BANYUMASEKSPRES.ID, Di pagi yang cerah, lapangan golf kembali menjadi tempat favorit bagi Utami Agustina, seorang pegolf berusia 57 tahun asal Banjarnegara.
Di tengah hamparan rumput hijau yang terawat dengan baik, perempuan yang akrab disapa Mami ini tampak percaya diri saat menggenggam stik golf.
Ia bersiap melakukan pukulan yang telah menjadi rutinitasnya, dan menunjukkan bahwa semangat untuk berprestasi tidak mengenal usia.
Pujud Andriastanto melaporkan dari Banjarnegara bahwa, tak banyak yang menyangka bahwa Mami, begitu ia biasa dipanggil, kini telah dikaruniai enam cucu.
Namun, statusnya sebagai seorang nenek tidak menjadi penghalang untuk terus berkomitmen dalam dunia olahraga prestasi.
Sementara sebagian besar orang di usianya memilih untuk menikmati masa pensiun bersama keluarga, Utami justru aktif berlatih dan bertanding di berbagai kejuaraan mewakili Kabupaten Banjarnegara.
“Selama tubuh masih mampu bergerak dan semangat masih ada, saya akan terus berlatih dan bertanding,” katanya dengan penuh keyakinan.
Perjalanan karier golf Utami dimulai hampir tiga dekade lalu, tepatnya pada tahun 1996.
Kenalan awalnya dengan olahraga ini terjadi melalui sang suami, Tejo Sumarno.
Dari sekadar mencoba memegang stik golf, kecintaannya terhadap olahraga ini terus tumbuh hingga membawanya ke berbagai turnamen yang menguji kemampuannya.
Prestasi pertamanya diraih pada tahun yang sama ketika ia berhasil meraih gelar Best Nett Ladies dalam Turnamen HUT Tritih Golf Club Cilacap ke-21.
Sejak saat itu, perjalanan kariernya semakin bersinar dengan partisipasi di berbagai kejuaraan, dan namanya pun mulai dikenal luas di kalangan pegolf Jawa Tengah.
Meski kini sudah memiliki enam cucu yang menambah kebahagiaannya sebagai nenek, rutinitas latihannya tidak banyak berubah.
Hampir setiap pekan, Utami tetap konsisten turun ke lapangan golf untuk menjaga akurasi pukulan, meningkatkan konsistensi permainan dan sekaligus menjaga kebugaran fisiknya.
“Olahraga bukan hanya soal mengejar medali,” jelasnya.
“Lebih dari itu, olahraga adalah cara menjaga kesehatan sekaligus membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap produktif.”
Pengalaman panjang di dunia golf menjadi modal berharga bagi Utami.
Dalam olahraga ini, ketenangan mengambil keputusan dan kemampuan mengendalikan emosi sering kali menjadi kunci menuju kemenangan.
Kecermatan membaca karakter lapangan juga menjadi faktor penentu bagi keberhasilan seorang pegolf seperti Utami.
Kemampuan-kemampuan itulah yang membuatnya masih mampu bersaing dengan atlet-atlet yang jauh lebih muda.
Prestasi terbaru Utami adalah medali perak yang diperolehnya pada Porprov Jawa Tengah 2023 di Pati Raya.
Keberhasilannya semakin memperkuat posisi Banjarnegara dalam peta olahraga provinsi tersebut.
Kini menjelang Porprov XVII Jawa Tengah 2026 yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang, nama Utami kembali masuk dalam daftar atlet andalan yang diharapkan mampu menyumbangkan medali bagi kontingen Banjarnegara.
Ketua KONI Banjarnegara Nurohman Ahong menilai sosok Utami adalah contoh nyata bahwa prestasi olahraga tidak mengenal batas usia.
Menurutnya, kehadiran atlet senior yang tetap kompetitif seperti Utami dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga disiplin dan semangat berlatih.
“Menjadi tua adalah kepastian, tetapi menyerah pada usia bukanlah kewajiban,” tegasnya.
Bagi banyak atlet muda di Banjarnegara, Utami lebih dari sekadar peraih medali; ia adalah simbol konsistensi dan dedikasi tinggi dalam olahraga golf.
Ketika sebagian orang memilih berhenti karena alasan usia, ia justru terus bergerak maju tanpa henti.
Dengan enam cucu yang menjadi kebanggaannya dan motivasinya untuk terus aktif di lapangan golf, Utami tetap setia membawa stik golf ke lapangan setiap kali kesempatan itu muncul. (jud/stch/dda)














