BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam langkah yang menggembirakan bagi masyarakat Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, pemerintah desa telah berhasil menyelesaikan pembangunan Kawasan Terpadu dan Kios Pasar tanpa mengandalkan dana dari pemerintah.
Proyek ini merupakan hasil kerja sama dengan pihak ketiga dengan menggunakan skema Bangun Guna Serah (BGS) yang berlangsung selama 15 tahun.
Keberhasilan pembangunan ini menjadi terobosan signifikan di tengah keterbatasan anggaran yang sering dihadapi oleh banyak desa dalam melaksanakan program-program pembangunan.
Kepala Desa Bantarbarang, Mistrianti, menjelaskan bahwa keseluruhan proses pembangunan kawasan ini dilakukan sepenuhnya melalui investasi pihak ketiga.
“Pembangunan tersebut melibatkan pihak ketiga tanpa menggunakan anggaran pemerintah,” jelasnya tegas.
Penjelasan ini menunjukkan komitmen pemerintah desa untuk mencari solusi inovatif dalam pengembangan infrastruktur tanpa harus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) maupun bantuan dari pemerintah pusat atau daerah.
Rencana pembangunan Kawasan Terpadu dan Kios Pasar Desa Bantarbarang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi semata.
Menurut Mistrianti, proyek ini juga dirancang untuk mempercantik tata ruang desa dan sekaligus berfungsi sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) di masa mendatang.
“Kehadiran Kawasan Terpadu dan Kios Pasar Desa Bantarbarang diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu mendorong perputaran dan laju perekonomian masyarakat sekitar,” tambahnya.
Kawasan terpadu ini dilengkapi dengan 21 unit kios yang disiapkan untuk mendukung berbagai kegiatan usaha masyarakat setempat.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan para pelaku usaha dapat lebih mudah menjalankan bisnis mereka serta menarik lebih banyak pelanggan.
Mistrianti menegaskan bahwa tidak ada satu rupiah pun dana pemerintah yang digunakan dalam proyek pembangunan ini, meneguhkan prinsip kemandirian desa dalam pengelolaan sumber daya.
Optimisme terhadap keberadaan kawasan terpadu ini sangat tinggi. Mistrianti berharap bahwa kawasan tersebut akan berkembang menjadi pusat kegiatan sosial, keagamaan, sekaligus ekonomi bagi masyarakat desa Bantarbarang dan wilayah sekitarnya.
“Serta dapat menghidupkan aktivitas masyarakat Desa Bantarbarang dan sekitarnya,” ungkapnya penuh harapan.
Keberadaan fasilitas baru ini mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha yang telah menempati kios-kios tersebut.
Salah satunya adalah Sudarjo, seorang pedagang bakso yang telah mendapatkan kios berukuran 6 x 4 meter lengkap dengan fasilitas toilet di dalamnya.
“Saya sangat bersyukur mendapatkan kios ini. Harapannya, ke depan pengunjung di sekitar kawasan ini makin ramai. Sehingga, pendapatan pedagang akan meningkat,” ujarnya dengan penuh semangat.
Peresmian Kawasan Terpadu dan Kios Pasar Desa Bantarbarang dilakukan langsung oleh Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif pada Sabtu, 12 Juni 2026.
Acara peresmian tersebut tidak hanya menjadi momen penting bagi desa tapi juga mencerminkan keberhasilan kolaborasi antara pemerintah desa dengan pihak swasta dalam menciptakan peluang baru bagi masyarakat lokal.
Dalam konteks pembangunan desa, keberhasilan proyek seperti Kawasan Terpadu dan Kios Pasar ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya inovasi dan kerja sama antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini juga menunjukkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan dalam hal anggaran publik, dengan kreativitas dan kemauan untuk berkolaborasi, masih ada cara untuk membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, keberadaan kawasan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi lokal serta memacu munculnya berbagai usaha baru di sekitarnya.
Dengan kata lain, proyek ini bukan hanya sekadar membangun fisik bangunan tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang lebih besar di mana setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi dan mendapatkan manfaat. (tya/stch/dda)














