Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Setengah Hektar Lahan Perhutani di Karanggayam Kebumen Habis Terbakar
Pengamanan di Jayawijaya Diperketat Pasca Penembakan Rombongan Pegawai Dinas Peternakan

Pengamanan di Jayawijaya Diperketat Pasca Penembakan Rombongan Pegawai Dinas Peternakan

Pengamanan di Jayawijaya DiperketatPengamanan di Jayawijaya Diperketat
PENGAMANAN : Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo menambah pasukan di Jayawijaya untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada masyarakat

BANYUMASEKSPRES.ID, JAYAWIJAYA – Aparat kepolisian melakukan penebalan pasukan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pasca peristiwa penembakan terhadap rombongan pegawai Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya pada Rabu sore (9/9).

Sebanyak 50 personel kepolisian yang sebelumnya berada di Timika telah digeser ke wilayah Jayawijaya.

Penambahan pasukan tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memperkuat pengamanan sekaligus memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat setelah terjadinya penembakan.

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan penambahan personel merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan situasi keamanan di Jayawijaya tetap terkendali.

Menurut Yusuf, masyarakat diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas tanpa diliputi rasa takut setelah insiden penembakan tersebut.

Yusuf menjelaskan, penambahan kekuatan pasukan dilakukan melalui Operasi Kepolisian Damai Cartenz.

Personel tambahan tersebut didorong dari Timika dan kini telah bergeser ke Kabupaten Jayawijaya.

“Karena Operasi Kepolisian Damai Cartenz, kami telah menambah pasukan yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Sudah kami dorong dari Timika dan bergeser kurang lebih ada 50 personel,” terang Yusuf.

Penambahan 50 personel tersebut menjadi bagian dari respons aparat setelah rombongan pegawai Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan.

Kepolisian kini meningkatkan pengamanan di wilayah tersebut sembari melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas aksi penembakan.

Selain melakukan penebalan pasukan, aparat kepolisian juga terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Yusuf menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengungkap kasus tersebut hingga para pelaku dapat ditangkap.

Menurutnya, kepolisian telah mendapatkan ciri-ciri serta identitas yang diduga berkaitan dengan para pelaku penembakan.

Informasi tersebut menjadi bagian dari dasar aparat dalam melakukan pengejaran.

“Sampai saat ini, pengejaran masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian,” kata Yusuf.

Kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan ataupun identitas pelaku untuk segera melapor kepada aparat.

Yusuf memastikan informasi dari masyarakat akan dijaga kerahasiaannya. Hal tersebut dilakukan agar warga tidak ragu memberikan informasi yang dapat membantu proses pengungkapan perkara.

“Manakala ada masyarakat yang punya informasi terkait dengan hal tersebut, bisa disampaikan ke aparat Kepolisian dan kita jamin kerahasiaan dari pemberi informasi ini, agar kasus ini dapat segera kita ungkap dan kita tangkap para pelaku,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, turut mengimbau masyarakat Kabupaten Jayawijaya agar tetap tenang setelah terjadinya insiden penembakan.

Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, terutama informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Imbauan tersebut disampaikan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Kepolisian saat ini masih bekerja untuk menindak para pelaku penembakan.

Masyarakat juga diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu keresahan maupun memperkeruh situasi di tengah proses penanganan perkara.

Dalam kondisi seperti ini, kepolisian meminta warga mempercayakan proses penegakan hukum kepada aparat yang sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

Sementara itu, Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, menyatakan pihaknya bersama Polres Jayawijaya terus mendalami peristiwa penembakan tersebut.

Sejumlah langkah penyelidikan telah dilakukan oleh aparat. Di antaranya adalah olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan atau pengumpulan keterangan dari para saksi, serta pemeriksaan terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi.

Seluruh temuan tersebut akan dianalisis untuk mengungkap rangkaian peristiwa penembakan dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

“Penyelidikan dan penyidikan terus kami lakukan untuk mengungkap perkara ini secara terang dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Faizal.

Dengan penambahan 50 personel dari Timika, kepolisian berharap pengamanan di Kabupaten Jayawijaya semakin kuat.

Di sisi lain, proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku tetap menjadi prioritas aparat.

Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Warga yang memiliki informasi mengenai kasus penembakan tersebut diminta segera menyampaikannya kepada aparat dengan jaminan kerahasiaan identitas pemberi informasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu kepolisian mengungkap perkara secara menyeluruh dan menangkap pihak yang bertanggung jawab atas penembakan rombongan pegawai Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Setengah Hektar Lahan di Karanggayam Terbakar

Setengah Hektar Lahan Perhutani di Karanggayam Kebumen Habis Terbakar