BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam upaya meningkatkan keteraturan dan kenyamanan berjualan di kawasan perkotaan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas telah merencanakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya beroperasi di depan eks Moro.
Langkah ini diambil untuk mengonsolidasikan aktivitas berdagang, menjadikan kawasan lebih teratur, serta menyiapkan ruang khusus yang lebih layak bagi para pedagang.
Sebanyak 20 orang pedagang akan dipindahkan ke lokasi baru di Pasar Situmpur berdasarkan data yang disusun oleh tim kurator.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Banyumas, melalui Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Poniri, menyampaikan bahwa data tersebut menjadi acuan penting dalam proses penataan tersebut.
“Total itu ada 20 pedagang, itu data dari kurator,” ungkap Poniri.
Penataan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih baik dan lebih teratur.
Dalam melaksanakan relokasi ini, DKUKMP telah melakukan koordinasi dengan Satpol PP untuk memastikan semua proses berjalan lancar tanpa kendala di lapangan.
Hal ini sangat penting agar relokasi dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
“Dua pekan setelah lebaran sudah kosong. Rencana akan kami tempatkan dan tata di Pasar Situmpur,” jelas Poniri, menekankan bahwa penempatan ini ditargetkan dapat segera direalisasikan setelah area lama ditertibkan.
Saat ini, persiapan tempat di Pasar Situmpur sedang dilakukan dengan serius agar para pedagang dapat berjualan dengan nyaman.
Pemerintah juga memastikan bahwa fasilitas pendukung akan disiapkan sebelum proses relokasi berlangsung.
Salah satu tantangan yang tengah ditangani adalah keberadaan trafo listrik yang berada di akses masuk Pasar Situmpur dari arah barat.
Posisi trafo tersebut dinilai mengganggu akses keluar masuk bagi pedagang maupun pengunjung.
Poniri menjelaskan mengenai langkah yang diambil untuk mengatasi masalah ini, “Jadi ada trafo listrik di depan akses masuk Pasar Situmpur jika dari Barat. Kita sudah berkoordinasi dengan PLN untuk pemindahan trafo dan tiang listrik.”
Upaya memindahkan trafo listrik ini merupakan bagian dari upaya untuk memperlancar akses menuju lokasi baru bagi para pedagang.
Pasar Situmpur saat ini dikenal sebagai salah satu kantong kuliner yang cukup populer di Banyumas.
Berbagai jenis makanan yang dijajakan oleh para pedagang di lokasi ini sudah menjadi favorit masyarakat setempat.
Dengan kapasitas yang tersedia, Pasar Situmpur dinilai mampu menampung seluruh PKL yang akan direlokasi tersebut.
“Pasar Situmpur kapasitasnya bisa menampung sekitar 20 pedagang,” pungkas Poniri.
Keputusan untuk melakukan relokasi ini tidak hanya bertujuan untuk menata wilayah, tetapi juga memberikan keuntungan bagi para pedagang itu sendiri.
Dengan berkumpulnya mereka dalam satu lokasi, peluang interaksi antar-pedagang semakin besar sehingga dapat mendorong kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan.
Selain itu, konsentrasi pedagang di Pasar Situmpur juga berpotensi menarik lebih banyak pengunjung karena keberagaman pilihan kuliner yang ditawarkan.
Pemerintah daerah berharap bahwa langkah relokasi ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi lokal serta meningkatkan daya tarik wisata kuliner Banyumas. (res/stch/dda)
















