Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Peringatan 1 Suro di Kebumen, MLKI Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan dan Lestarikan Budaya Jawa

MLKI Ajak Lestarikan Nilai Luhur Budaya JawaMLKI Ajak Lestarikan Nilai Luhur Budaya Jawa
KHIDMAT: Peringatan Tanggap Warso 1 Suro 1960 Soko Jowo di Balai Pertemuan Warga Dukuh Bodeh, Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Rabu (17/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Kabupaten Kebumen menyelenggarakan peringatan Tanggap Warso 1 Suro 1960 Soko Jowo yang berlangsung di Balai Pertemuan Warga Dukuh Bodeh, Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar pada Rabu (17/6).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Staf Ahli Bupati Kebumen Yani Giat Setiawan, Forkopimcam Karanganyar, perangkat Desa Grenggeng, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan para penghayat kepercayaan.

Kegiatan tersebut tidak hanya sekedar seremonial, tetapi juga dipenuhi dengan semangat untuk melestarikan tradisi budaya leluhur melalui kenduri bersama dan pagelaran karawitan.

Kenduri ini menjadi simbol kerukunan serta kekuatan kolektif dalam menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya.

Dalam sambutannya, Yani Giat Setiawan mewakili Bupati Kebumen menyampaikan pentingnya menjaga amanah yang sejalan dengan nilai-nilai luhur budaya Jawa.

Nilai-nilai tersebut antara lain adalah hidup berintegritas, menghormati sesama manusia, menjaga keseimbangan dengan alam, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.

“Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar MLKI, untuk terus menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Kebumen. Mari kita rawat kerukunan, lestarikan budaya, jaga persaudaraan, serta tanamkan nilai-nilai kebajikan kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan mencintai daerahnya,” ucapnya.

Pernyataan Yani Giat Setiawan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengedepankan nilai-nilai sosial dan budaya yang dapat memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Peringatan Tanggap Warso 1 Suro ini seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk merenungkan kembali arti dari kerukunan dan kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Sekretaris MLKI Kabupaten Kebumen Kadarsono menjelaskan bahwa tema acara kali ini adalah “Sirnaning Pangrasa Trus Manunggal”.

Tema ini mengandung harapan agar setiap individu mampu meredam angkara murka dalam diri mereka sendiri.

Dengan demikian, setiap orang dapat berkontribusi menjadi lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harapannya agar kita semua dapat meleremkan atau menyingkirkan angkara murka yang berada di pribadi kita masing-masing agar kita dapat menuju dalam kemanunggalan dengan yang maha kuasa sehingga menjadi manusia yang lebih baik waspada dan rukun serta harmonis di setiap kehidupan dan di masyarakat,” jelas Kadarsono.

Dalam konteks sosial saat ini, tema tersebut terasa sangat relevan.

Mengingat tantangan yang dihadapi masyarakat seperti meningkatnya ketegangan sosial dan konflik antar kelompok, penting bagi setiap individu untuk introspeksi dan menghilangkan sifat-sifat negatif dalam diri mereka.

Kadarsono menekankan bahwa kedamaian dan keharmonisan tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah atau organisasi tertentu saja tetapi juga merupakan tanggung jawab semua lapisan masyarakat.

Acara ini pun diwarnai oleh berbagai atraksi seni budaya lokal yang menampilkan kekayaan warisan budaya Jawa.

Pagelaran karawitan sebagai salah satu bagian dari kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur tetapi juga sebagai media pendidikan kepada generasi muda tentang pentingnya melestarikan budaya asal mereka.

Media seni seperti karawitan memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai positif dalam masyarakat.

Dalam momen-momen seperti inilah terlihat betapa pentingnya peran komunitas dalam menjaga kelangsungan warisan budaya dan tradisi lokal.

Masyarakat diajak untuk bersatu dalam rangka memperkuat identitas kultural mereka tanpa melupakan nilai-nilai universal seperti toleransi dan saling menghargai antar sesama.

Peringatan Tanggap Warso 1 Suro bukan hanya sekedar tradisi tahunan tetapi juga merupakan sebuah upaya kolektif dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga hubungan harmonis antarsesama serta menghormati perbedaan.

Dalam konteks itu, MLKI Kabupaten Kebumen berperan aktif dalam mengajak masyarakat untuk bersatu padu demi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.

Dengan adanya partisipasi dari berbagai elemen masyarakat seperti pemerintah daerah, FKUB, dan penghayat kepercayaan lainnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar berbagai pihak dapat menghasilkan sesuatu yang lebih besar. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Diduga Korsleting, Rumah Lansia Terbakar

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Sidareja Cilacap, Kerugian Capai 100 Juta

Berita Selanjutnya
Kantor Desa Klapagading Kulon "Disegel" Lagi

Dua Hari Setelah Kesepakatan Damai, Kantor Desa Klapagading Kulon Banyumas Disegel