Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Tangis Bahagia Keluarga Puji Rahayu, Penyandang Disabilitas Asal Magelang Ditemukan di Bandung
Sabrina Chairunnisa Rela Putar Otak demi Saksikan Aryna Sabalenka di US Open 2026

Sabrina Chairunnisa Rela Putar Otak demi Saksikan Aryna Sabalenka di US Open 2026

Sempat Kesulitan ke New YorkSempat Kesulitan ke New York
Sabrina Chairunnisa

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Sabrina Chairunnisa akhirnya berhasil mewujudkan keinginannya menyaksikan langsung pertandingan US Open 2026 di New York.

Perjalanan menuju Amerika Serikat sempat diwarnai kendala penerbangan setelah sejumlah bandara mengalami penutupan akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sabrina diketahui datang ke New York untuk memberikan dukungan langsung kepada petenis favoritnya, Aryna Sabalenka, yang tampil di ajang Grand Slam tersebut.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sabrina mengungkapkan rasa lega karena berhasil tiba di New York tepat waktu.

Ia bahkan mengaku tidak menyangka masih dapat mengejar jadwal pertandingan Sabalenka setelah menghadapi berbagai kendala perjalanan.

Perjuangan tersebut bermula ketika Sabrina masih berada di Bali. Rencana perjalanan pulang ke Jakarta terganggu sehingga penerbangannya dari Jakarta menuju New York dengan rute CGK-JFK akhirnya batal.

Situasi tersebut membuat Sabrina harus memikirkan alternatif perjalanan agar tetap dapat tiba di Amerika Serikat sesuai jadwal.

Sabrina menceritakan bahwa dirinya berada di Bali ketika sejumlah penerbangan terdampak penutupan bandara akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kondisi itu membuat rencana perjalanan yang sebelumnya telah disiapkan menjadi berantakan.

Sabrina tidak dapat kembali ke Jakarta seperti rencana awal, sementara penerbangan CGK-JFK yang seharusnya membawanya ke New York juga batal.

Padahal, kedatangannya ke Amerika Serikat memiliki tujuan khusus. Ia ingin menyaksikan langsung perjuangan Aryna Sabalenka di US Open 2026.

Sabalenka sendiri tampil sebagai unggulan pertama sekaligus juara bertahan dua edisi sebelumnya.

Dalam perempat final, petenis Belarus tersebut menghadapi juara Wimbledon Linda Noskova dan berhasil menang melalui pertandingan ketat dengan skor 7-6(1), 3-6, 7-6(7).

Hasil tersebut membuat perjuangan Sabrina untuk mengejar penerbangan ke New York terasa semakin berarti.

Ia akhirnya dapat hadir langsung di arena dan menyaksikan kemenangan petenis idolanya.

Kendala perjalanan Sabrina tidak berhenti pada persoalan penerbangan.

Setelah memutuskan mencari jalur alternatif dari Bali, muncul persoalan lain karena paspor yang dibutuhkan untuk perjalanan internasional tersebut berada di Solo.

Dalam unggahannya, Sabrina menjelaskan bahwa timnya yang ia sebut TeamSAB, bersama sang ayah, membantu mengirimkan paspor tersebut dari Solo.

Dokumen itu dikirim melalui kombinasi jalur darat dan udara agar dapat sampai kepadanya.

Situasi tersebut membuat perjalanan Sabrina menuju New York semakin kompleks karena ia harus mengatur kembali rute penerbangan sekaligus memastikan paspornya bisa tiba tepat waktu.

Sabrina akhirnya memilih terbang dari Bali dan mengandalkan bantuan orang-orang terdekatnya untuk mengurus pengiriman dokumen.

Perubahan rute tersebut dilakukan agar dirinya tetap memiliki kesempatan menyaksikan pertandingan Sabalenka secara langsung di New York.

Setelah melalui berbagai kendala, Sabrina akhirnya berhasil sampai di New York.

Rasa lega tersebut langsung ia bagikan kepada para pengikutnya melalui media sosial.

Sabrina mengaku sangat bersyukur karena masih bisa tiba tepat waktu untuk menyaksikan pertandingan Sabalenka.

Ia menggambarkan perjalanan tersebut sebagai situasi yang cukup membuat panik.

Bahkan, Sabrina mengaku hampir tidak percaya dirinya masih dapat mengejar jadwal pertandingan yang sudah dinantikan.

Bagi Sabrina, kesempatan melihat langsung Sabalenka bertanding di US Open 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Terlebih, Sabalenka tampil impresif sepanjang turnamen. Sebelum menghadapi Noskova di perempat final, Sabalenka mengalahkan Kamilla Rakhimova di babak ketiga dengan skor 6-3, 6-4.

Ia juga berstatus sebagai unggulan pertama dan berusaha mempertahankan gelar US Open untuk kali ketiga secara beruntun.

Kedatangan Sabrina ke New York berbuah momen yang sesuai dengan harapannya.

Sabalenka berhasil mengalahkan Noskova dalam pertandingan perempat final yang berlangsung sengit.

Pertandingan tersebut berlangsung tiga set dan harus ditentukan melalui dua tiebreak. Sabalenka akhirnya menang 7-6(1), 3-6, 7-6(7).

Kemenangan itu mengantarkan Sabalenka ke semifinal US Open 2026. Ia kemudian berhadapan dengan petenis Amerika Serikat, Jessica Pegula.

Sabalenka kembali menunjukkan performa kuat dengan mengalahkan Pegula 7-5, 6-2.

Kemenangan tersebut membuat Sabalenka melaju ke final US Open untuk keempat kalinya secara beruntun.

Dengan demikian, perjalanan Sabrina yang penuh perubahan rute tersebut akhirnya terbayar dengan kesempatan menyaksikan langsung salah satu penampilan penting Sabalenka di Flushing Meadows.

Kisah perjalanan Sabrina Chairunnisa menuju US Open 2026 menjadi cerita tersendiri di luar lapangan tenis.

Keinginannya mendukung Sabalenka secara langsung membuat Sabrina harus mencari sejumlah alternatif setelah rencana penerbangannya terganggu.

Dari Bali, perjalanan menuju Jakarta tidak berjalan sesuai rencana. Penerbangan CGK-JFK juga batal, sementara paspor berada di Solo.

Dengan bantuan TeamSAB dan sang ayah, paspor akhirnya dikirim melalui jalur darat dan udara. Sabrina kemudian melanjutkan perjalanan hingga berhasil tiba di New York.

Sesampainya di kota tersebut, ia langsung dapat menjalankan tujuan utamanya, yakni hadir di US Open dan menyaksikan Sabalenka bertanding.

Bagi penggemar olahraga, perjalanan seperti ini menunjukkan bagaimana antusiasme terhadap seorang atlet dapat membuat sebuah pertandingan menjadi pengalaman yang jauh lebih personal.

Sabrina tidak sekadar menyaksikan pertandingan melalui layar. Ia memilih datang langsung ke New York dan memberikan dukungan dari tribun.

Sementara itu, Sabalenka terus melaju hingga final dan akhirnya berhadapan dengan Elena Rybakina.

Sabalenka memasuki laga puncak dengan peluang mencatat sejarah sebagai salah satu petenis putri yang mampu meraih tiga gelar US Open secara beruntun.

Bagi Sabrina, yang terpenting adalah ia berhasil tiba di New York tepat waktu dan dapat menyaksikan langsung perjuangan petenis favoritnya. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Gadis Tuna Rungu dan Wicara Ditemukan di Bandung

Tangis Bahagia Keluarga Puji Rahayu, Penyandang Disabilitas Asal Magelang Ditemukan di Bandung