Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Restoran Indonesia Siap Ekspansi ke 5 Kota Besar Dunia Lewat Program Serasa Kemendag

Restoran indonesia siap ekspansi ke lima negaraRestoran indonesia siap ekspansi ke lima negara
Menteri Perdagangan, Budi Santoso

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), tengah mempersiapkan langkah besar bagi restoran lokal untuk merambah pasar internasional mulai awal 2026.

Inisiatif ini akan direalisasikan melalui program ambisius bernama Rasa Rempah Indonesia (Serasa).

Program tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan penting dalam memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara ke dunia, sekaligus meningkatkan ekspor produk pertanian dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor jasa agar lebih kompetitif di kancah global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa program Serasa berperan sebagai badan manajemen waralaba nasional yang akan memberikan dukungan penuh kepada restoran Indonesia yang ingin beroperasi di luar negeri.

“Program Serasa sudah diluncurkan untuk mengembangkan restoran Indonesia di luar negeri dengan dukungan dari berbagai kementerian terkait,” ungkap Budi saat menghadiri acara Trade Expo Indonesia di Tangerang, Minggu (19/10).

Program ini dirancang tidak hanya untuk membantu restoran lokal bertahan dan berkembang di pasar internasional tetapi juga untuk memastikan kesinambungan operasionalnya.

Banyak restoran Indonesia di luar negeri yang sebelumnya dikelola oleh keluarga sering kali terpaksa tutup karena tidak ada generasi penerus yang melanjutkan usaha tersebut.

Menyikapi hal ini, Budi Santoso menyatakan, “Solusi salah satunya adalah sistem waralaba yang profesional dan terintegrasi.”

Dalam pelaksanaan program ini, seluruh bahan baku dan rempah yang digunakan akan disuplai langsung dari tanah air.

Dengan demikian, tidak hanya bisnis restoran yang mendapat manfaat tetapi juga sektor pertanian dan industri bumbu olahan nasional bisa menikmati peningkatan ekspor.

Sejumlah jaringan restoran terkenal telah sepakat untuk membuka cabang baru di luar negeri, termasuk Sate Khas Senayan, Es Teler 77, Ayam Gepuk, dan Pagi Sore.

Ekspansi tahap pertama dijadwalkan akan dimulai di lima kota besar dunia: Amsterdam, Tokyo, Sydney, New York, dan London. Targetnya adalah semua restoran tersebut dapat beroperasi pada awal 2026.

“Targetnya pada awal 2026 sudah jalan semua,” tambah Budi dengan penuh optimisme.

Melalui program Serasa ini pemerintah berharap dapat memperkuat posisi sektor jasa dan ekonomi kreatif sebagai pilar utama dalam ekspor nonmigas.

Selain itu inisiatif ini juga menjadi bentuk diplomasi kuliner yang efektif dalam mengenalkan rasa autentik Indonesia ke masyarakat internasional.

Dengan pengembangan ini tidak hanya perekonomian nasional yang diuntungkan tetapi juga citra Indonesia sebagai negara dengan ragam kuliner kaya rempah semakin dikenal luas.

Program Serasa menjadi simbol kerjasama lintas kementerian antara lain Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Kementerian UMKM dan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memajukan UMKM sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global. Penggunaan rempah-rempah asli Indonesia juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dunia terhadap kualitas produk pertanian tanah air.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah dan pelaku industri kuliner.

Diharapkan partisipasi aktif dari berbagai pihak akan mendorong inovasi serta kreativitas dalam menawarkan menu-menu baru yang mampu memikat selera konsumen internasional.

Tidak hanya sekadar bisnis makanan semata tetapi keberadaan restoran-restoran Indonesia di luar negeri nantinya juga berperan sebagai duta budaya yang membawa cerita tentang kekayaan tradisi bangsa kita ke pelosok dunia.

Sebagai penutup Menteri Budi Santoso menyampaikan harapannya agar program Serasa dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam hal promosi budaya melalui kuliner serta membuktikan bahwa Indonesia siap bersaing secara global.

Langkah besar ini tentu memerlukan dukungan penuh dari masyarakat agar tujuan mulia memperkenalkan cita rasa Nusantara ke pentas dunia dapat tercapai dengan sukses.

Dengan berjalannya waktu semoga semakin banyak orang dari berbagai belahan bumi dapat menikmati hidangan khas Indonesia yang sarat akan sejarah serta nilai-nilai luhur budaya bangsa kita. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Banyumas bidik 17 medali

Bupati Banyumas Lepas Kontingen NPCI untuk Kejurprov Jateng 2025, Targetkan 17 Medali

Berita Selanjutnya
Mediasi gagal, sepakat bercerai

Tak Capai Kesepakatan Rujuk, Eza Gionino dan Meiza Aulia Resmi Bercerai