BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – DJ Nathalie Holscher akhirnya memutuskan untuk berbicara kepada publik dan meminta maaf secara terbuka setelah menerima kritik tajam dari warganet terkait konten parodi kehamilan yang dianggap menyinggung aktris Erika Carlina.
Video tersebut menuai reaksi negatif karena menampilkan Nathalie dalam dandanan seperti ibu hamil, lengkap dengan daster dan perut palsu.
Konten ini juga melibatkan DJ Panda, pria yang diduga kuat sebagai ayah biologis anak yang dikandung Erika Carlina.
Dalam unggahan Insta Story pada hari Sabtu (20/7/2025), Nathalie menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui apa pun mengenai kehamilan Erika maupun hubungan pribadi antara Erika dan DJ Panda.
Ia menjelaskan bahwa pertemuannya dengan DJ Panda terjadi pertama kali saat mereka terlibat dalam proyek kerja sama untuk membuat konten tersebut.
“Gue sama dia ketemu karena ada project kerjaan. Masalah pribadi mereka, gue enggak tahu ya. Karena gue fokus di projectnya saja,” ujar Nathalie melalui akun Instagramnya @nathalieholscer, seperti dikutip pada Senin (21/7).
Mantan istri komedian Sule itu juga menambahkan bahwa konten tersebut sebenarnya dibuat sebelum podcast Erika Carlina bersama Deddy Corbuzier dirilis pada 18 Juli lalu.
Setelah podcast itu tayang dan identitas ayah biologis anak Erika menjadi perbincangan hangat, Nathalie mengaku segera memutuskan kerja sama dengan DJ Panda.
“Gue pribadi minta maaf jika konten tersebut menyinggung dan membuat Mbak Er down. Ini jadi pelajaran berharga untuk gue dan terima kasih sudah mengingatkan gue walaupun dengan hujatan,” katanya.
DJ berusia 32 tahun ini mengungkapkan bahwa dirinya merasa terkejut dan sedih atas berbagai hujatan yang diarahkan padanya. Ia menyatakan harapannya untuk dapat hidup tenang serta fokus mencari nafkah bagi dirinya dan anaknya.
Dalam kesempatan yang sama dengan permintaan maaf tersebut, Nathalie juga membagikan potongan pesan pribadinya dengan DJ Bravy, kekasih Erika Carlina, sebagai bentuk itikad baik dan klarifikasi terhadap situasi yang terjadi. Pesan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa tidak ada niat buruk dalam pembuatan konten tersebut.
Peristiwa ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya sensitivitas dalam berkarya di tengah perhatian publik yang besar. Selain itu, kejadian ini juga menggarisbawahi betapa cepatnya informasi dapat menyebar dan memicu respons dari masyarakat luas.
Nathalie berharap agar permintaan maaf ini dapat diterima dengan baik oleh semua pihak yang merasa tersinggung atau dirugikan. Ia juga berkomitmen untuk lebih berhati-hati di masa depan dalam setiap proyek kreatif yang ia jalani.
Meskipun mendapat kritik tajam dari publik, langkah Nathalie untuk meminta maaf secara terbuka menunjukkan upayanya dalam bertanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan. Dengan demikian, ia berharap agar situasi ini bisa diselesaikan secara damai dan tidak berlarut-larut.
Kontroversi ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pelaku industri hiburan akan dampak dari setiap karya yang mereka ciptakan, terutama saat karya tersebut menyentuh isu-isu sensitif atau melibatkan pihak lain tanpa izin atau persetujuan mereka.
Nathalie kini berharap untuk bisa melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik serta fokus pada pekerjaan-pekerjaan berikutnya tanpa adanya gangguan dari kejadian serupa di masa mendatang. (*/stch)
















