Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pengoplos LPG 3 Kg di Banyumas Raup Untung 12 Juta per Bulan, Terancam 6 Tahun Penjara
Argentina Terancam Hukuman FIFA Usai Bentrok dengan Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Argentina Terancam Hukuman FIFA Usai Bentrok dengan Spanyol di Final Piala Dunia 2026

FIFA Selidiki Kericuhan Final Piala DuniaFIFA Selidiki Kericuhan Final Piala Dunia
RICUH: Pemain Spanyol Gavi (kiri) terjatuh saat terlibat keributan dengan pemain Argentina Leandro Paredes (5) dan Thiago Almada usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu (19/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, FIFA resmi membuka penyelidikan terhadap insiden kericuhan yang terjadi seusai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.

Bentrokan yang melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, ketika Spanyol memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu.

Kemenangan tersebut mengantarkan Spanyol meraih gelar juara dunia kedua dalam sejarah sepak bola mereka.

Di sisi lain, Argentina gagal mempertahankan trofi yang diraih pada edisi sebelumnya dan kini harus menghadapi ancaman sanksi dari FIFA akibat insiden pascalaga.

Dalam pernyataan resminya, FIFA mengonfirmasi bahwa Komite Disiplin telah memulai proses investigasi berdasarkan laporan resmi pertandingan.

Organisasi sepak bola dunia itu juga menunjuk seorang Jaksa Disiplin dan Etik untuk mendalami dugaan pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA.

“Penyelidikan dilakukan berdasarkan Pasal 36 Kode Disiplin FIFA. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai,” demikian pernyataan resmi FIFA.

Hingga kini, FIFA belum mengumumkan bentuk hukuman yang mungkin dijatuhkan.

Seluruh pemain, ofisial, maupun pihak lain yang diduga terlibat akan dimintai keterangan sebelum keputusan disiplin diambil.

Kericuhan bermula ketika para pemain cadangan dan staf pelatih Spanyol memasuki lapangan untuk merayakan keberhasilan menjadi juara dunia.

Momen selebrasi tersebut memicu ketegangan dengan sejumlah pemain Argentina yang masih larut dalam kekecewaan setelah kalah di partai puncak.

Situasi mulai memanas ketika bek Argentina Nahuel Molina menghampiri kapten Spanyol, Rodri.

Adu mulut di antara keduanya kemudian menarik perhatian pemain lain hingga memicu kerumunan di tengah lapangan.

Bek Spanyol Eric Garcia sempat berusaha menenangkan suasana.

Namun upaya tersebut tidak berjalan mulus setelah tayangan televisi memperlihatkan Leandro Paredes mendorong Garcia hingga terjatuh.

Setelah Garcia bangkit, Paredes kembali melakukan kontak fisik dengan memegang leher sang pemain.

Sejumlah perangkat pertandingan serta staf kedua tim segera turun tangan untuk memisahkan para pemain.

Meski demikian, suasana tetap memanas dan aksi saling dorong masih terus terjadi selama beberapa saat.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni juga terlihat berusaha meredam emosi para pemainnya.

Namun, insiden kembali terjadi ketika Leandro Paredes terlibat perselisihan dengan gelandang muda Spanyol, Gavi.

Dalam tayangan pertandingan, Gavi sempat terjatuh di tengah kerumunan pemain.

Tidak lama berselang, pemain cadangan Argentina Thiago Almada terlihat menarik rompi latihan milik Gavi sebelum Paredes kembali menjatuhkan pemain Spanyol tersebut.

Ketegangan sebenarnya sudah terlihat sejak pertandingan masih berlangsung.

Gelandang Argentina Enzo Fernandez menerima kartu merah pada masa injury time babak kedua setelah memperoleh kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsi.

Bermain dengan sepuluh orang membuat Argentina semakin kesulitan menghadapi tekanan Spanyol.

Sepanjang pertandingan, Spanyol tampil lebih dominan dalam penguasaan bola maupun peluang.

Meski demikian, penampilan gemilang kiper Emiliano Martinez membuat Argentina mampu bertahan hingga babak tambahan waktu.

Kebuntuan akhirnya pecah ketika Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada extra time.

Gol tersebut memastikan Spanyol menang 1-0 sekaligus mengunci gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah mereka.

Usai kembali ke Madrid, skuad Spanyol mendapatkan sambutan luar biasa dari para pendukung.

Lebih dari satu juta suporter memenuhi jalanan ibu kota Spanyol untuk merayakan keberhasilan La Roja mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Sementara itu, suasana berbeda dirasakan Argentina. Selain harus menerima kekalahan di partai final, Albiceleste kini juga menunggu hasil penyelidikan FIFA terkait insiden kericuhan tersebut.

Kapten Argentina Lionel Messi mengaku sangat kecewa karena gagal mempertahankan gelar juara dunia.

Kini perhatian tim tidak hanya tertuju pada kekalahan di lapangan, tetapi juga terhadap kemungkinan sanksi yang dapat dijatuhkan FIFA setelah investigasi selesai.

Apabila terbukti melanggar Kode Disiplin FIFA, para pemain maupun ofisial yang terlibat berpotensi menerima berbagai bentuk hukuman, mulai dari denda, larangan bertanding dalam beberapa laga internasional, hingga sanksi disiplin lainnya sesuai tingkat pelanggaran yang ditemukan selama proses investigasi. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pengoplos Elpiji Raup Rp12 Juta Sebulan

Pengoplos LPG 3 Kg di Banyumas Raup Untung 12 Juta per Bulan, Terancam 6 Tahun Penjara