Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Purbalingga Salurkan Bantuan Pangan untuk 182.013 Warga Jelang Idulfitri

182.013 Warga Terima Bantuan Pangan182.013 Warga Terima Bantuan Pangan
DISTRIBUSI: Staf Ahli Bupati Purbalingga Bidang Pemerintahan dan Kesra Tri Gunawan Setiadi melepas secara simbolis penyaluran bantuan pangan di halaman Pendapa Dipokusumo

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kabupaten Purbalingga menetapkan program Bantuan Pangan (Banpang) yang menyasar sebanyak 182.013 warga pada tahun anggaran 2026.

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan, yakni sebanyak 69.546 penerima jika dibandingkan dengan tahun lalu, yang hanya mencatatkan sebanyak 112.467 penerima bantuan pangan.

Pelepasan bantuan pangan secara simbolis dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Purbalingga Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Tri Gunawan Setiadi.

Acara tersebut berlangsung di halaman Pendapa Dipokusumo pada Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Tri Gunawan Setiadi menyampaikan rasa terima kasih kepada Perum Bulog yang telah berperan aktif dalam penyaluran bantuan menjelang hari besar umat Islam, Idulfitri.

“Penyalurannya sangat tepat waktu, karena menjelang Idul Fitri kebutuhan masyarakat meningkat dan biasanya harga-harga kebutuhan pokok juga mulai naik,” ungkapnya dengan penuh harapan bahwa bantuan ini akan mampu meringankan beban masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga, Prayitno menjelaskan bahwa bantuan pangan tersebut akan disalurkan kepada 182.013 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di seluruh wilayah yang terdiri dari 18 kecamatan.

“Data penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sensus Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujarnya dengan tegas.

Setiap penerima akan mendapatkan alokasi bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng untuk periode dua bulan, yaitu Februari dan Maret 2026.

“Jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya, penyaluran Banpang pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar sekitar 62 persen,” jelasnya lebih lanjut.

Kenaikan jumlah penerima bantuan itu tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerah yang menebalkan bantuan pangan bagi warga miskin yang tergolong dalam kategori pemeringkatan kesejahteraan Desil 3 dan Desil 4.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah warga miskin di Kabupaten Purbalingga tercatat mencapai sekitar 121.800 jiwa atau setara dengan 12,55 persen dari total jumlah penduduk.

“Artinya seluruh warga miskin di daerah ini mendapatkan akses terhadap bantuan pangan,” kata Prayitno menegaskan komitmen pemerintah dalam membantu warganya yang membutuhkan.

Selain itu, Prayitno juga menambahkan bahwa tujuan dari distribusi bantuan pangan ini adalah untuk menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

“Bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk membantu warga miskin tetapi juga untuk menjaga kestabilan harga sembako selama periode penting ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Purwokerto Prawoko Setyo Aji menjelaskan bahwa pihaknya mendapat penugasan dari pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahun anggaran 2026.

Penugasan ini meliputi penyaluran berbagai jenis bantuan pangan seperti beras dan minyak goreng kepada masyarakat luas.

Kegiatan penyaluran bantuan pangan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga serta memberikan jaminan sosial bagi masyarakat yang kurang mampu.

Melalui program ini, diharapkan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, terutama menjelang momen-momen penting seperti Idulfitri saat permintaan terhadap bahan pokok biasanya meningkat tajam.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus berupaya meningkatkan efektivitas program-program sosial demi kesejahteraan masyarakatnya.

Dalam konteks ini, upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dan lembaga terkait seperti Perum Bulog menjadi sangat vital agar distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

Masyarakat pun menyambut baik kebijakan ini sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap kondisi mereka.

Dengan adanya jaminan akses terhadap bahan kebutuhan pokok yang lebih terjangkau melalui bantuan pangan, diharapkan kualitas hidup mereka dapat meningkat secara bertahap. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Blt dana desa

Cek Wilayah Penerima BLT Dana Desa 2026 yang Sudah Mulai Disalurkan

Berita Selanjutnya
Jakarta Surabaya Hanya Tiga Jam

Kereta Cepat Whoosh Menuju Jawa Timur Segera Terealisasi, Jakarta-Surabaya Hanya Tiga Jam