BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kebahagiaan menyelimuti Taryono, warga Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, setelah menerima bantuan bedah rumah dari Komunitas Sedulur Kebumen.
Pria yang selama ini hidup seorang diri tersebut akhirnya dapat menempati rumah yang lebih layak berkat bantuan senilai Rp37 juta.
Program bedah rumah ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat dalam membantu warga kurang mampu.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026) dan dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jajaran Forkopimcam Alian, pemerintah desa, para donatur, serta anggota Komunitas Sedulur Kebumen.
Ketua Komunitas Sedulur Kebumen, Sugeng, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya digunakan untuk memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga melengkapi kebutuhan dasar penerima.
Dari total bantuan sebesar Rp37 juta, sebanyak Rp25 juta dialokasikan untuk renovasi rumah, sedangkan Rp12 juta digunakan untuk pengadaan perabotan rumah tangga agar Taryono dapat tinggal dengan lebih nyaman.
Menurut Sugeng, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen komunitas dalam menumbuhkan rasa kepedulian dan memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi penerima untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani meninjau langsung kondisi rumah yang sebelumnya ditempati Taryono.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Sedulur Kebumen yang telah berinisiatif membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan para donatur memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga yang belum tersentuh secara optimal oleh berbagai program sosial.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kebumen, kami mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Sedulur Kebumen yang telah membantu masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah ini,” kata Lilis.
Ia berharap gerakan sosial seperti ini terus berkembang sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya.
Bagi Taryono, bantuan tersebut menjadi momen yang sangat berarti dalam hidupnya.
Selama bertahun-tahun ia tinggal seorang diri di rumah sederhana dengan kondisi yang memprihatinkan dan jauh dari kata layak huni.
Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku tidak pernah menyangka akan memperoleh bantuan renovasi rumah dari Komunitas Sedulur Kebumen.
“Saya senang sekali, Alhamdulillah. Bertahun-tahun tinggal di rumah seperti ini, akhirnya mendapat bantuan bedah rumah dari Sedulur Kebumen,” ungkapnya penuh rasa syukur.
Program bedah rumah yang digagas Komunitas Sedulur Kebumen menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui dukungan para donatur, relawan, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar, warga kurang mampu seperti Taryono kini memiliki kesempatan untuk tinggal di rumah yang lebih aman, nyaman, dan layak huni.
Inisiatif seperti ini diharapkan terus menginspirasi berbagai pihak untuk memperkuat budaya gotong royong sekaligus membantu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Kebumen.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, semakin banyak keluarga yang dapat menikmati tempat tinggal yang lebih sehat dan meningkatkan kualitas hidup mereka. (cah/stch/dda)














