Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Turunkan Kolesterol Sambil Menjaga Berat Badan dengan 6 Pola Diet Ini

Pola Hidup Sehat dimulai Dari Menu SarapanPola Hidup Sehat dimulai Dari Menu Sarapan

BANYUMASEKSPRES.ID, Memiliki kadar kolesterol tinggi membuat seseorang perlu lebih memperhatikan pola makan sehari-hari.

Selain membantu menjaga kesehatan jantung, pengaturan makanan juga dapat mendukung upaya menurunkan berat badan.

Ada beberapa jenis diet yang dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus mengontrol kadar kolesterol tinggi.

Beberapa di antaranya adalah diet Mediterania, DASH, TLC, Dean Ornish, Flexitarian, dan vegan.

Keenam pola diet tersebut memiliki pendekatan berbeda, tetapi sama-sama menekankan pilihan makanan yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol.

Marie Lorraine Johnson, dokter ahli gizi menyampaikan, diet keto kurang disarankan karena kandungan protein dan lemaknya yang tinggi. Diet tersebut juga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol.

Diet Apa yang Terbaik untuk Menurunkan Kolesterol?

Beberapa pola diet tidak hanya ditujukan untuk menurunkan berat badan, tetapi juga dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan mendukung kesehatan jantung.

Berikut beberapa jenis diet yang dapat menjadi pilihan untuk membantu menurunkan kolesterol dan berat badan.

1. Diet Mediterania

Diet Mediterania merupakan salah satu pola makan populer yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Pola makan ini menekankan konsumsi banyak sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

Selain itu, Anda juga direkomendasikan untuk mengonsumsi ikan, seafood dan minyak zaitun extra virgin oil.

Pola makan tersebut dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menjaga berat badan sekaligus memperhatikan kesehatan jantung.

2. Diet DASH

Diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension awalnya dirancang khusus untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Namun, diet ini juga efektif dalam menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida. Diet DASH dapat dilakukan dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh dan produk susu rendah lemak.

Diet ini juga menganjurkan pengurangan total asupan lemak, terutama lemak jenuh.

Karena itu, pola makan DASH tidak hanya memperhatikan jenis makanan, tetapi juga jumlah lemak yang dikonsumsi setiap hari.

3. Diet TLC

Pada tahun 2005, National Institutes of Health mengembangkan diet TLC (Therapeutic Lifestyle Changes) untuk membantu mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Diet TLC menggabungkan pola makan berdasarkan pedoman tertentu dengan aktivitas fisik selama 30 menit dalam seminggu.

Diet ini bisa dilakukan dengan konsumsi kurang dari 7% kalori harian berasal dari lemak jenuh.

Selain itu, asupan kolesterol dibatasi kurang dari 200 miligram (mg) per hari, sementara 25-35% kalori harian berasal dari total lemak.

Anda juga disarankan untuk mengonsumsi 10-25 g serat larut per hari. Pengaturan tersebut menjadi bagian penting dari diet TLC dalam membantu mengatur pola makan dan menjaga kadar kolesterol.

4. Diet Dean Ornish

Diet Dean Ornish adalah diet rendah lemak yang bersifat lacto-ovo-vegetarian. Artinya, Anda harus menghindari konsumsi daging hewan, tapi boleh mengonsumsi produk susu tanpa lemak dan putih telur.

Diet Ornish efektif dalam menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida. Diet ini juga menekankan konsumsi tanaman dalam bentuk alaminya.

Beberapa sumber protein yang termasuk di dalamnya adalah tahu, kacang-kacangan, dan tempe.

Diet Ornish juga mengutamakan biji-bijian utuh serta lemak sehat, sembari membatasi karbohidrat sederhana, terutama gula.

5. Diet Flexitarian

Diet Flexitarian pada dasarnya merupakan diet vegetarian yang memperbolehkan konsumsi makanan hewani dalam jumlah terbatas.

Pola makan ini mampu memperbaiki kesehatan metabolik, tekanan darah, serta mengurangi risiko diabetes.

Diet Flexitarian tidak memiliki aturan kaku dan lebih menekankan rekomendasi gaya hidup dalam memilih makanan.

Pola makan ini mengutamakan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Protein nabati juga lebih difokuskan dibandingkan protein hewani, meski daging dan produk hewani tetap dapat dikonsumsi sesekali.

Makanan juga dianjurkan dalam bentuk yang paling alami dan paling sedikit diproses. Sementara itu, gula tambahan dan makanan manis perlu dibatasi.

6. Diet Vegan

Diet vegan menghilangkan semua produk hewani yang dapat menurunkan kadar kolesterol secara drastis. Pola makan vegan berfokus pada berbagai sumber makanan yang berasal dari tumbuhan.

Pilihan makanan dalam diet ini terdiri dari biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, serta produk kedelai.

Karena tidak memasukkan produk hewani, pola makan vegan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan jenis diet lainnya.

Pemilihan makanan tetap menjadi bagian penting bagi orang yang ingin menurunkan kolesterol sekaligus menjaga berat badan.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari untuk Menurunkan Kolesterol

Selain memilih jenis diet, makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga perlu diperhatikan.

Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk membantu menurunkan kolesterol meliputi makanan olahan, makanan yang digoreng, dan makanan cepat saji.

Mengurangi makanan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjalani pola makan yang lebih menyehatkan jantung.

Pengaturan makanan juga dapat dilakukan bersamaan dengan penerapan pola diet yang sesuai.

Pada akhirnya, menjalani pola makan yang menyehatkan jantung dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi berat badan.

Enam pola diet tersebut memberikan beberapa pilihan pendekatan untuk membantu menjaga kesehatan sekaligus mendukung pengelolaan berat badan.(taa)

Berita Sebelumnya
PPPK Nakes

DPR Minta Pemerintah Angkat Nakes PPPK Menjadi PNS Mulai 2027

Berita Selanjutnya
Realme C100i

Realme C100i Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo dan Layar Spek Tinggi