat dari fasilitas publik yang akan dibangun.
Dalam pelaksanaan uji sondir ini, tim teknis melakukan pengukuran tekanan konus ke dalam tanah guna mengetahui kekuatan serta hambatan geser tanah tersebut.
Data hasil dari pengujian sangat krusial untuk menentukan desain pondasi gedung SBSN KUA Bojongsari.
Dengan mengikuti tahapan ini secara cermat, diharapkan pembangunan gedung KUA Bojongsari dapat berlangsung sesuai rencana dan memenuhi semua standar teknis yang berlaku.
Pentingnya uji sondir tidak hanya terletak pada aspek teknis saja tetapi juga sebagai upaya mitigasi risiko yang mungkin muncul selama dan setelah tahapan pembangunan berlangsung.
Mengidentifikasi potensi masalah geoteknikal sejak dini memungkinkan para insinyur dan perencana proyek untuk mengembangkan solusi konstruksi yang efektif dan efisien.
Ini juga mengurangi kemungkinan terjadinya penundaan proyek akibat masalah struktural yang tidak terprediksi sebelumnya.
Sebagai tambahan informasi, pengujian semacam ini umumnya dilakukan sebelum konstruksi besar dimulai terutama pada proyek-proyek yang didanai pemerintah seperti halnya dengan pembangunan gedung SBSN KUA Bojongsari ini.
engujian tanah adalah bagian penting dari proses perencanaan lokasi konstruksi karena memberikan informasi kritis tentang karakteristik tanah setempat termasuk kestabilan tanah dan potensi masalah seperti likuifaksi atau pergeseran tanah lainnya.
Dalam konteks proyek SBSN KUA Bojongsari, pelaksanaan tahap awal berupa uji sondir menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan ketahanan struktur bangunan bagi masyarakat setempat.
Masyarakat di Kecamatan Bojongsari tentunya berharap agar gedung baru ini nantinya dapat menyediakan layanan keagamaan yang lebih baik dan memadai. (*/stch/dda)
















