BANYUMASEKSPRES.ID, Dalam film terbaru berjudul “Balas Budi” yang disutradarai oleh Reka Wijaya, aktris Gisella Anastasia tampil sebagai Thalita, seorang penyanyi terkenal yang menjadi korban love scamming.
Film ini mengangkat isu penting mengenai bahaya penipuan cinta atau love scamming yang semakin marak dan meresahkan.
Thalita, karakter yang diperankan Gisella, terjebak dalam permainan manipulatif yang dilakukan oleh Budi, diperankan oleh Yoshi Sidarso.
Pengalaman pribadi Gisella ternyata memiliki kesamaan dengan karakter Thalita.
Gisella mengungkapkan bahwa meski belum pernah menjadi korban sindikat penipuan cinta secara langsung, ia pernah mengalami situasi serupa yang hampir membuatnya terjerat.
“Puji Tuhan belum pernah jadi korban love scamming yang benar-benar sindikat, tapi nyerempet-nyerempet gitu ada. Kena love bombing di awal, pernah,” ujar Gisella kepada awak media.
Keberuntungan berpihak pada pelantun lagu “Pencuri Hati” ini karena sifatnya yang logis dan tidak terlalu emosional.
Hal ini membantunya untuk segera menarik diri ketika menyadari adanya tanda-tanda hubungan yang tidak sehat.
“Untungnya aku lumayan logis sih. Nggak maksain kalau udah tahu nggak baik. Keluar dari situ dan memulai sesuatu yang sehat setelah sembuh,” jelas Gisella.
Meski tidak mengalami kerugian finansial seperti Thalita dalam film tersebut, Gisella mengakui bahwa dirinya pernah berada dalam situasi di mana cinta membutakan logikanya.
Pengalaman tersebut memberinya pelajaran berharga tentang pentingnya memahami dan mengenali tanda-tanda bahaya dalam hubungan asmara.
Gisella juga menekankan bahwa fase ‘dibutakan cinta’ adalah bagian dari proses pembelajaran hidup yang umum dialami banyak orang, terutama perempuan.
Dia berbagi pandangannya dengan penuh keterbukaan dan humor ketika menyebut masa-masa tersebut sebagai “bego-begonya perempuan”.
“Bego-begonya perempuan tuh, kayaknya ini real nih (kisah, Red) gue. Namanya juga kan belajar hidup, semua orang pernah punya masa-masa kurang pintarnya,” tukasnya sambil tertawa.
Film “Balas Budi” dihadirkan sebagai media untuk menyuarakan bahaya dari fenomena love scamming yang merupakan praktik penipuan dengan memanfaatkan emosi dan perasaan seseorang demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.
Dalam konteks sosial saat ini, penipuan cinta dapat terjadi melalui berbagai platform online maupun offline sehingga kesadaran dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk melindungi diri dari ancaman tersebut.
Sosok Thalita dalam film ini menggambarkan bagaimana seorang wanita cerdas dan mandiri bisa terjebak dalam skenario manipulatif jika tidak berhati-hati.
Selain memberikan hiburan, film ini juga memberikan edukasi kepada penonton tentang pentingnya menjaga hubungan agar tetap sehat dan saling menghormati.
Gisella berharap pesan moral dari film “Balas Budi” bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan modus-modus penipuan cinta serta dampaknya terhadap kehidupan individu.
Ia juga menambahkan bahwa setiap orang perlu belajar dari pengalaman buruk untuk menjadi lebih kuat dan bijaksana dalam menjalani kehidupan percintaan.
Dengan latar belakang kisah nyata dan relevansi isu love scamming yang diangkat, film ini diharapkan dapat menarik perhatian banyak penonton sekaligus memberikan pandangan baru mengenai dinamika asmara di era digital saat ini.
Mengikuti perjalanan Thalita dalam “Balas Budi”, penonton diajak untuk menyelami berbagai emosi mulai dari kebahagiaan hingga kekecewaan ketika cinta berubah menjadi alat manipulasi.
Film ini tidak hanya menampilkan alur cerita yang menarik tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya kepercayaan diri dan kecerdasan emosional dalam menghadapi berbagai tantangan hubungan. (*/dda)
















