BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga menunjukkan kinerja yang mengesankan dalam realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2025.
Dalam laporan resmi yang disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai angka Rp2.131.156.997.315,43, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp2.096.179.854.000,00. Capaian tersebut setara dengan 101,66 persen dari target yang direncanakan.
Rapat Paripurna yang berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026, menyoroti berbagai aspek dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 yang disampaikan oleh Bupati Fahmi.
Dia menegaskan bahwa data yang dipresentasikan masih berstatus un-audited per 31 Desember 2025, sehingga perlu diinterpretasikan dengan cermat.
Selain fokus pada pendapatan, Pemkab Purbalingga juga melaporkan hasil realisasi belanja daerah yang menunjukkan angka signifikan.
Dari total anggaran belanja sebesar Rp2.150.822.651.000,00, realisasi belanja mencapai Rp2.082.035.452.519,01 atau sekitar 96,80 persen dari total anggaran yang dialokasikan.
Hal ini menunjukkan pengelolaan anggaran yang cukup baik meskipun masih terdapat beberapa kekurangan.
Bupati Fahmi Muhammad Hanif tidak segan-segan mengakui bahwa selama penyelenggaraan pemerintahan sepanjang tahun 2025 terdapat sejumlah kekurangan yang perlu menjadi bahan evaluasi lebih lanjut.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam proses penyelenggaraan pemerintahan tahun 2025 masih terdapat berbagai kekurangan,” ujarnya dalam rapat tersebut.
Pengakuan ini menunjukkan sikap transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah daerah dalam menilai kinerja mereka sendiri, serta komitmen untuk terus memperbaiki diri ke depan.
Di tengah proses evaluasi tersebut, Pemkab Purbalingga mencatat sejumlah capaian prestasi yang patut dibanggakan sepanjang tahun 2025.
Setidaknya terdapat sebelas penghargaan yang berhasil diraih oleh pemerintah daerah, dua di antaranya adalah opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut.
Prestasi ini bukan hanya sekedar angka atau piagam penghargaan semata; opini WTP mencerminkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang baik dan transparan, serta menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dalam hal pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program-program pembangunan.
Lebih jauh lagi, Kabupaten Purbalingga juga mendapatkan kepercayaan dari Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai pilot project untuk pengembangan Geoportal Palapa Versi 5.
Ini merupakan langkah strategis dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan publik dan transparansi informasi kepada masyarakat.
Bupati Fahmi berharap berbagai capaian tersebut dapat menjadi pemicu untuk peningkatan layanan kepada masyarakat di Purbalingga.
“Kami berharap capaian prestasi dan penghargaan yang telah diraih tersebut dapat menjadi pemicu untuk terus meningkatkan pelayanan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Purbalingga,” ungkapnya dengan optimisme.
Mengintegrasikan capaian prestasi dengan upaya perbaikan adalah hal penting bagi setiap pemerintah daerah agar dapat memenuhi harapan masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan ke depan.
Dalam konteks ini, diperlukan sinergi antara berbagai sektor dan elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal kemajuan Kabupaten Purbalingga.
Peningkatan kinerja pemerintahan tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan pendapatan daerah tetapi juga berimplikasi langsung pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, sangat krusial bagi Pemkab Purbalingga untuk terus melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dilaksanakan selama ini agar dapat merumuskan kebijakan yang lebih efektif di masa mendatang.
Dalam menghadapi tantangan-tantangan baru di tahun-tahun berikutnya, penting bagi seluruh stakeholder di Kabupaten Purbalingga untuk bersatu padu dalam menjalankan visi pembangunan berkelanjutan demi tercapainya kesejahteraan rakyat.
Dengan demikian, segala prestasi dan penghargaan yang telah diraih bukan hanya menjadi catatan sejarah tetapi juga motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran vital dalam proses perubahan ini melalui partisipasinya dalam program-program pemerintah serta memberikan masukan konstruktif terkait kebijakan-kebijakan publik yang ada.
Hanya dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakatlah tujuan bersama untuk menciptakan Kabupaten Purbalingga yang lebih sejahtera dan berdaya saing dapat terwujud.
Dengan penekanan pada prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi serta upaya kontinuitas dalam perbaikan kinerja pemerintahan, Bupati Fahmi Muhammad Hanif optimis bahwa Kabupaten Purbalingga akan semakin maju dan mampu menjawab tantangan zaman dengan lebih baik lagi. (tya/stch/dda)
















