BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Empat hari telah berlalu sejak bencana banjir bandang melanda wilayah Kecamatan Mrebet dan Karangreja di Kabupaten Purbalingga, namun krisis air bersih masih menjadi masalah serius yang membelit masyarakat setempat.
Banjir bandang tersebut menyebabkan kerusakan parah pada jaringan distribusi air bersih, menyisakan warga tanpa akses yang memadai terhadap kebutuhan dasar ini.
Kondisi ini mendorong aparat kepolisian untuk langsung turun tangan membantu mengatasi krisis yang tengah dihadapi oleh warga.
Menurut Plt Kasi Humas Polres Purbalingga, Iptu Dwi Arto, pihak kepolisian telah mengambil langkah proaktif dengan mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.
“Masyarakat di lokasi terdampak banjir bandang mengalami krisis air bersih,” ungkap Iptu Dwi Arto kepada awak media pada Selasa (27/1/2026).
Untuk merespons keadaan darurat ini, Polres Purbalingga memobilisasi seluruh kendaraan dinas dari polsek-polsek di sekitarnya guna mengangkut dan menyalurkan air bersih ke daerah-daerah yang paling membutuhkan.
Sebanyak 16 mobil dinas Police Backbone diterjunkan ke lapangan untuk memastikan distribusi air bersih dapat mencapai titik-titik yang terkena dampak paling parah.
“Kami langsung menyalurkan air bersih tersebut kepada warga terdampak bencana banjir bandang,” tambahnya dengan penuh semangat.
Proses penyaluran ini difokuskan pada tiga desa utama yang berada dalam kondisi kritis, yakni Desa Sangkanayu di Kecamatan Mrebet serta Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja.
Air bersih ini diambil dari sumber mata air lokal, kemudian diangkut menggunakan mobil dinas yang dilengkapi dengan toren dan dikirim langsung ke desa-desa tersebut.
Dalam menghadapi bencana ini, Polres Purbalingga berkomitmen untuk melakukan distribusi air bersih secara bertahap dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Polres Purbalingga siap mendukung upaya penanganan bencana bersama stakeholder terkait,” tegas Iptu Dwi Arto, menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam situasi darurat seperti ini.
Sebagai langkah tambahan, Polres Purbalingga juga mendatangkan mobil penjernih air milik Satbrimob Polda Jawa Tengah.
Mobil penjernih ini ditempatkan dan dioperasikan di Posko Kesehatan Polres Purbalingga yang terletak di Desa Serang untuk meningkatkan kualitas air yang didistribusikan.
Bantuan yang diberikan oleh Polres Purbalingga menjadi sangat berarti bagi warga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca bencana.
Krisis air bersih bukan hanya mengganggu kenyamanan hidup, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lebih lanjut jika tidak segera ditanggulangi.
Oleh karena itu, langkah cepat dan tepat dari berbagai pihak sangat diperlukan agar kondisi darurat ini bisa segera teratasi.
Kesigapan aparat kepolisian dalam mendukung pemulihan pasca bencana menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat yang dilayani.
Kolaborasi antara aparatur negara dengan berbagai elemen masyarakat lainnya merupakan kunci sukses dalam menghadapi tantangan besar seperti bencana alam.
Dengan adanya dukungan berupa distribusi air bersih, setidaknya sebagian beban warga dapat terkurangi meski tantangan pemulihan masih panjang. (tya/stch/dda)
















