BANYUMASEKSPRES.ID, SEMARANG – Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6, yang menghubungkan Bawen dan Ambarawa, saat ini sedang digesa untuk segera diselesaikan.
Dengan panjang jalur mencapai 4,9 kilometer, tol ini diharapkan mampu mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di simpang Bawen.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), A J Dwi Winarsa, mengungkapkan bahwa progres konstruksi tol sudah mencapai angka yang signifikan, yaitu 95,51 persen per tanggal 4 Maret 2026. Proyek ambisius ini didanai dengan anggaran sebesar Rp 1,14 triliun.
Dwi menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyiapkan tol ini agar dapat dioperasikan dalam tahun ini juga.
“Kami upayakan akan bisa dioperasionalkan di tahun ini. Kurang lebih mungkin di bulan Agustus atau September,” jelas Dwi saat konferensi pers di Gerbang Tol Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah.
Tol Bawen-Ambarawa bukan hanya sekadar jalur transportasi, tetapi juga merupakan bagian integral dari Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yang lebih luas.
Ruas jalan ini akan dibuka fungsional secara gratis selama masa libur Lebaran tahun ini, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan manfaatnya.
Pembukaan tersebut direncanakan berlangsung mulai tanggal 13 hingga 23 Maret 2026.
Namun demikian, pelaksanaannya masih bergantung pada penilaian dan pengawasan dari pihak kepolisian.
Jalur tol akan dibuka mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB selama periode tersebut.
Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan pengguna jalan karena kelengkapan fasilitas seperti lampu penerangan dan rambu-rambu permanen belum sepenuhnya tersedia.
Pembukaan jalur tol secara fungsional dimaksudkan untuk meredakan kemacetan yang sering melanda kawasan simpang Bawen terutama ketika momen libur Lebaran tiba.
Sebagai bagian dari Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yang membentang sepanjang total 75,12 kilometer, ruas Bawen-Ambarawa adalah seksi terakhir yang akan terhubung dengan jalur arteri di wilayah Ambarawa.
Proyek tol ini tidak hanya berpotensi memperlancar arus lalu lintas tetapi juga menjadi penghubung penting antar beberapa ruas tol utama di Pulau Jawa.
Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga (Persero), Ari Respati, menekankan betapa pentingnya fungsi Tol Yogyakarta-Bawen sebagai jalur penghubung antara sejumlah Tol Trans Jawa.
Di utara terdapat Tol Semarang-Solo dan di selatan mengarah ke Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo.
Saat ini pihak Jasa Marga tengah melakukan kajian untuk menjadikan tol ini sebagai bagian dari program Tol Wisata Nusantara.
Dengan rampungnya pembangunan tol ini, akses menuju berbagai destinasi wisata terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah akan semakin dipermudah.
Destinasi seperti Candi Borobudur dan kawasan Dieng yang memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan akan menjadi lebih mudah dijangkau berkat kehadiran tol ini.
“Ini merupakan tol yang bisa meng-creating traffic. Mengapa? Karena hampir di seluruh pembukaan exit, itu semuanya adalah pusat destinasi wisata,” ungkap Ari menambahkan bahwa keberadaan titik-titik keluar tol yang strategis sangat mendukung industri pariwisata lokal.
Tol Bawen-Ambarawa tidak hanya berfungsi sebagai jalan penghubung antar kota tetapi juga menjadi elemen kunci dalam meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.
Dengan aksesibilitas yang lebih baik ke lokasi-lokasi wisata populer, maka potensi kunjungan wisatawan diprediksi akan meningkat secara signifikan. (*/stch/dda)
















