BANYUMASEKSPRES.ID, Swiss atau Switzerland terus menjadi incaran mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri.
Negara kecil di Eropa Tengah ini sudah tiga tahun berturut-turut dinobatkan sebagai negara terbaik di dunia versi U.S. News, berkat keamanan, kualitas hidup, dan mutu pendidikannya.
Skor keamanan yang sempurna membuat Swiss menjadi pilihan ideal bagi mahasiswa perantau.
Selain aman, Swiss juga dikenal memiliki reputasi pendidikan kelas dunia. Berdasarkan data World Population Review per 12 Agustus 2025, Swiss berada di peringkat keenam sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
Salah satu pusat akademiknya adalah kota Zurich, rumah bagi ETH Zurich, universitas yang menempati peringkat ketujuh dunia dan nomor satu di Eropa versi QS World University Rankings.
ETH Zurich terkenal dengan riset inovatif dan program akademik yang berkualitas. Lebih dari 9.000 mahasiswa internasional menempuh studi di kampus ini, mayoritas pada jenjang pascasarjana.
Kabar baiknya, mahasiswa Indonesia juga bisa menempuh studi S2 di sini melalui program Excellence Scholarship & Opportunity Programme (ESOP).

Program beasiswa ini memberikan kesempatan langka bagi lulusan sarjana dengan prestasi akademik luar biasa.
Pelamar harus termasuk dalam 10 persen lulusan terbaik atau memiliki indeks prestasi setara nilai A. Beasiswa ini tidak tersedia bagi mereka yang sudah memiliki gelar magister atau sedang menempuh studi S2 di ETH Zurich.
Selain itu, pelamar diwajibkan menyiapkan pra-proposal tesis magister sesuai format resmi, yang harus dibuat secara mandiri, menggunakan sitasi ilmiah, dan bebas dari plagiarisme atau misinformasi.
Proposal yang tidak sesuai aturan bisa berujung pada diskualifikasi atau pencabutan beasiswa.
Dokumen lain yang dibutuhkan meliputi dua surat referensi dari dosen, CV lengkap dengan nomor telepon aktif, serta kesediaan memulai kuliah pada semester musim gugur tahun berikutnya.
Proses seleksi juga meliputi wawancara via telepon atau video call yang dijadwalkan pada Februari mendatang. Tahun ajaran 2025/2026, kuota penerima beasiswa dibatasi hanya 60 mahasiswa.
Manfaat yang ditawarkan ESOP sangat menggiurkan. Penerima beasiswa akan mendapatkan pembebasan penuh biaya kuliah dan tunjangan biaya hidup serta studi sebesar CHF 12.000 atau sekitar Rp239,94 juta per semester (kurs 12 Agustus 2025).
Dana ini diberikan setiap awal semester selama tiga hingga empat semester, sesuai durasi program magister. Pencairan dilakukan ke rekening bank atau kantor pos pribadi di Swiss setelah mahasiswa menyelesaikan pendaftaran semester.
Pendaftaran akan dibuka mulai 1 hingga 30 November mendatang. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran bisa diakses langsung di laman resmi ETH Zurich.
Dengan manfaat besar dan kualitas pendidikan kelas dunia, beasiswa ini menjadi peluang emas bagi mahasiswa Indonesia yang bercita-cita kuliah di Eropa. (vip)
















