Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sampah Liar Muncul Kembali di Dua Titik Jalan Kota Purwokerto, Pelaku Diberi Pembinaan Langsung

Sampah liar muncul kembaliSampah liar muncul kembali
Kepala UPKP Purwokerto mendatangi langsung alamat pembuang sampah sembarangan di Jalanan Kota Purwokerto dalam rangka pembinaan, Selasa (12/8).

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Permasalahan sampah liar kembali mencuat di jalan-jalan Kota Purwokerto, menandai tantangan berkelanjutan dalam pengelolaan kebersihan kota.

Temuan terbaru terjadi di dua lokasi yakni Jalan Gerilya Tanjung dan Jalan Sunan Giri Berkoh.

Kepala Unit Pengelolaan Kebersihan dan Pertamanan (UPKP) Purwokerto, Muhilal, mengonfirmasi insiden terbaru ini yang terjadi pada Selasa (12/8) di Jalan Sunan Giri.

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Minggu (10/8), akumulasi sampah liar serupa ditemukan juga di Jalan Gerilya Tanjung.

Muhilal menyatakan bahwa pelaku pembuangan sampah liar telah teridentifikasi berasal dari individu perorangan serta pengangkut gerobak.

“Pembuang sampah terlacak dari perorangan dan pengangkut gerobak,” jelas Muhilal pada awak media saat diwawancarai Rabu (13/8).

Ia menambahkan bahwa kasus di Jalan Gerilya Tanjung diketahui melibatkan warga Kelurahan Tanjung sendiri yang membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, penumpukan sampah di Jalan Sunan Giri Berkoh berasal dari warga Kelurahan Purwokerto Kidul yang dibuang dengan cara serampangan oleh pengangkut gerobak.

Menanggapi situasi ini, UPKP telah melakukan langkah proaktif dengan mendatangi alamat pelaku pembuangan sampah untuk memberikan pembinaan langsung.

“Yang di Tanjung kami himbau untuk berlangganan pengolahan sampah dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat. Untuk pengangkut gerobak membuat pernyataan tidak mengulangi lagi membuang sampah sembarangan,” paparnya lebih lanjut.

Sebagai upaya untuk mengatasi masalah ini, Muhilal mengimbau seluruh masyarakat Banyumas agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga kebersihan wilayah Kabupaten Banyumas dan Kota Purwokerto tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah daerah semata namun memerlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara masyarakat dengan kelompok pengelola kebersihan lokal seperti KSM untuk memastikan proses pengangkutan dan pengolahan sampah dilakukan secara efektif.

“Di wilayah Kota Purwokerto, Kedungbanteng, dan Karanglewas total ada 25 KSM. Silakan berkoordinasi dengan pengurus untuk pengangkutan dan pengolahan sampah masing-masing rumah tangga,” tutup Muhilal dengan harapan meningkatnya kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kehadiran KSM sebagai mitra strategis dalam menangani masalah kebersihan memang sangat vital terutama dalam konteks mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Peran serta komunitas lokal memungkinkan adanya solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam menangani persoalan limbah rumah tangga serta meningkatkan kualitas hidup warga sekitar.

Langkah-langkah preventif seperti pembinaan langsung kepada pelaku pembuangan sampah liar serta imbauan berkelanjutan kepada masyarakat menjadi komponen penting dalam strategi UPKP Purwokerto mengatasi permasalahan ini.

Dengan pendekatan partisipatif tersebut diharapkan dapat memupuk budaya sadar lingkungan yang lebih kuat di kalangan warga sehingga insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Dalam menjalankan tugasnya, UPKP Purwokerto juga secara aktif menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait termasuk pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat guna memperkuat sinergi dalam penanganan isu lingkungan khususnya masalah persampahan yang kerap menjadi kendala utama bagi banyak kota besar lainnya.

Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, serta masyarakat umum diyakini akan mampu mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih dan sehat bagi seluruh warganya.

Dengan demikian langkah-langkah strategis ini dapat meningkatkan daya tarik kota sebagai tempat tinggal yang nyaman sekaligus mendukung visi pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh pemerintah setempat.

Kedepannya diperlukan peningkatan kapasitas kelembagaan serta dukungan infrastruktur yang memadai guna menunjang program-program pengelolaan limbah secara komprehensif sehingga setiap elemen masyarakat dapat turut ambil bagian dalam menciptakan perubahan positif bagi lingkungannya sendiri. (yda/stch)

Berita Sebelumnya
Dewa 19 siap guncang cilacap, cek tanggal pembelian tiketnya

Dewa 19 Siap Guncang Cilacap, Cek Tanggal Pembelian Tiketnya

Berita Selanjutnya
Terbukti pakai pemain laki laki

Parah! Vietnam Terbukti Pakai Pemain Laki Laki, Didiskualifikasi dari FIVB U-21 Putri 2025