Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
KPU Siapkan Anggaran 1,42 Triliun untuk Tahapan Awal Pemilu 2029
35 Naskah Kuno Ditemukan di Cilacap, Ada Alquran Berusia 200 Tahun

35 Naskah Kuno Ditemukan di Cilacap, Ada Alquran Berusia 200 Tahun

35 Naskah Kuno Ditemukan35 Naskah Kuno Ditemukan
NASKAH KUNO : Sejumlah naskah kuno ditemukan oleh Dinas Arpus yang masih tersimpan oleh masyarakat di sejumlah kecamatan di Cilacap

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Di 18 Kecamatan di Cilacap, kekayaan sejarah dan budaya Kabupaten Cilacap kembali terungkap melalui inisiatif yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap.

Kegiatan ini, yang dikenal dengan nama Visitasi dan Identifikasi Naskah Kuno Nusantara, merupakan upaya strategis dalam mendata sekaligus melestarikan naskah-naskah kuno yang masih tersimpan di masyarakat.

Hal ini menjadi bagian penting dari warisan budaya dan sumber pengetahuan masa lalu yang perlu diperhatikan agar tidak hilang begitu saja.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tim gabungan telah dibentuk yang terdiri dari Dinas Arpus Cilacap, komunitas sejarah Tjilatjap History, serta Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap.

Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses identifikasi dari berbagai sudut pandang sejarah dan budaya.

Hingga saat ini, dari total target 24 kecamatan, tim telah berhasil melakukan visitasi di 18 kecamatan.

Dari hasil pendataan tersebut, ditemukan sebanyak 35 naskah kuno di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap, Achmad Fauzi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar mendata naskah kuno yang ada, tetapi juga berfungsi untuk menyelamatkan naskah-naskah tersebut agar tidak mengalami kerusakan atau hilang dari peredaran.

Ia menambahkan bahwa beberapa naskah yang ditemukan memiliki usia yang cukup tua.

Salah satu penemuan menarik adalah sebuah Alquran kuno yang diperkirakan berusia antara 150 hingga 200 tahun.

“Ini adalah bagian dari upaya kita menjaga warisan budaya agar tetap lestari dan bisa diketahui generasi mendatang,” ujar Achmad Fauzi pada Selasa (16/6).

Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya pelestarian naskah-naskah kuno sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Penting untuk dicatat bahwa pihak Arpus juga memberikan edukasi kepada pemilik naskah mengenai cara penyimpanan dan perawatan yang benar agar kondisi naskah dapat tetap terjaga dengan baik.

Dalam kegiatan ini, jenis-jenis naskah yang ditemukan sangat beragam, mulai dari kertas hingga daun lontar, bahkan lempengan tembaga.

Isi dari naskah-naskah tersebut juga bervariasi, mencakup ajaran agama, sejarah daerah setempat, kesenian lokal, hingga kearifan lokal masyarakat.

“Dari sisi aksara, naskah tersebut ditulis menggunakan aksara Pegon, Jawa, dan Arab. Hal ini menunjukkan bahwa Cilacap sejak lama menjadi wilayah dengan keragaman budaya dan tradisi literasi yang berkembang,” lanjutnya dengan penuh semangat.

Pernyataan ini mencerminkan betapa kaya dan beragamnya khazanah budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Cilacap.

Kegiatan identifikasi naskah kuno ini diharapkan tidak akan berhenti sampai di sini saja.

Proses identifikasi masih akan terus dilanjutkan hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Cilacap terdata secara lengkap.

“Diharapkan semakin banyak naskah kuno yang bisa ditemukan dan didokumentasikan sebagai bagian dari sejarah daerah,” pungkas Achmad Fauzi.

Melalui kegiatan seperti ini, Kabupaten Cilacap menunjukkan komitmennya untuk melestarikan warisan budaya yang ada di tengah masyarakat.

Upaya pelestarian tidak hanya berfokus pada pengumpulan data semata tetapi juga mencakup peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya mereka sendiri.

Keberadaan naskah-naskah kuno memiliki makna lebih bagi masyarakat setempat karena merupakan cerminan perjalanan sejarah mereka.

Dengan memahami isi dan konteks dari setiap naskah yang ada, generasi muda dapat lebih menghargai nilai-nilai tradisi serta kearifan lokal yang telah ada sejak zaman dahulu. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Rp 1,42 T untuk Tahapan Awal Pemilu

KPU Siapkan Anggaran 1,42 Triliun untuk Tahapan Awal Pemilu 2029