Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Strategi KONI Banjarnegara Raih Prestasi Porprov 2026, Fokus pada Pelatih dan Gizi Atlet

KONI Perkuat Kompetensi Pelatih dan Gizi AtletKONI Perkuat Kompetensi Pelatih dan Gizi Atlet
SAMPAIKAN MATERI: Pelatihan penyusunan program pelatih dan gizi atlet bagi pelatih cabang olahraga di Kabupaten Banjarnegara bersama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam rangka mempersiapkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII yang akan berlangsung pada tahun 2026, upaya persiapan tidak hanya menjadi tanggung jawab para atlet, tetapi juga melibatkan peningkatan kualitas pelatih.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banjarnegara mengambil langkah proaktif dengan memperkuat kemampuan para pelatih melalui pelatihan yang berfokus pada penyusunan program latihan serta pemahaman gizi atlet.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan dihadiri oleh puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga.

Pelatihan ini merupakan bagian integral dari upaya KONI Banjarnegara untuk menciptakan sistem pembinaan atlet yang lebih terukur dan berbasis ilmu pengetahuan.

Dalam pelatihan ini, para pelatih diberikan kemampuan untuk menyusun program latihan yang efektif, mengatur beban latihan secara tepat, memantau perkembangan atlet dengan baik, serta memahami kebutuhan nutrisi berdasarkan karakteristik masing-masing cabang olahraga.

Hal ini sangat penting untuk membangun fondasi yang kokoh dalam mencapai prestasi di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi.

Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatih sebagai salah satu fokus utama menjelang Porprov 2026.

Dia menjelaskan bahwa prestasi atlet berkelas tinggi tidak dapat dipisahkan dari proses pembinaan yang dilakukan oleh pelatih yang kompeten dan berpengalaman.

“Persiapan menuju Porprov tidak hanya soal meningkatkan kemampuan atlet. Pelatih juga harus terus mengembangkan kapasitasnya, termasuk dalam penyusunan program latihan yang tepat dan pengelolaan gizi atlet. Dua hal ini sangat menentukan pencapaian prestasi,” ungkap Nurohman pada Rabu (17/6/2026).

Sebagai bagian dari pembinaan yang terintegrasi, perhatian terhadap aspek gizi sering kali belum menjadi prioritas dalam proses pengembangan atlet.

Padahal, pola makan yang benar memiliki dampak langsung terhadap kebugaran fisik, proses pemulihan setelah berlatih atau bertanding, serta performa saat pertandingan berlangsung.

Oleh karena itu, pelatihan ini memberikan penekanan khusus pada pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi selama program latihan intensif.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari akademisi Unnes seperti Purwono Sidik Permono, Natalia Desy Putriningtyas, dan Sobihin.

Ketiga narasumber ini berbagi pendekatan ilmiah terbaru dalam pembinaan olahraga prestasi.

Materi yang disampaikan mencakup perencanaan latihan jangka pendek dan jangka panjang, pengaturan intensitas latihan yang sesuai dengan kondisi fisik atlet, strategi pemulihan fisik pasca-latihan atau pertandingan, serta pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi bagi atlet selama menjalani program latihan.

Purwono Sidik Permono menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga daerah sangat vital dalam menciptakan sistem pembinaan yang lebih modern dan efektif.

“KONI Banjarnegara saat ini sedang memantau dan mempersiapkan atlet-atlet unggulan menuju Porprov. Kami dari perguruan tinggi memiliki program pengabdian kepada masyarakat, sehingga kerja sama seperti ini menjadi sangat relevan dan bermanfaat,” tuturnya.

Keberadaan pelatihan ini menunjukkan keseriusan KONI Banjarnegara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pelatih memiliki peranan sentral dalam membentuk karakter serta kemampuan atlet.

Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan dan pelatihan untuk para pelatih harus terus dilakukan agar mereka mampu mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia olahraga.

Melihat antusiasme peserta selama pelatihan berlangsung, terlihat jelas bahwa para pelatih sangat menghargai kesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai aspek-aspek penting dalam mendidik atlet.

Diskusi interaktif antara akademisi dan praktisi di lapangan menghasilkan wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam program latihan sehari-hari mereka.

Pentingnya gizi dalam olahraga semakin mendapat perhatian di kalangan para pelatih dan atlet saat ini.

Pengertian tentang bagaimana makanan memengaruhi kinerja fisik bukan hanya sekadar teori belaka, tetapi sudah menjadi bagian integral dari setiap program latihan sukses.

Dengan memahami kebutuhan nutrisi individu berdasarkan jenis cabang olahraga yang dijalani, para pelatih dapat merancang pola makan yang mendukung kesehatan dan performa atlet secara optimal. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kantor Desa Klapagading Kulon "Disegel" Lagi

Dua Hari Setelah Kesepakatan Damai, Kantor Desa Klapagading Kulon Banyumas Disegel

Berita Selanjutnya
Swasembada Bawang Putih dalam Empat Tahun

Pemerintah Targetkan Swasembada Bawang Putih 3 Tahun, Impor 90 Persen Bakal Dihentikan