Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Purbalingga Gelar Job Fair 2026, Sediakan 2.000 Lowongan Kerja

Job Fair 2026 Siapkan 2.000 LokerJob Fair 2026 Siapkan 2.000 Loker
CARI KERJA: Pencari kerja memadati stand perusahaan dalam pelaksanaan Job Fair Purbalingga. Tahun 2026, Pemkab kembali membuka 2.000 lowongan kerja

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya menanggulangi masalah pengangguran yang kian meningkat, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) kembali menyelenggarakan Job Fair 2026.

Kegiatan bursa kerja ini bertujuan untuk merespons kondisi ekonomi yang belum stabil serta ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang semakin banyak terjadi di berbagai sektor.

Job Fair 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 24 dan 25 Juni 2026 di GOR Sasana Krida Perwira Purbalingga.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (PPTK) Dinperinaker Purbalingga, Yesu Dewayana, menjelaskan bahwa Job Fair 2026 merupakan bagian dari program inovasi daerah yang diberi nama “Kepenak Ngodene.”

Dalam konteks ini, program tersebut bertujuan untuk memberikan peluang kerja kepada masyarakat yang terkena dampak dari situasi ekonomi yang tidak menentu.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Purbalingga berada di angka 4,83 persen atau sejumlah 29.581 orang. Untuk menurunkan TPT tersebut, pemerintah mengadakan Job Fair ini,” ungkap Yesu dalam pernyataannya pada Minggu (17/5/2026).

Dalam pelaksanaan Job Fair tahun ini, Dinperinaker menargetkan kedatangan sekitar 5.000 pengunjung ke lokasi kegiatan.

Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mencari pekerjaan baru di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Jumlah posisi pekerjaan yang ditawarkan mencapai 2.000 lowongan dari berbagai sektor usaha.

Dari total lowongan tersebut, pemerintah daerah berupaya agar sedikitnya 500 tenaga kerja baru dapat terserap melalui kegiatan Job Fair 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan lowongan pekerjaan tersebut, Dinperinaker bekerja sama dengan sekitar 30 perusahaan.

Rincian kolaborasi ini terdiri dari 20 perusahaan lokal asal Purbalingga dan 10 perusahaan dari luar daerah.

Mayoritas perusahaan lokal bergerak di sektor industri padat karya, seperti perkayuan, pabrik rokok hingga kesehatan. Di sisi lain, perusahaan luar daerah didominasi oleh sektor garmen dan telekomunikasi.

Di tengah keterbatasan jumlah stan yang tersedia di lokasi kegiatan, Dinperinaker juga menyediakan alternatif bagi perusahaan yang tidak mendapatkan tempat untuk membuka lowongan secara daring.

“Dikarenakan jumlah stan yang terbatas, perusahaan juga ada yang membuka lowongan secara online,” jelas Yesu lebih lanjut.

Langkah ini diambil agar sebanyak mungkin pencari kerja dapat mengakses informasi mengenai peluang pekerjaan tanpa terbatas oleh ruang fisik.

Job Fair 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka pengangguran di Purbalingga sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat yang terdampak oleh kondisi ekonomi dan badai PHK yang melanda beberapa sektor industri.

Acara ini tidak hanya sekadar tempat bertemunya pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga menjadi solusi strategis bagi pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan saat ini.

Antusiasme masyarakat terhadap acara ini sangat terlihat, terutama menjelang pelaksanaan bursa kerja tersebut.

Banyak pencari kerja yang merasa optimis bahwa dengan adanya Job Fair ini mereka dapat menemukan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi dan keahlian mereka.

Hal ini menjadi harapan baru bagi mereka yang berjuang mencari nafkah di tengah ketidakpastian ekonomi.

Selain itu, job fair juga menjadi platform penting bagi para pencari kerja untuk melakukan networking dengan berbagai perusahaan dan profesional di bidangnya masing-masing.

Peluang untuk mendapatkan informasi langsung mengenai peluang karir serta proses seleksi karyawan akan sangat membantu dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja baru. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Mendoan Banyumas Go Internasional

Film Dokumenter "Polifoni Mendoan": Mengangkat Kuliner Banyumas ke Kancah Festival Film Dunia

Berita Selanjutnya
41 KDMP Mulai Beroperasi

41 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Banyumas