Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kementerian Kelautan dan Perikanan Target Kurangi Sampah Laut 8 Juta Ton

Target kurangi sampah laut 8 juta tonTarget kurangi sampah laut 8 juta ton
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP A. Koswara.

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan target ambisius untuk mengurangi sampah laut hingga 8 juta ton pada tahun 2027.

Target ini setara dengan 40 persen dari total sampah yang masuk ke laut setiap tahunnya, yang mencapai 20 juta ton.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, A. Koswara, menegaskan pentingnya pencapaian ini saat ditemui usai peluncuran Program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah) di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Koswara menjelaskan bahwa pengurangan sebesar 40 persen tersebut berarti sekitar 8 juta ton dari total sampah laut.

“Pengurangan 20 persen itu dari 20 juta ton, di tahun 2027. Tahun 2026 kan kita progres, proses. Tahun 2027 itu kurang lebih 40 persen, itu berarti 4 kali 20 juta ton, jadi kurang lebih 8 juta ton,” ujar Koswara kepada awak media.

Dalam upaya mewujudkan target tersebut, KKP berkolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia. Salah satu langkah nyata adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara KKP dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemprov Bali mengenai pengelolaan sampah.

“Mudah-mudahan ya, di tahun 2027 itu mulai banyak berkurang. Itu optimis. Minimal di dua provinsi yang sudah kita MOU kan,” jelas Koswara.

Namun demikian, Koswara menekankan bahwa keberhasilan pengurangan sampah laut sebesar 40 persen tidak dapat dicapai hanya dengan komitmen dari dua provinsi tersebut.

Ia menegaskan pentingnya memperluas kolaborasi dengan pemerintah provinsi lainnya di seluruh Indonesia agar target ini dapat terwujud secara nasional.

“Kita memang targetnya 40 persen. Tapi ini tidak bisa dicapai oleh dua provinsi, jadi harus kita kembangkan lagi kolaborasinya. Minimal 40 persen dari provinsi di Indonesia itu sudah masuk,” lanjutnya.

Program Laut Sebasah yang diluncurkan pada Rabu (6/8) menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menangani masalah sampah laut yang merupakan isu kritis bagi Indonesia saat ini.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah tetapi juga untuk menyelamatkan ekosistem pesisir dan pulau-pulau terpencil di tanah air.

Menurut Koswara, program ini bukan sekadar acara seremonial tetapi akan ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan konkret di lapangan yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah lainnya.

Ini sejalan dengan komitmen KKP untuk memastikan bahwa program Laut Sebasah dapat memberikan dampak nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan laut Indonesia.

Pengurangan sampah laut memiliki dampak besar terhadap ekosistem laut secara keseluruhan. Laut yang bersih akan mendukung kehidupan biota laut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya alam tersebut.

Dengan adanya program terstruktur seperti Laut Sebasah, harapan untuk memulihkan lingkungan laut semakin kuat.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian ekosistem maritimnya. Kerjasama lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci sukses dalam menghadapi tantangan lingkungan ini.

Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya sampah plastik dan pentingnya kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penentu keberhasilan program-program pengurangan sampah.

Keberhasilan program Laut Sebasah akan menjadi tolok ukur bagi upaya serupa di masa depan dan dapat dijadikan model bagi negara lain yang menghadapi masalah serupa dalam pengelolaan lingkungan maritim mereka.

Langkah-langkah konkret seperti edukasi publik mengenai pengelolaan sampah yang baik hingga penerapan teknologi ramah lingkungan perlu terus didorong demi tercapainya tujuan jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut Nusantara.

Dengan komitmen kuat dari semua pihak terkait serta dukungan penuh masyarakat luas, cita-cita mengurangi volume sampah hingga mencapai target ambisius ini bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Pabrikan mobil diminta hentikan perang harga

Pemerintah China Kembali Serukan Hentikan Perang Harga Pabrikan Mobil Listrik

Berita Selanjutnya
Gugatan ahli waris masuk tahap pembuktian tertulis

Kasus Gugatan Ahli Waris KPRI RSUD Margono Masuk Tahap Pembuktian Tertulis