Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

SADESA, Program Beasiswa Kabupaten Tegal untuk Ciptakan Satu Desa Satu Sarjana

Sadesa (2)Sadesa (2)
Satu Desa Satu Sarjana

BANYUMASEKSPRES.ID, Pemerintah Kabupaten Tegal meluncurkan program beasiswa baru bernama SADESA pada 14 Agustus 2025. Acara peluncuran digelar di Gedung Dadali dan dihadiri rektor dari empat perguruan tinggi mitra.

Tujuan utama program ini adalah mewujudkan visi “Satu Desa Satu Sarjana” memberi ruang bagi setiap desa memiliki sekurang-kurangnya satu sarjana. Target awalnya mencakup 287 mahasiswa penerima beasiswa yang mewakili desa dan kelurahan di Kabupaten Tegal.

Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan penuh selama delapan semester mulai dari pendaftaran, dana pembangunan, hingga SPP. Selain itu, para penerima juga akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari perguruan tinggi yang menjadi mitra resmi.

Bupati Tegal, Ischak Maulana, menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang yang diharapkan mampu menciptakan multiplier effect dalam pembangunan lokal. Ia berharap para alumni SADESA bisa menjadi agen perubahan di desa masing-masing.

SADESA: “Satu Desa Satu Sarjana” Kanopi Beasiswa Kabupaten Tegal

Sadesa
Satu Desa Satu Sarjana

Program SADESA merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Tegal dengan empat perguruan tinggi lokal, yaitu STKIP NU Tegal, IBN Tegal, Universitas Bhamada, dan Universitas Muhammadiyah Tegal. Kolaborasi ini menjadi tulang punggung implementasi beasiswa di berbagai desa.

Rektor Universitas Bhamada, Dr. H. Maufur, menyatakan optimisme tinggi terhadap program tersebut, “Kami siap bekerjasama mensukseskan misi pemerintah Kabupaten Tegal dengan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas.”

Bupati Ischak juga menyampaikan komitmennya, “Melalui pendekatan Satu Desa Satu Sarjana (SADESA), setiap desa akan memiliki minimal satu sarjana sebagai motor penggerak pembangunan lokal.”

Program SADESA resmi menargetkan 287 penerima beasiswa yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Tegal. Beasiswa mencakup seluruh biaya kuliah selama empat tahun atau delapan semester.

Menurut penjelasan di portal resmi Pemkab Tegal, penerima adalah lulusan SMA/SMK/MA/pesantren (maksimal berusia 25 tahun per 1 September 2025) dari keluarga kurang mampu, dengan berkas administratif seperti KTP, KK, akta kelahiran, ijazah, dan surat keterangan tidak mampu.

Proses seleksi dilakukan berdasarkan potensi akademik maupun non-akademik. Perguruan tinggi mitra memiliki hak mengevaluasi progres akademik tiap mahasiswa dan bisa menghentikan beasiswa jika syarat tidak terpenuhi. Jika seorang penerima mengundurkan diri tanpa alasan sah, pemerintah meminta pengembalian dana sebagai bentuk pertanggungjawaban, demikian diatur agar program bisa berkelanjutan.

Target jangka panjang SADESA adalah membentuk generasi muda yang berpikiran maju, kreatif, dan konstruktif di desa. Bupati Tegal berharap lulusan program ini bisa menjadi inovator dan memberi dampak nyata terhadap penguatan ekonomi mikro dan social capital desa.

Menurut laporan Media Pantura, meski IPM Kabupaten Tegal lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Jawa Tengah, masih terdapat kesenjangan dalam lamanya masa sekolah anak-anak desa. SADESA hadir sebagai solusi untuk mempersempit kesenjangan tersebut.

Panitia berharap bahwa dalam rentang lima hingga sepuluh tahun, setiap desa akan memiliki satu sarjana yang aktif menginisiasi pembangunan lokal berupa ekonomi kreatif, digitalisasi UMKM, hingga peningkatan kualitas pendidikan di desa. Program ini bukan sekadar beasiswa, melainkan investasi pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berbasis pemerataan kesempatan.

SADESA Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” merupakan program inovatif yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi hingga ke pelosok desa di Kabupaten Tegal. Melalui dukungan perguruan tinggi lokal, pemkab membuka kesempatan bagi pemuda berprestasi sekaligus kurang mampu.

Dengan target 287 penerima di tahun pertamanya, beasiswa sembilan bulan akan memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan daerah. Harapannya, mahasiswa penerima dapat menjadi agen perubahan di desa masing-masing, memajukan perekonomian lokal, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia secara merata. Program ini patut disaksikan sebagai salah satu upaya cerdas pengembangan SDM yang berkelanjutan dan inklusif di era modern. (sgsa)

Berita Sebelumnya
Pinjaman kur bri dapat diajukan dengan mudah melalui aplikasi brimo dan website resmi

Ajukan KUR BRI 2025 Online Lewat BRImo atau Website Resmi, Cicilan Mulai 1,5 Juta

Berita Selanjutnya
Cara mengatasi aplikasi linkaja tidak bisa login

Cara Mengatasi Aplikasi LinkAja Tidak Bisa Login Tanpa Takut Kehilangan Akun