BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Tahun 2026 menjadi momen penting bagi Kabupaten Banjarnegara dalam meningkatkan infrastruktur penerangan jalan.
Pemerintah daerah ini berhasil memperoleh bantuan dari pemerintah pusat untuk pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) sebanyak 77 titik.
Bantuan ini tidak hanya memberikan tambahan pencahayaan di jalan-jalan, tetapi juga berfungsi sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya di kawasan wisata serta jalur strategis yang menghubungkan berbagai lokasi penting.
Kepala Seksi Sarana Prasarana Keselamatan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarnegara, Agus Prijono, menjelaskan bahwa meskipun tahun ini anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak dialokasikan secara khusus untuk pembangunan LPJU baru, keberadaan bantuan dari pemerintah pusat sangatlah berarti.
“Tahun ini anggaran LPJU dari APBD hanya difokuskan untuk pemeliharaan dan penyediaan perlengkapan jalan,” ungkap Agus.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada keterbatasan dalam anggaran, upaya untuk memperbaiki infrastruktur tetap menjadi prioritas.
Bantuan pemasangan LPJU tersebut berasal dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas I Jawa Tengah.
Dari total 77 titik yang akan dipasang, sebanyak 37 titik akan dipasang di ruas jalan nasional.
Rincian pemasangan mencakup sepuluh titik di ruas Joho, dua puluh titik di ruas Panggisari-Gandulekor, serta tujuh titik tambahan yang berlokasi di depan Kantor Kecamatan Susukan.
Penempatan lampu-lampu ini dipilih secara strategis, dengan mempertimbangkan kebutuhan penerangan yang mendesak di jalur-jalur vital.
Selain itu, Dishub Banjarnegara juga menerima bantuan teknis untuk memasang 40 titik LPJU yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Setiap kecamatan mendapatkan sepuluh titik tambahan; misalnya, sepuluh titik di Gumelem dan sepuluh titik lainnya di jalur menuju objek wisata terkenal Curug Pitu yang terletak di Kecamatan Sigaluh.
Tidak kalah pentingnya adalah lokasi pemasangan di kawasan wisata Sekong yang berada di Kecamatan Wanadadi dan ruas Kalibening–Pandanarum.
Pemilihan lokasi-lokasi ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan keamanan pengunjung dan pengguna jalan lainnya.
Dalam pelaksanaan pemasangan LPJU ini, Dishub Banjarnegara memiliki peran krusial dalam membantu pemetaan titik koordinat pemasangan serta proses penyambungan jaringan listrik bersama PLN.
Sementara itu, penyediaan unit lampu dan tiang dilakukan oleh pemerintah pusat sebagai bagian dari kerjasama dalam meningkatkan infrastruktur publik.
Hal ini merupakan contoh nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mencapai tujuan yang lebih besar yaitu peningkatan keselamatan masyarakat.
Keberhasilan dalam menambah jumlah LPJU ini juga sejalan dengan upaya Dishub Banjarnegara dalam efisiensi pengelolaan lampu penerangan jalan umum melalui program konversi lampu lama menjadi lampu LED.
Pada tahun ini, pengadaan perlengkapan LPJU dari APBD diarahkan untuk mengganti lampu konvensional jenis son-t atau lampu berwarna kuning dengan lampu LED yang lebih hemat energi berdaya 90 watt dan 120 watt.
Penggantian tersebut dilakukan tidak hanya di kawasan perkotaan tetapi juga menyentuh wilayah-wilayah kecamatan lainnya.
Langkah konversi ke lampu LED ini menunjukkan hasil positif bagi Kabupaten Banjarnegara.
Sebelumnya, tagihan listrik LPJU mencapai sekitar Rp1,4 miliar per bulan; kini angka tersebut turun menjadi sekitar Rp1,3 miliar per bulan setelah implementasi penggunaan lampu LED.
Hal ini tentu saja memberikan dampak positif pada anggaran daerah dan memungkinkan alokasi dana lebih besar untuk program-program lain yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan bertambahnya jumlah penerangan jalan melalui bantuan pemerintah pusat dan efisiensi penggunaan energi dari lampu LED, Banjarnegara tidak hanya meningkatkan keselamatan di jalur-jalur vital tetapi juga memperkuat daya tarik kawasan wisatanya. (far/stch/dda)














