Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Cilacap Optimistis Capai Target Produksi Padi 2026, Ribuan Hektare Sawah Siap Tanam

Target Produksi Padi Optimis TercapaiTarget Produksi Padi Optimis Tercapai
TANAM PADI : Petani di wilayah Kecamatan Maos melakukan masa tanam padi

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kabupaten Cilacap menunjukkan optimisme yang tinggi dalam mencapai target produksi padi pada tahun 2026.

Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia dan mengoptimalkan penggunaan lahan pasca panen, harapan untuk memenuhi sasaran ini semakin realistis.

Saat ini, terdapat ribuan hektare lahan sawah yang siap memasuki masa tanam pada bulan Juni 2026, dan lahan tersebut diharapkan dapat menjadi penopang penting dalam pencapaian target produksi padi di daerah ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, menjelaskan bahwa sebagian besar petani di wilayah ini telah menyelesaikan musim tanam ketiga.

Namun, masih terdapat sekitar 5.000 hingga 7.000 hektare lahan yang sedang atau akan segera ditanami.

“Sebagian besar sudah selesai tanam. Namun masih ada sekitar 7.000 sampai 8.000 hektare lahan yang belum ditanami,” ungkapnya pada Rabu (17/6).

Optimisme dalam pencapaian target produksi padi ini tidak terlepas dari strategi peningkatan luas tambah tanam, yang ditargetkan mencapai 174.000 hektare pada tahun 2026.

Hal ini menandakan adanya upaya serius dari pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya dalam sektor pangan strategis seperti padi.

Selain itu, beberapa areal persawahan di berbagai wilayah juga mulai memasuki masa panen, menandakan siklus pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

Setelah proses panen dilakukan, lahan-lahan tersebut akan kembali ditanami jika ketersediaan air mencukupi.

Salah satu daerah yang akan segera memasuki masa panen adalah Desa Bulupayung yang terletak di Kecamatan Kesugihan.

Sigit menambahkan bahwa apabila kondisi air memungkinkan, para petani dapat kembali menanam padi untuk meningkatkan total produksi mereka.

“Kalau airnya cukup bisa ditanami padi lagi. Kalau tidak cukup, bisa ditanami palawija seperti jagung atau kacang hijau,” jelas Sigit.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian, masyarakat Cilacap diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan tantangan lainnya yang mungkin muncul di masa depan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
KPK Minta Tambahan Rp762 Miliar

KPK Usulkan Tambahan Anggaran 762,30 Miliar untuk Perkuat Pemberantasan Korupsi di 2027

Berita Selanjutnya
Dirumorkan Operasi Plastik

Lisa Blackpink Dituding Operasi Hidung Setelah Tampil di Pembukaan Piala Dunia 2026