Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

4 Perpustakaan Desa di Purbalingga Dapat Bantuan Komputer dan 500 Buku

Empat Perpusdes Lolos Program TPBISEmpat Perpusdes Lolos Program TPBIS
Mey Ratna Hartanti, Staf Pelaksana Bidang Perpustakaan Dinas

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam sebuah langkah signifikan menuju pengembangan literasi masyarakat desa, empat perpustakaan desa (perpusdes) di Kabupaten Purbalingga telah berhasil lolos dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang diinisiasi oleh Perpustakaan Nasional.

Program ini direncanakan akan mulai diterapkan pada tahun 2026 dan memberikan dukungan berupa perangkat serta koleksi buku yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas literasi di lingkungan desa.

Keempat perpustakaan yang berhasil masuk dalam program TPBIS ini adalah Perpustakaan Andong Sinawi yang berada di Desa Tlahab Kidul, Perpustakaan Lentera Ilmu dari Desa Gembong, Perpustakaan Mutiara Ilmu yang terletak di Desa Sempor Lor, serta Perpustakaan Darul Ulum yang ada di Desa Pandansari.

Keberhasilan ini tentunya menjadi momen membanggakan bagi masyarakat setempat, terutama dalam upaya mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan di wilayah masing-masing.

Mey Ratna Hartanti, Staf Pelaksana Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga, menjelaskan bahwa program TPBIS ini akan memberikan bantuan langsung dari Perpustakaan Nasional kepada perpustakaan-perpustakaan desa yang terpilih.

“Tahun 2026, Perpustakaan Desa di Kabupaten Purbalingga bakal mendapatkan bantuan satu unit komputer, printer, serta 500 eksemplar buku,” ungkap Mey saat ditemui pada Minggu (15/3/2026).

Bantuan berupa 500 buku tersebut memiliki variasi yang cukup menarik. Di antaranya terdapat buku bacaan anak yang dirancang untuk meningkatkan minat baca generasi muda serta paket buku teknologi tepat guna.

Buku-buku dalam kategori teknologi tepat guna ini mencakup materi tentang pertanian, peternakan, dan keterampilan praktis lainnya.

Sehingga, masyarakat desa tidak hanya memperoleh akses terhadap bacaan berkualitas tetapi juga informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka sehari-hari.

Mey menambahkan bahwa sebelum mendapatkan kesempatan ini, Dinas Perpustakaan Kabupaten Purbalingga telah mengajukan tujuh perpustakaan desa untuk mengikuti program TPBIS.

Namun dari tujuh perpustakaan tersebut, hanya empat yang dinyatakan memenuhi kriteria oleh Perpustakaan Nasional.

“Perpustakaan yang diajukan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya adalah perpustakaan aktif, memiliki akses internet, serta memiliki pengelola yang menjalankan layanan perpustakaan,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa untuk dapat terpilih dalam program tersebut bukanlah hal yang mudah.

Persyaratan ketat ini bertujuan agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada pihak-pihak yang mampu memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal demi meningkatkan literasi masyarakat.

Pengadaan komputer dan printer juga merupakan aspek penting dalam mendukung pelayanan perpustakaan. Menurut Mey, alat-alat ini akan sangat bermanfaat bagi pengunjung perpustakaan.

“Buku-buku yang diterima dapat memperkaya koleksi literasi kami. Sedangkan komputer dan printer bisa digunakan oleh pengunjung perpustakaan untuk berbagai keperluan,” ujarnya.

Selain program TPBIS, Mey juga menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir sejumlah perpustakan di Purbalingga telah menerima bantuan bahan bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional.

Bantuan ini diberikan kepada puluhan perpustakan desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan literasi.

Pada tahun 2024 lalu, tercatat sebanyak 35 perpustakan menerima bantuan buku dari pemerintah pusat.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun berikutnya yakni pada tahun 2025 dengan jumlah penerima bantuan mencapai 70 perpustakan.

Setiap perpustakan penerima bantuan tidak hanya mendapat koleksi baru berupa 1.000 buku tetapi juga satu rak buku untuk menunjang layanan literasi mereka di desa.

Peningkatan jumlah bantuan ini tentu mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memajukan akses literasi bagi masyarakat pedesaan.

Literatur berkualitas sangat penting untuk mengembangkan pola pikir dan wawasan masyarakat Desa Purbalingga agar lebih kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman.

Adanya program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) menjadi salah satu harapan besar bagi pengembangan literasi di seluruh Indonesia khususnya di daerah-daerah terpencil seperti Kabupaten Purbalingga.

Dengan memberikan akses informasi dan pengetahuan yang lebih baik kepada masyarakat desa melalui sarana perpustakan, diharapkan kesenjangan literasi antara kota dan desa dapat semakin diperkecil.

Program TPBIS tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan bacaan semata tetapi juga mengedepankan aspek sosial dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembelajaran dan pemanfaatan informasi.

Dengan demikian perpusdes akan berfungsi sebagai pusat kegiatan komunitas yang tidak hanya menawarkan buku tetapi berbagai kegiatan pendukung lainnya seperti diskusi kelompok, workshop keterampilan hingga pelatihan teknologi informasi. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tiga WNI Belum Diketahui Nasibnya

Drone dan Rudal Hantam Selat Hormuz, Tiga WNI Belum Diketahui Nasibnya

Berita Selanjutnya
Fatwa Muhammadiyah: Dam Haji Boleh Disembelih di Indonesia

Tak Harus di Tanah Suci, Muhammadiyah Izinkan Dam Haji Disembelih di Indonesia