BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Perbedaan level kompetisi tampak sangat jelas saat tim sepak bola Persibangga Purbalingga melakoni laga uji coba melawan Kendal Tornado FC.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Charlie Sport Centre, Kabupaten Kendal pada Sabtu (14/3/2026), tim juara Liga 4 Jawa Tengah itu harus menelan kekalahan yang cukup telak dengan skor 0-5.
Pertandingan ini bukan hanya sekadar ajang pemanasan, tetapi juga menjadi momen penting bagi kedua tim untuk mengukur kekuatan dan persiapan menjelang kompetisi resmi.
Kendal Tornado FC, yang berstatus sebagai tim Liga 2, menunjukkan performa yang dominan sejak awal pertandingan.
Mereka langsung mengambil inisiatif menyerang dan memberikan tekanan kepada pertahanan Persibangga.
Di babak pertama, gawang Persibangga sudah kebobolan dua gol tanpa balas, sebuah tanda bahwa mereka masih membutuhkan banyak perbaikan dalam aspek pertahanan.
Memasuki babak kedua, tekanan dari tuan rumah tidak mereda. Kendal Tornado FC kembali mencetak tiga gol tambahan hingga akhir pertandingan, menambah derita bagi Persibangga.
Kekalahan ini menjadi sinyal bahwa tim asuhan Agus Riyanto harus segera melakukan evaluasi mendalam terhadap performa mereka.
Pelatih Persibangga Agus Riyanto menyatakan setelah pertandingan bahwa hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh tim pelatih.
Ia menjelaskan bahwa saat ini timnya masih dalam tahap awal persiapan setelah menjalani masa jeda yang cukup panjang.
“Evaluasi untuk semuanya,” katanya dengan nada serius usai pertandingan.
Menurutnya, hasil pertandingan kali ini bukanlah fokus utama dalam laga uji coba tersebut, mengingat kondisi fisik pemain yang sedang dalam proses pemulihan.
“Tim lagi pengembalian kebugaran setelah tim libur agak panjang,” ungkap Agus.
Ia menambahkan bahwa saat ini fokus latihan lebih ditekankan pada pengembalian kondisi fisik dan sentuhan permainan pemain setelah kompetisi Liga 4 Jawa Tengah berakhir.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun hasil akhir tidak memuaskan, ada rencana jangka panjang untuk meningkatkan performa tim ke depan.
Agus juga menjelaskan bahwa permainan Persibangga sebenarnya sempat berjalan sesuai rencana pada awal pertandingan.
Namun, konsistensi permainan yang diharapkan belum mampu dipertahankan hingga akhir laga.
“Sekitar 30 menit awal tim masih mampu bermain sesuai skema,” ujarnya.
Namun setelah itu, pemain-pemain Persibangga mengalami kesulitan dalam mengembangkan permainan ketika menghadapi tekanan lawan yang lebih kuat.
Perbedaan level kompetisi antara kedua tim sangat terasa dalam pertandingan ini. Persibangga merupakan tim yang berlaga di Liga 4, sedangkan Kendal Tornado FC saat ini berada di posisi papan atas Liga 2 musim ini.
Hal ini menunjukkan tantangan yang harus dihadapi oleh tim-tim yang berada di liga-liga bawah ketika bertanding melawan klub-klub dengan pengalaman dan kualitas yang lebih tinggi.
Laga ini juga mencerminkan betapa pentingnya pelatihan dan persiapan yang matang bagi setiap klub sepak bola, terutama bagi klub-klub yang ingin bersaing di level yang lebih tinggi.
Dengan adanya evaluasi menyeluruh pasca-pertandingan, diharapkan Persibangga dapat menemukan solusi atas kelemahan-kelemahan yang ada dan kembali bangkit untuk menghadapi kompetisi mendatang. (tya/stch/dda)
















