BANYUMASEKSPRES.ID, Bintang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, baru-baru ini berbagi kisah inspiratif mengenai bagaimana ia menjaga performa di tengah padatnya jadwal kompetisi sambil menjalani ibadah puasa Ramadan.
Di usia yang masih sangat muda, Yamal menunjukkan komitmennya untuk tetap berpuasa meskipun tuntutan fisik yang dihadapi dalam sepak bola Eropa tidaklah ringan.
Kondisi seperti ini bukanlah hal yang asing bagi FC Barcelona. Klub raksasa Spanyol tersebut telah menyiapkan program khusus untuk mendukung pemain muslim agar dapat mempertahankan performa optimal selama bulan suci.
Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah merancang menu makan malam dan sahur yang seimbang secara nutrisi, memberikan energi yang cukup tanpa berlebihan, sehingga para pemain tetap bugar saat menjalani latihan maupun pertandingan.
Yamal memiliki rutinitas tersendiri selama bulan Ramadan yang membantunya menjaga keseimbangan antara ibadah dan tanggung jawab profesionalnya sebagai atlet.
Ia mengatur waktu istirahat dan asupan makanan dengan sangat cermat agar tidak mengganggu ritme latihannya bersama tim.
“Saya bangun jam empat pagi dan sarapan besar [sahur]. Dengan begitu saya bisa bangun lebih siang daripada yang lain karena saya melewatkan jadwal sarapan tim,” ungkap Yamal dalam wawancara yang dilansir dari AS.
Setelah sahur, Yamal melanjutkan aktivitasnya dengan mengikuti agenda latihan seperti biasa, meskipun dalam keadaan berpuasa.
“Setelah itu saya pergi latihan dan kemudian kembali ke kamar untuk melanjutkan ibadah saya. Dan seterusnya sampai tiba waktunya saya bisa berbuka puasa,” jelasnya.
Komitmen Yamal terhadap ibadah dan olahraga menunjukkan dedikasinya tidak hanya sebagai pemain sepak bola, tetapi juga sebagai individu yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual.
Akhir pekan ini, FC Barcelona dijadwalkan menghadapi Levante UD pada pukul 16.15 waktu setempat.
Ini berarti Yamal kemungkinan akan bertanding dalam kondisi masih berpuasa, sebuah tantangan tersendiri bagi seorang atlet profesional.
Dalam menghadapi situasi ini, klub telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan kurma dan air mineral sebagai menu berbuka puasa di sela pertandingan jika Yamal bermain penuh.
Langkah ini mencerminkan komitmen FC Barcelona dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan spiritual pemain dengan tuntutan profesional di lapangan.
Keberadaan program khusus untuk pemain muslim di FC Barcelona merupakan contoh nyata bagaimana klub dapat memperhatikan kebutuhan pribadi atlet mereka tanpa mengorbankan performa tim secara keseluruhan.
Dengan dukungan nutrisi yang tepat dan pengaturan waktu yang baik, pemain seperti Lamine Yamal dapat menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi kualitas permainan mereka. (*/stch/dda)
















