BANYUMASEKSPRES.ID, NEW DELHI – Keluhan mengenai buruknya jaringan seluler di Desa Hardauli, Fatehpur, Uttar Pradesh, India, berujung pada insiden tidak biasa.
Seorang teknisi telekomunikasi bernama Aditya Bhan Singh diduga ditahan dan diikat ke menara seluler oleh sejumlah warga yang kecewa dengan kualitas jaringan.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (10/9/2026) di wilayah yang berada di bawah yurisdiksi Kantor Polisi Bindki, Distrik Fatehpur.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah kejadian tersebut diketahui melalui laporan dan video yang beredar di media sosial.
Menurut polisi, warga Hardauli telah mengeluhkan buruknya konektivitas selama hampir dua tahun.
Persoalan terutama terjadi pada layanan 5G, meskipun sebuah menara telekomunikasi swasta telah dibangun di wilayah tersebut.
Kepala Kepolisian Fatehpur Abhimanyu Manglik mengatakan, warga mengklaim koneksi internet di daerah mereka masih buruk meski infrastruktur telekomunikasi telah tersedia.
Keluhan tersebut juga berkaitan dengan layanan telepon dan akses internet.
“Para warga mengklaim area mereka sedang menghadapi koneksi internet yang sangat buruk, terutama jaringan 5G, selama hampir dua tahun meskipun menara telekomunikasi swasta sudah dipasang di sana,” kata Manglik, seperti dikutip sejumlah media India.
Aditya Bhan Singh datang ke Hardauli untuk melakukan pemeriksaan terhadap persoalan yang dikeluhkan warga.
Namun, menurut keterangan kepolisian, situasi kemudian berubah menjadi perselisihan antara teknisi dan sejumlah warga.
Singh diduga dikelilingi warga sebelum kemudian diikat ke menara telekomunikasi.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang teknisi berada dalam kondisi terikat di dekat menara, sementara beberapa warga berada di sekitarnya.
Keterangan mengenai kronologi detail masih berbeda dalam sejumlah laporan.
Polisi menyatakan kasus tersebut sedang diselidiki untuk mengetahui peran masing-masing orang yang berada di lokasi.
The Indian Express melaporkan bahwa Singh akhirnya dilepaskan sebelum polisi tiba di lokasi.
Polisi kemudian mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, laporan Times of India menyebut Singh berada di lokasi selama sekitar dua jam sebelum akhirnya dibebaskan.
Polisi menerima laporan melalui pengaduan Singh dan kemudian mendaftarkan perkara di Kantor Polisi Bindki.
Persoalan utama yang melatarbelakangi kejadian tersebut adalah kualitas jaringan telekomunikasi.
Warga mengaku telah mengalami masalah konektivitas dalam waktu cukup lama.
Menurut keterangan yang disampaikan kepada polisi, warga mengeluhkan jaringan 5G yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Beberapa warga juga mengaku tetap mengalami gangguan koneksi meskipun telah menggunakan paket data yang mendukung layanan 5G.
Masalah tersebut disebut berdampak terhadap aktivitas sehari-hari, mulai dari komunikasi hingga akses internet dan berbagai layanan daring.
Polisi juga memperoleh rekaman yang disebut menunjukkan kondisi konektivitas 5G di ponsel warga.
Rekaman tersebut menjadi salah satu bagian dari bahan yang diperiksa dalam penyelidikan.
Kehadiran menara telekomunikasi sekitar dua tahun sebelumnya sempat diharapkan dapat memperbaiki persoalan jaringan.
Namun, menurut klaim warga, gangguan konektivitas masih terjadi setelah menara dibangun.
Setelah video kejadian beredar di media sosial, kasus tersebut mendapat perhatian kepolisian.
Abhimanyu Manglik menyatakan polisi telah mendaftarkan perkara dan melakukan penyelidikan.
Dalam perkembangan yang dilaporkan sejumlah media, beberapa orang telah ditahan atau ditangkap untuk diperiksa terkait dugaan penyekapan terhadap teknisi.
The Indian Express melaporkan enam orang ditangkap setelah polisi mengidentifikasi tujuh orang yang diduga berada di lokasi.
Hindustan Times juga melaporkan enam orang ditangkap dan kemudian dibawa ke hadapan hakim sebelum mendapat jaminan.
Perbedaan jumlah orang yang disebut dalam laporan awal dan perkembangan berikutnya membuat status setiap individu tetap perlu merujuk pada keterangan resmi kepolisian. Proses hukum juga masih berlangsung.
Polisi memeriksa video yang beredar serta bukti lainnya untuk mengetahui kronologi kejadian dan menentukan peran masing-masing pihak.
Kasus ini sekaligus menunjukkan pentingnya mekanisme pengaduan resmi ketika masyarakat mengalami gangguan layanan telekomunikasi.
Keluhan mengenai kualitas jaringan dapat disampaikan melalui jalur yang tersedia sehingga persoalan dapat ditangani tanpa menimbulkan persoalan hukum baru.
Hingga perkembangan terakhir, penyelidikan terhadap insiden di Hardauli masih berlangsung.
Keluhan warga mengenai kualitas jaringan juga menjadi bagian dari persoalan yang perlu ditindaklanjuti oleh pihak terkait. (*/stch/dda)














