BANYUMASEKSPRES.ID, Dalam sebuah momen bersejarah bagi sepak bola China, wasit Ma Ning kembali dipercaya untuk memimpin pertandingan pada putaran final Piala Dunia setelah jeda panjang selama 24 tahun.
Penunjukan ini menjadi titik balik yang signifikan, menandai kembalinya wasit asal China ke pentas dunia sepak bola setelah terakhir kali tampil pada edisi Piala Dunia 2002.
Laga yang dipimpinnya adalah pertandingan Grup E antara Ekuador dan Curacao yang berlangsung di Stadion Kansas City pada hari Minggu (21/6) WIB.
Kepercayaan FIFA kepada Ma Ning tidak hanya sekadar simbol semangat, tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas perwasitan di negara tersebut.
Dalam pertandingan ini, Ma Ning tidak sendirian; ia didampingi oleh dua ofisial lain asal China, yaitu Zhou Fei sebagai asisten wasit dan Fu Ming yang bertugas sebagai Video Assistant Referee (VAR).
Keterlibatan ketiga ofisial ini dalam satu pertandingan menunjukkan bahwa FIFA mulai mengakui kemampuan wasit dari China di tingkat internasional.
“Ma Ning akan jadi wasit asal China pertama sejak 24 tahun untuk memimpin laga Grup E antara Ekuador melawan Curacao di Stadion Kansas City,” tulis CGTN, menegaskan betapa pentingnya penunjukan ini bagi perkembangan sepak bola di negara yang kerap mengedepankan aspek komersial dalam olahraga.
Bagi Ma Ning, kesempatan ini bukanlah hasil dari kebetulan. Sebagai seorang wasit berpengalaman berusia 47 tahun, ia telah melalui berbagai ajang bergengsi sebelum mendapatkan kepercayaan ini.
Sebelum tampil di Piala Dunia 2026, Ma Ning sudah terlibat dalam beberapa pertandingan prestisius lainnya, termasuk Piala Dunia Antarklub 2025.
Di samping itu, ia juga menjadi bagian dari tim perangkat pertandingan dalam ajang Piala Asia 2023 bersama Fu Ming dan Zhou Fei.
Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Ma Ning sebelum menerima salah satu tugas paling prestisius dalam kariernya.
“Saya merasa terhormat bisa memimpin laga ini,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Ia menjelaskan bahwa penugasan di pentas dunia seperti Piala Dunia merupakan peluang emas untuk belajar dari wasit terbaik di dunia.
Fu Ming sendiri bukan sosok baru dalam kompetisi internasional. Sebelum laga Ekuador kontra Curacao, ia sudah dua kali dipercaya oleh FIFA untuk bertugas sebagai wasit VAR pada pertandingan lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa FIFA memberikan kepercayaan lebih kepada para wasit asal China, sekaligus memperlihatkan meningkatnya kualitas mereka di arena internasional.
Ma Ning menyatakan tekadnya untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.
Ia berharap dengan pengalaman yang didapatnya dapat berkontribusi terhadap pengembangan perwasitan di negaranya tercinta.
“Saya ingin membawa pengalaman ini kembali ke China dan membantu meningkatkan kualitas perwasitan kita,” katanya penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Ma Ning menekankan pentingnya profesionalisme dan semangat yang harus ditunjukkan oleh para wasit asal China di panggung Piala Dunia.
“Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kami memiliki profesionalisme dan semangat yang tinggi,” tambahnya dengan antusiasme yang jelas terlihat.
Penting untuk dicatat bahwa penunjukan Ma Ning sebagai wasit utama di laga tersebut tidak hanya berdampak pada dirinya pribadi tetapi juga membawa harapan besar bagi generasi penerus wasit di China.
Harapan ini muncul di tengah upaya negara tersebut untuk meningkatkan standardisasi dan profesionalisme dalam bidang perwasitan sepak bola.
Sebelum era Ma Ning, sepak bola China mengalami masa-masa sulit terutama dalam hal reputasi perwasitan internasional.
Banyak kalangan yang meragukan kemampuan wasit asal China dalam mengelola pertandingan-pertandingan besar.
Namun dengan adanya penunjukan ini, ada angin segar yang mengindikasikan adanya perubahan positif dalam kualitas dan integritas perwasitan.
Dengan begitu banyak perhatian tertuju pada laga Ekuador melawan Curacao, setiap langkah Ma Ning akan diawasi secara ketat bukan hanya oleh penggemar sepak bola tetapi juga oleh para kritikus dan pengamat olahraga global yang ingin melihat apakah ia mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang ada. (*/stch/dda)
















