BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Meskipun tahapan pemilu telah berakhir, upaya untuk meningkatkan kesadaran politik di kalangan masyarakat Kabupaten Banjarnegara terus berlanjut.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjarnegara mengambil langkah strategis dengan menggandeng Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk memperkuat pendidikan politik serta pendidikan pemilih yang bersifat berkelanjutan.
Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi pemilu mendatang, tetapi juga untuk membangun kesadaran politik yang solid di dalam masyarakat.
Ketua KPU Banjarnegara, M Syarif SW, menekankan bahwa pendidikan politik sangat penting, tidak hanya menjelang pemilu atau pilkada.
Ia percaya bahwa peningkatan pemahaman masyarakat mengenai demokrasi harus dilakukan secara konsisten.
“Sinergi antara KPU dan Kesbangpol merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran politik masyarakat. Kolaborasi ini tidak hanya dilakukan saat ada tahapan pemilu, tapi juga pada masa non-tahapan,” ujarnya.
Syarif menambahkan bahwa masih banyak aspek yang perlu diperkuat dalam pendidikan politik di kalangan masyarakat.
Hal ini mencakup pemahaman hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta pentingnya berpartisipasi dalam proses demokrasi dengan cara yang cerdas dan bertanggung jawab.
Dengan memberikan informasi yang tepat dan edukatif, diharapkan masyarakat akan lebih aktif dalam menggunakan hak pilih mereka.
Kepala Kesbangpol Banjarnegara, Izak Danial Aloys, turut menyampaikan pentingnya peningkatan partisipasi politik sebagai tanggung jawab bersama.
“Bukan hanya tugas penyelenggara pemilu semata,” tegasnya.
Menurut Izak, keberhasilan pemilu dan pilkada tidak hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan acara tersebut, tetapi juga dari tingkat keterlibatan masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.
“Kami berharap kerja sama ini dapat mendorong peningkatan partisipasi politik masyarakat pada pemilu maupun pilkada yang akan datang. Suksesnya demokrasi adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Izak menjelaskan lebih lanjut bahwa Kesbangpol selama ini memiliki program-program pembinaan ideologi, wawasan kebangsaan, dan pendidikan karakter yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Program-program tersebut dianggap sebagai sarana efektif untuk memperkuat edukasi politik di kalangan warga Banjarnegara.
Melalui pendekatan yang inklusif dan berkesinambungan ini, diharapkan setiap individu bisa memahami perannya dalam sistem demokrasi secara lebih baik.
Pendidikan politik yang dijalankan oleh KPU dan Kesbangpol bukan saja bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi terhadap isu-isu sosial-politik yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.
Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi pemilih pasif ketika hari H tiba, tetapi juga aktif terlibat dalam diskusi-diskusi terkait kebijakan publik yang mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. (jud/stch/dda)
















