Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

PMI Siapkan Bantuan Air Bersih untuk Wilayah Rawan Kekeringan di Cilacap

Dua Kecamatan Jadi PrioritasDua Kecamatan Jadi Prioritas
DROPING AIR : Distribusi air saat bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Cilacap oleh PMI

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam upaya menghadapi musim kemarau yang akan datang, wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Cilacap menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan air bersih.

Khususnya, dua kecamatan yang sering mengalami masalah serius terkait akses air bersih, yaitu Kecamatan Kawunganten dan Kecamatan Patimuan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf, yang menekankan betapa pentingnya perhatian terhadap kedua daerah tersebut.

Menurut Farid Ma’ruf, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kebutuhan akan bantuan air bersih di Kawunganten dan Patimuan sangat tinggi setiap kali musim kemarau tiba.

“Yang paling sering daerah Kawunganten dan Patimuan. Di sana memang hampir setiap kemarau membutuhkan bantuan air bersih,” ujarnya dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu (25/4).

Meskipun pada kemarau tahun lalu permintaan bantuan air bersih relatif rendah, PMI tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan permintaan seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Farid menjelaskan bahwa distribusi air bersih pada musim kemarau terdahulu dapat mencapai ratusan tangki yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Kalau tahun kemarin mungkin hanya sekitar 50 tangki, tapi pada tahun-tahun sebelumnya bisa sampai hampir 500 tangki,” terangnya.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi darurat tersebut, PMI Cilacap telah menyiapkan anggaran khusus serta memastikan kesiapan armada tangki air.

Proses pemeriksaan kendaraan dilakukan secara menyeluruh agar distribusi dapat berjalan lancar saat masyarakat benar-benar membutuhkannya.

Selain itu, PMI juga aktif menjalin koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat untuk mengantisipasi jika kebutuhan air bersih meningkat secara signifikan.

Farid Ma’ruf menekankan pentingnya kerja sama ini dengan PDAM.

“Kalau nanti permintaan meningkat dan armada kurang, kami akan koordinasi dengan PDAM untuk menambah armada,” katanya.

Dengan adanya dukungan dari PDAM, diharapkan distribusi bantuan air bersih dapat menjangkau lebih banyak wilayah yang terdampak oleh kekeringan.

PMI juga membuka layanan permohonan bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk di tingkat Rukun Tetangga (RT).

Syarat yang diperlukan adalah adanya surat pengajuan resmi serta koordinasi dengan pemerintah setempat.

Dengan langkah ini, PMI berharap masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kekeringan, terutama di Kawunganten dan Patimuan, tetap dapat memperoleh akses ke air bersih selama musim kemarau. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Bangun Jembatan Garuda Hubungkan Dua Kecamatan

Program TMMD Bangun Jembatan Garuda di Purbalingga, Akses Warga Makin Lancar

Berita Selanjutnya
Distribusi BBM Subsidi Rawan Disalahgunakan

BPH Migas Perketat Pengawasan BBM Subsidi, SPBU Diminta Waspada