BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – SMP Negeri 8 Purwokerto menjadi pusat perhatian seiring dengan pelaksanaan lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) untuk jenjang SMP tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025.
Sebagai bagian dari persiapan acara tersebut, sekolah ini memutuskan untuk mengalihkan proses belajar-mengajar ke sistem daring. Kebijakan ini berlaku sejak Selasa, 21 Oktober dan berlangsung hingga Rabu, 22 Oktober.
Keputusan ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan lomba tilawah putra dan putri yang berlangsung di sekolah tersebut.
Anton, Kepala SMP Negeri 8 Purwokerto, menjelaskan bahwa perubahan sementara dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring semata-mata untuk mendukung pelaksanaan acara penting ini.
“Besok pembelajaran kembali normal tatap muka,” ujarnya ketika diwawancarai pada Rabu, 22 Oktober.
Dengan demikian, siswa akan kembali ke kelas secara langsung setelah rangkaian acara lomba berakhir.
Namun, kebijakan ini berdampak pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya diberikan kepada para siswa.
Selama masa pembelajaran daring, pengantaran makanan bergizi ke sekolah dihentikan sementara. Meski begitu, Anton menegaskan bahwa jatah makanan bagi para siswa tidak akan hilang.
Berdasarkan kesepakatan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), jatah makanan nantinya akan digantikan dengan paket makanan kering yang akan diserahkan saat pembelajaran tatap muka dimulai kembali.
“Bukan disubstitusi malah ditambah,” terangnya lebih lanjut.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan lomba MAPSI tingkat provinsi ini, SMP Negeri 8 Purwokerto memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan kenyamanan bagi para peserta lomba tilawah dan juga para official yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Berbagai fasilitas telah dipersiapkan dengan baik oleh pihak sekolah untuk memenuhi kebutuhan selama acara berlangsung.
Mulai dari area parkir yang memadai hingga ruang kegiatan yang representatif telah disiapkan agar semua peserta dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam suasana yang nyaman dan kondusif.
Selain itu, dukungan petugas kesehatan juga disediakan selama acara berlangsung sebagai langkah antisipasi terhadap segala kemungkinan yang mungkin terjadi selama perlombaan.
Hal ini menunjukkan komitmen SMP Negeri 8 Purwokerto dalam menjamin keamanan dan kesehatan semua pihak yang terlibat dalam acara ini.
“Dijadwal besok (hari ini, Kamis) sudah penutupan,” pungkas Anton menandakan bahwa acara lomba akan segera berakhir dengan sukses.
Pada hari Rabu, 22 Oktober, para peserta lomba tilawah putra dari berbagai daerah di Jawa Tengah menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang MAPSI SMP tahun 2025 ini.
Semangat dan antusiasme terlihat jelas dari setiap peserta yang berlomba menampilkan kebolehan mereka dalam membaca dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil yang benar dan indah.
Acara MAPSI ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar pelajar tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar sekolah-sekolah di Jawa Tengah.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa dapat lebih mendalami ilmu agama dan seni Islam serta meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang-bidang tersebut.
Kompetisi seperti MAPSI juga menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka sekaligus memupuk rasa percaya diri ketika tampil di depan publik.
SMP Negeri 8 Purwokerto patut mendapatkan apresiasi atas upayanya menyelenggarakan acara selevel provinsi dengan persiapan yang matang dan fasilitas yang memadai.
Keberhasilan acara ini tentu tidak lepas dari kerja keras seluruh pihak terkait mulai dari panitia penyelenggara hingga jajaran guru dan staf sekolah yang bahu-membahu mewujudkan suksesnya acara tersebut. (yda/dda)
















